Farhansyaddad weblog

Untuk Hari Esok Yang Lebih Baik

Kurikulum 2013 Dihentikan

Posted by abifasya pada 6 Desember 2014


Mendikbud

Mendikbud

Sejak tadi malam sebenarnya telah membaca pada teks berjalan salah satu televisi swasta yang menyebutkan bahwa Kurikulum 2013 untuk sekolah yang baru melaksanakan satu semester kembali kepada kurilulum 2006, dan bagi sekolah yang sudah melaksanakan selama 3 semester dilanjutkan. Dan tadi pagi di sekolah rame dibicarakan tentang penghentian kurikulum tersebut. Sekolahku termasuk sekolah yang baru melaksanakan kurikulum 2013 selama satu semester, itu artinya sekolahku kembali ke kurikulum 2006. Padahal sejak hari rabu teman-teman guru di sekolahku telah sibuk melakukan entry nilai di komputer sekolah yang di dalamnya sudah ada format aplikasi penilaian kurikulum 2013, banyak diantara teman-teman yang melakukannya sampai menjelang sore saking “semangatnya” memasukan hasil penilaian sesuai KURTILAS, dan hari ini pemandangan seperti itu tidak lagi ditemukan karena “KURTILAS nya BATAL” alias dihentikan oleh Pak Menteri. 

Penasaran dengan semua ini, mencoba berselancar di DUMAY cari info tentang penghentian KURTILAS ini, dan ternya di FACEBOOK nya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah ada surat cinta dari pementeri untuk kepala sekolah di seluruh Indonesia perihal : Pelaksanaan Kurikulum 2013. Untuk lebih Jelasnya silahkan baca surat tersebut yang sengaja saya copy dari facebooknya Kemdikbud :

Nomor : 179342/MPK/KR/2014  5 Desember 2014
Hal : Pelaksanaan Kurikulum 2013
Yth. Ibu / Bapak Kepala Sekolah
di
Seluruh Indonesia

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera bagi kita semua.

Semoga Ibu dan Bapak Kepala Sekolah dalam keadaan sehat walafiat, penuh semangat dan bahagia saat surat ini sampai. Puji dan syukur selalu kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan rahmat dan hidayahnya pada Ibu dan Bapak serta semua Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang telah menjadi pendorong kemajuan bangsa Indonesia lewat dunia pendidikan.

Melalui surat ini, saya ingin mengabarkan terlebih dahulu kepada Kepala Sekolah tentang Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait dengan pelaksanaan Kurikulum 2013, sebelum keputusan ini diumumkan kepada masyarakat melalui media massa.
Sebelum tiba pada keputusan ini, saya telah memberi tugas kepada Tim Evaluasi Implementasi Kurikulum 2013 untuk membuat kajian mengenai penerapan Kurikulum 2013 yang sudah berjalan dan menyusun rekomendasi tentang penerapan kurikulum tersebut ke depannya.

Harus diakui bahwa kita menghadapi masalah yang tidak sederhana karena Kurikulum 2013 ini diproses secara amat cepat dan bahkan sudah ditetapkan untuk dilaksanakan di seluruh tanah air sebelum kurikulum tersebut pernah dievaluasi secara lengkap dan menyeluruh.

Seperti kita ketahui, Kurikulum 2013 diterapkan di 6.221 sekolah sejak Tahun Pelajaran 2013/2014 dan di semua sekolah di seluruh tanah air pada Tahun Pelajaran 2014/2015. Sementara itu, Peraturan Menteri nomor 159 Tahun 2014 tentang evaluasi Kurikulum 2013 baru dikeluarkan tanggal 14 Oktober 2014, yaitu tiga bulan sesudah Kurikulum 2013 dilaksanakan di seluruh Indonesia.

Pada Pasal 2 ayat 2 dalam Peraturan Menteri nomor 159 Tahun 2014 itu menyebutkan bahwa Evaluasi Kurikulum bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai:
1. Kesesuaian antara Ide Kurikulum dan Desain Kurikulum;
2. Kesesuaian antara Desain Kurikulum dan Dokumen Kurikulum;
3. Kesesuaian antara Dokumen Kurikulum dan Implementasi Kurikulum; dan
4. Kesesuaian antara Ide Kurikulum, Hasil Kurikulum, dan Dampak Kurikulum.

Alangkah bijaksana bila evaluasi sebagaimana dicantumkan dalam pasal 2 ayat 2 dilakukan secara lengkap dan menyeluruh sebelum kurikulum baru ini diterapkan di seluruh sekolah. Konsekuensi dari penerapan menyeluruh sebelum evaluasi lengkap adalah bermunculannya masalah-masalah yang sesungguhnya bisa dihindari jika proses perubahan dilakukan secara lebih seksama dan tak terburu-buru.

Berbagai masalah konseptual yang dihadapi antara lain mulai dari soal ketidakselarasan antara ide dengan desain kurikulum hingga soal ketidakselarasan gagasan dengan isi buku teks. Sedangkan masalah teknis penerapan seperti berbeda-bedanya kesiapan sekolah dan guru, belum meratanya dan tuntasnya pelatihan guru dan kepala sekolah, serta penyediaan buku pun belum tertangani dengan baik. Anak-anak, guru dan orang tua pula yang akhirnya harus menghadapi konsekuensi atas ketergesa-gesaan penerapan sebuah kurikulum. Segala permasalahan itu memang ikut melandasi pengambilan keputusan terkait penerapan Kurikulum 2013
kedepan, namun yang menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan ini adalah kepentingan anak-anak kita.

Maka dengan memperhatikan rekomendasi tim evaluasi implementasi kurikulum, serta diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan, saya memutuskan untuk:
1. Menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang baru menerapkan satu semester, yaitu sejak Tahun Pelajaran 2014/2015. Sekolah-sekolah ini supaya kembali menggunakan Kurikulum 2006. Bagi Ibu/Bapak kepala sekolah yang sekolahnya termasuk kategori ini, mohon persiapkan sekolah untuk kembali menggunakan Kurikulum 2006 mulai semester genap Tahun Pelajaran 2014/2015. Harap diingat, bahwa berbagai konsep yang ditegaskan kembali di Kurikulum 2013 sebenarnya telah diakomodasi dalam Kurikulum 2006, semisal penilaian otentik, pembelajaran tematik terpadu, dll. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi guru-guru di sekolah untuk tidak mengembangkan metode pembelajaran di kelas. Kreatifitas dan keberanian guru untuk berinovasi dan keluar dari praktik-pratik lawas adalah kunci bagi pergerakan pendidikan Indonesia.

2. Tetap menerapkan Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang telah tiga semester ini menerapkan, yaitu sejak Tahun Pelajaran 2013/2014 dan menjadikan sekolah-sekolah tersebut sebagai sekolah pengembangan dan percontohan penerapan Kurikulum 2013. Pada saat Kurikulum 2013 telah diperbaiki dan dimatangkan lalu sekolah-sekolah ini (dan sekolah-sekolah lain yang ditetapkan oleh Pemerintah) dimulai proses penyebaran penerapan Kurikulum 2013 ke sekolah lain di sekitarnya. Bagi Ibu dan Bapak kepala sekolah yang sekolahnya termasuk kategori ini, harap bersiap untuk menjadi sekolah pengembangan dan percontohan Kurikulum 2013. Kami akan bekerja sama dengan Ibu/Bapak untuk mematangkan Kurikulum 2013 sehingga siap diterapkan secara nasional dan disebarkan dari sekolah yang Ibu dan Bapak pimpin sekarang. Catatan tambahan untuk poin kedua ini adalah sekolah yang keberatan menjadi sekolah pengembangan dan percontohan Kurikulum 2013, dengan alasan ketidaksiapan dan demi kepentingan siswa, dapat mengajukan diri kepada Kemdikbud untuk dikecualikan.

3. Mengembalikan tugas pengembangan Kurikulum 2013 kepada Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Pengembangan Kurikulum tidak ditangani oleh tim ad hoc yang bekerja jangka pendek. Kemdikbud akan melakukan perbaikan mendasar terhadap Kurikulum 2013 agar dapat dijalankan dengan baik oleh guru-guru kita di dalam kelas, serta mampu menjadikan proses belajar di sekolah sebagai proses yang menyenangkan bagi siswa-siswa kita.

Kita semua menyadari bahwa kurikulum pendidikan nasional memang harus terus menerus dikaji sesuai dengan waktu dan konteks pendidikan di Indonesia untuk mendapat hasil terbaik bagi peserta didik. Perbaikan kurikulum ini mengacu pada satu tujuan utama, yaitu untuk meningkatkan mutu ekosistem pendidikan Indonesia agar anak-anak kita sebagai manusia utama penentu masa depan negara dapat menjadi insan bangsa yang: (1) beriman dan bertakwa kepadaTuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, mandiri, demokratis, bertanggung jawab; (2) menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi; dan (3) cakap dan kreatif dalam bekerja. Adalah tugas kita semua untuk bergandengan tangan memastikan tujuan ini dapat tercapai, demi anak-anak kita.

Pada akhirnya kunci untuk pengembangan kualitas pendidikan adalah pada guru. Kita tidak boleh memandang bahwa pergantian kurikulum secara otomatis akan meningkatkan kualitas pendidikan. Bagaimanapun juga di tangan gurulah proses peningkatan itu bisa terjadi dan di tangan Kepala Sekolah yang baik dapat terjadi peningkatan kualitas ekosistem pendidikan di sekolah yang baik pula. Peningkatan kompetensi guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan akan makin digalakkan sembari kurikulum ini diperbaiki dan dikembangkan.

Pada kesempatan ini pula, saya juga mengucapkan apreasiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi yang telah Ibu dan Bapak Kepala Sekolah berikan demi majunya pendidikan di negeri kita ini. Dibawah bimbingan Ibu dan Bapak-lah masa depan pendidikan, pembelajaran, dan pembudayaan anak-anak kita akan terus tumbuh dan berkembang. Semoga berkenan menyampaikan salam hangat dan hormat dari saya kepada semua guru dan tenaga kependidikan di sekolah yang dipimpin oleh Ibu dan Bapak. Bangsa ini menitipkan tugas penting dan mulia pada ibu dan bapak sekalian untuk membuat masa depan lebih baik. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melindungi kita semua dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan kebudayaan nasional.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Jakarta, 5 Desember 2014
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,
Anies Baswedan

Demikian cuplikan surat Kemdikbud yang sengaja saya cuplik dari facebooknya kemdikbud. Semoga Bermanfaat.

Dan sebagai Guru yang senantiasa memiliki semangat dalam menghadapi perubahan, apapun yang terjadi kita semua harus tetap semangat mengajar, mendidik, dan menanamkan karakter dan akhlaq mulia kepada seluruh anak didik kita.

Hidup Guru Indonesia

Berjuan Terus Demi Indonesia Yang BERMARTABAT.

Iklan

14 Tanggapan to “Kurikulum 2013 Dihentikan”

  1. Abifasya said

    Ayo jujur ….
    Sedih ….
    seneng …..
    GALAU ….
    Atau Apa perasaaanya saat tahu KURTILAS dihentikan ?

    Suka

    • Abifasya said

      Kalau aq sih … 😆 :mrgreen:

      Suka

      • SATRIA said

        Maksud antum setuju ?, Kok Nyengir sih ???

        Suka

        • abifasya said

          Ga bgitu juga Bos, cuman jadi pengen ketawa aja, saat dberlakukan terasa begitu cepat. Belum semua guru faham benar dg Makhluk yg bernama KURTILAS sudah diterapkan sehingga memiliki kisan dipaksakan. Terus menterinya ganti …, belum 2 bulan sudah menghentikan … tapi mudah-mudahan saja tdk terlalu cepat. Jdi tanda tanya deh … kenapa bgini ?. Mau dibawa ke mana dunia pendidikan kita ini.
          Penghentian yg bersifat sementara setuju, ingat … kurikulum itu senantiasa dinamis, jadi kita harus mau berubah. Siapkan dulu SDM nya, fasilitas pendukungnya, walaupun buku bukan satu2nya sumber belajar tapi untuk daerah2 tertentu rasanya perlu didahulukan pengadaanya. JIka semua dah siap … atau agak siap…. JRENG … MAri Kita Sukseskan pelaksanaan KURTILAS ….

          Suka

  2. Abifasya said

    Selain itu ada juga berita terkait pada FB kemdikbud tersebut, bertitanya :

    Mendikbud Anies Baswedan Hentikan Kurikulum 2013

    Jakarta (05/12). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Rasyid Baswedan memutuskan untuk menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 di seluruh Indonesia. Kurikulum 2013 selanjutnya diperbaiki dan dikembangkan melalui sekolah-sekolah yang sejak Juli 2013 telah menerapkannya.

    “Proses penyempurnaan Kurikulum 2013 tidak berhenti, akan diperbaiki dan dikembangkan, serta dilaksanakan di sekolah-sekolah percontohan yang selama ini telah menggunakan Kurikulum 2013 selama tiga semester terakhir,” kata Mendikbud Anies Baswedan di Kemdikbud Jakarta, Jumat (05/12).

    Hadir mendampingi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Furqon, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kemdikbud Hamid Muhammad, dan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kemdikbud, Achmad Jazidie.

    Mendikbud mengatakan, implementasi Kurikulum 2013 secara bertahap dan terbatas telah dilakukan pada Tahun Pelajaran 2013/2014 di 6.221 sekolah di 295 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Dia menyebutkan, sekolah tersebut terdiri atas 2.598 sekolah dasar, 1.437 sekolah menengah pertama, 1.165 sekolah menengah atas, dan 1.021 sekolah menengah kejuruan.

    Menurut Mendikbud, hanya sekolah-sekolah inilah yang diwajibkan menjalankan kurikulum tersebut sebagai tempat untuk memperbaiki dan mengembangkan Kurikulum 2013 ini. “Bila ada yang merasa tidak siap silakan ajukan pengecualian, tetapi secara umum sudah siap,” katanya. Saat ini sudah 208 ribu sekolah yang menerapkan Kurikulum 2013.

    Mendikbud mengatakan, sekolah percontohan ini kemudian akan dievaluasi. Setelah dievaluasi kemudian Kurikulum 2013 akan diterapkan secara bertahap. Tahapan penerapannya bukan berbasis kepada guru, tetapi kepada sekolah. “Laporannya (basisnya) adalah jumlah sekolah yang menjalankan dan bukan jumlah guru yang melakukan pelatihan,” katanya.

    Menteri Anies menyampaikan selain sekolah tersebut, sekolah yang baru menerapkan satu semester Kurikulum 2013 akan tetap menggunakan Kurikulum 2006 sampai mereka benar-benar siap menerapkan Kurikulum 2013. “Sekolah-sekolah ini supaya kembali menggunakan Kurikulum 2006,” katanya.

    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengambil keputusan ini berdasarkan fakta bahwa sebagian besar sekolah belum siap melaksanakan Kurikulum 2013 karena beberapa hal, antara lain masalah kesiapan buku, sistem penilaian, penataran guru, pendampingan guru dan pelatihan Kepala Sekolah.

    “Penghentian ini dilandasi antara lain karena masih ada masalah dalam kesiapan buku, sistem penilaian, penataran guru, pendampingan guru dan pelatihan kepala sekolah yang belum merata. Pada saatnya sekolah-sekolah ini akan menerapkan Kurikulum 2013, bergantung pada kesiapan,” Anies Baswedan menjelaskan.

    Menurut Anies, kurikulum pendidikan nasional memang harus terus-menerus dikaji sesuai dengan waktu dan konteks pendidikan di Indonesia untuk mendapat hasil terbaik bagi peserta didik.

    “Perbaikan kurikulum ini demi kebaikan semua elemen dalam ekosistem pendidikan terutama peserta didik, anak-anak kita. Tidak ada niat untuk menjadikan salah satu elemen pendidikan menjadi percobaan apalagi siswa yang menjadi tiang utama masa depan Bangsa,” kata Anies Baswedan.

    Menjawab pertanyaan wartawan, tentang digunakannya dua kurikulum secara bersama-sama yang bertentangan dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, Mendikbud mengatakan, saat ini bukan penerapan untuk kurikulum, tetapi uji terhadap sebuah kurikulum baru. “Meskipun demikian, pada tahun 2006 Indonesia pernah menjalankan dua kurikulum secara bersamaan,” kata Mendikbud.

    Mendikbud mengatakan Pusat Kurikulum dan Perbukuan akan bertugas mengembangkan kurikulum. “Unit Implementasi Kurikulum akan memonitor perkembangan implementasi Kurikulum 2013 di sekolah percontohan tadi,” kata Menteri Anies.

    Mendikbud mengatakan, terkait dengan bahan ajar buku yang sudah dicetak dan pemerintah daerah yang sudah menandatangani kontrak, semua tetap berjalan seperti biasa. Buku-buku, kata dia, tetap dikirimkan ke sekolah. “Pencetakan tidak perlu dihentikan. Buku-buku disimpan dan pemanfaatannya ketika guru dan kepala sekolah siap. Jadi tidak ada perubahan,” ujarnya.

    Mendikbud mengatakan, jika ada sekolah yang telah menerapkan Kurikulum 2013 selama satu semester dan merasa siap maka tidak dianjurkan menerapkannya. “Kurikulumnya perlu perbaikan. Saya tidak anjurkan. Lengkapkan buku-bukunya dan begitu siap baru dijalankan,” katanya.

    Sementara, terkait pelatihan, Mendikbud menjelaskan, akan dilakukan ke arah peningkatan metodenya. “Pendekatannya ke sekolah bukan individu gurunya,” ujarnya.

    Mendikbud mengingatkan, kepada pemda yang belum melakukan kontrak agar menundanya terlebih dahulu. (ASW)

    Jakarta, 5 Desember 2014
    Pusat Informasi dan Humas
    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

    Disukai oleh 1 orang

  3. john Edu said

    Apapun kurikulumnya jika guru tetap dalam zona nyaman yaitu hanya mengajar tidak mendindik (mengajar, melatih dan membimbing) maka kualitas pendidikan Indonesia tetap bobrok. karena yang sangat penting dikembangkan adalah stantar SDM Indonesia yaitu melahirkan kompetensi yang akhlak mulia kritis, kreatif dan mampu berkomunikasi. mari kita cetak anak bangsa ini menjadi prosessor bukan hardisk (pinjam bahasa IT) artinya cerdas berpikir mampu mengaplikasikan berbagai program yang menolah data dan cerdas hati. bukan banyak data dalam hardisk namuan aplikasinya lamban. PROSES PEMBELAJARAN SANGAT PENTING DARI PADA SEMUA STRATEGI MERUBAH ATAU MENHENTIKAN KURIKULUM.

    Suka

  4. john Edu said

    Bagi sekolah yang sudah benar-benar gurunya serius dengan implemntasi kur 2013. merasakan bahagia karena anak-anak sangat aktif dan senang. ini bukti bahwa kurikulum 2013 telah mentajamkan mendidik kehidupan bukan mendidik pustakawan hidup. yang selama ini hanya konsen pada ranah kognitif/ intelektual.

    Baru memulai pasti kendalanya banyak. secara kasat mata kendala hanya masalah teknis, seperti pengadaan buku, dan penilaian. secara filosofi kur 13 sangat bagus. Kelemahan pada teknis saja. Sampai kapanpun guru tidak mau repot. Ingin bekerja dalam zona nyaman. Jika ada prosedur yang secara keilmuan harus demikan dilakukan, tapi dalam pandangan guru hal ini merepotkan atau memberatkan pasti menolak, walaupun menterinya Misal JOKOWI (sosok yang kita idolakan)
    Hal ini pernah terjadi pada tahun 2004 penilaian otentik harus membuat lapor capaian kompetensi dengan ranah konsep/pengatahuan, keterampilan dan sikap. Protes dari arus bawah terjadi sehingga disempurnakan dengan paket kurikulum 2006 dengan penilaian kembali bulat dalam kesatuan nilai mata pelajaran. Dalam panduan penilaian ditegaskan menerapkan penilaian otentik.

    Namun realita dilapangan penilaian otentik tidak berarti. Uji kompetensi dengan tes tulis yang dominan menjadi dasar menentuan tindak lanjut arah pendidikan peserta didik.
    mestinya menteri kaji dulu sampai dimana hasil anak-anak yang gurunya sudah benar-benar menerapkan dengan benar. selama ini ada instrumen evaluasi kurikulum yang diedarkan di lembaga dengan responden kepala sekolah orang tua komite dan peserta didik. kompilasi dulu beru berpendapat. hasil blusukan tidak cukup. karena hasil blusukan hanyalah hasil pencitraan.

    masalah buku bukan masalah utama. dulu sistem BSE lancar juga. Dengan system tender tersebut yang perlu dikaji.
    Penilaian sudah buaaanyak model-model aplikasi yang membantu rapot.

    YANG JELAS, sekian anak telah diproses belajar dengan pendekatan tematik dan tidak syarat konten. membuat motivasi belajar anak lebih bahagia dan dapat mengeksplor sendiri materi. sejak kur 2004, atau 2006 kurikulum kita menekankan basis kompetensi. namuan kenyataan guru tetap mengedepankan konten.

    Jadi inilah ketertinggalan bangsa kita dengan bangsa lain karena terlalu syarat konten. kegagalan inteletual dapat dieksplorasi sendiri oleh individu seiring dengan perkembangan kehidupannya. kegagalan membimbing kecerdasan hati atau emosi merupakan kegagalan karakter yang tidak dapat menjamin individu berhasil menjadi manusia pembelajar untuk menjadikan dirinya produktif.

    Hasil nyata sekarang banyak pelajar dijenjang kelas menengah atau perguruan tinggi jenuh berilmu, mereka lebih aktif pada organisasi pelajar (osis atau HMJ).
    Kurikulum 2013 dengan kompetensi inti sebagai pengendali oraganisasi materi baik vertikal atau horisontal sudah sangat sistematis. ANAK Bangsa TANPA DISADARI TELAH DIBUAT KELINCI KEBIJAKAN OLEH MENTERI. Kurikulum 2013 tidak JELEK.TEKNIS PENGADAAN BUKU YANG JELEK. BUKU BUKAN SATU-SATUNYA SUMBER BELAJAR, YANG UTAMA PROSES MENDIDIKNYA YANG MENGEDAPANKAN KESEIMBANGAN RANAH PENGETAHUAN, KETERAMPILAN DAN SIKAP SESUAI USIA PERKEMBANGAN JIWA ANAK. MOHON MENTERI MENGKAJI LAGI LAGI HASIL MONITORNG DAN EVALUASI YANG SEKARANG MASIH DIENTRIKAN KE APLIKASI MONEV IMPLEMENTASI KUR 2013

    Suka

    • abifasya said

      KURTILAS bukan aliran sesat, jdi kenapa hars takut dengan kurtilas. Setuju Kurtilas lebih baik dari Kurikulum sebelumnya, namun penerapannya perlu disiapkan SDM yg bener-benar matang. Yg lebih penting lagi jangan sampai terjadi demi sebuah kegiatan pendampingan KBM jadi terlantar.
      Semu guru harus terus meningkatkan kompetensi terlebih dalam masalah penilaian, selama ini menilai aspek kognitif saja masih banyak yg keliru, maka jangan sampai terjadi saat menilai aspek sikap keliru juga. Kekeliruan itu terjadi biasanya karena para guru tdk melakukan penilaian dg sungguh-sungguh, pedoman yang ada tidak dibaca secara utuh, mengisi aplikasi penilaian yg telah disiapkan seksi kurikulum diisi hanya sekedar diisi tanpa memahami sepenuhnya apa yg mereka isi.
      Penghentian kurikulum saat ini oleh menteri kalao dilihat dari bahasa pak menteri saat diwawancara salah satu stasun tv swsta hanya bersifat sementara, jadi semua sekolah tetap harus mempersiapkan diri demi suksesnya pelaksanaan kurikulum 2013.
      Ada tidak ada perubahn kurikulum yang dilakukan pemerintah, jika kurikulum itu adalah pengalaman belajar siswa maka guru yg kreatif senantiasa mau merubah sajian pengalaman belajar yg akan diterima anak didiknya, ingat pesan Ali bin Abi Thalib :
      علموا أولادكم فإنهم مخلوقون لزمان غير زمانكم
      Artinya : “Didiklah anak-ankmu itu, karena sesungguhnya mereka diciptakan untuk mengisi masa yang bukan masamu

      Suka

  5. SATRIA said

    Buat saya, Kurtilas OK …. dan itu adalah tantangan. Walau masalah penilaiannya aga ribet tapi kita harus mau berjuang dong demi kemajuan bangsa ini. Untung saja tidak dihentikan secara permanen.

    Suka

  6. Asalamulaikum wr wb,

    Yth. Bapak Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah RI.

    Di Jakarta

    Dengan hormat, saya Wardinur, S.Pd., NIP. 19650103 198410 1 001, Pengawas SD di Lingkungan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru-Provinsi Riau, juga termasuk dalam Tim Pengembang Kurikulum (TPK) Provinsi Riau. MENYAMBUT BAIK maksud dan tujuan sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Bapak Nomor : 179342/MPK/KR/2014 tanggal 5 Desember 2014 tentang Pelaksanaan Kurikulum 2013. Saya punya groub hubungan kerja dan komunikasi baik via hendphon maupun internet dengan seluruh tim pengembang kurikulum di wilayah RI dan sejumlah PTK di Republik ini, intinya semua menyatakan SEPENDAPAT/SETUJU dengan Bapak, yaitu Kurikulum 2013 memang DIPAKSAKAN tanpa meninjau kesiapan dan kemampuan sumber daya mulai dari Pengawas/Pembina Teknis, Kepala Sekolah dan para Guru secara rill. Usul dan Saran saya untuk Bapak: (1). Kembali ke Kurikulum KTSP 2006 adalah mutlak dengan tetap berusaha merivisi atau memperbarui hal-hal yang dianggap sudah tidak relevan dengan kemajuan IPTEK masa kini, tentunya dengan tetap memperhatikan peningkatan sarana dan prasarana yang ada dan tetap memperhatikan teknik penyiapan/diklat peningkatan mutu SDM-PTK yang berkelanjutan dan terevaluasi. (2) Untuk menghemat pengeluaran dana pemerintah, sekolah yang kan dijadikan percontohan penerapan kurikulum 2013 agar dikurangi jumlahnya. Menurut kami cukup 6 (enam) sekolah saja per kabupaten/kota dengan kategori: dua sekolah di pusat kab/kota, dua sekolah di pusat kecamatan, dan dua sekolah di tingkat desa/kelurahan dan sekolah tersebut dapat diseleksi berdasarkan hasil instrumen monitoring dan evaluasi terhadap 15 (lima belas) sekolah dasar yang telah melaksanakan Kurikulum 2013 sejak Tahun Pelajaran 2013/2014. (3) Kami mohon dengan sangat, di masa Kepemimpinan Bapak sebagai Kembuddikdasmen ini, agar segala sesuatu yang bersifat Keputusan Menteri, Buku Pedoman Pelaksanaan, dan Puku Petunjuk Teknis Pelaksanaannya untuk ditandatangani oleh pejabat yang berwenang dan dibubuhi cap stempel Kemdikbud (Dalam hal ini kami mohon agar Bapak tidak meniru kebiasaan Sdr. Muhammad Nuh sebagai Mendikbud yang tim work-nya suka membuat peraturan dan juknis serta menyebarkannya di media sosial sebelum surat, pedoman, dan juknis tersebut ditandatangani dan di cap stempel oleh Kemdikbud). (4) Kami mohon agar Bapak tidak tergesa-gesa membuat dan menandatangani Peraturan Menteri tentang pelaksanaan kurikulum, sebelum Bapak sendiri mengecek dan merasa yakin bahwa perangkat pendukung peraturan tersebut sudah siap/ready untuk dilaksanakan.
    Sekali lagi saya menyatakan MENYAMBUT BAIK dan MENDUKUNG keputusan Bapak.

    Hormat Saya,

    WARDINUR, S.Pd.
    Pengawas SD Kota Pekanbaru
    Email: maswardi65@yahoo.com

    Suka

    • John Edu said

      Yth, sdr. Wardinur. Tim Pengembang kurikulum.

      Bangsa Indonesia ini dapat maju jika dengan dipaksakan seperti kenaikan BBM, dipaksakan revolusi mental lainnya seperti menu singkong dll, jika tidak dipaksakan mereka manja dan merasa dizona nyaman tidak mau diusik. Bangsa ini perlu segera investasi generasi yg berpola pikir kritis kreatif dan mampu berkomunikasi dengan baik. kondisi sekarang peserta didik kita banyak menjadi korban cara guru menginstall sistematika berpikirnya. Pendidikan yang berbasis kompetensi sejak 2004pun sampai sekarang tetap berjalan basis materi. Kurikulum 2013 menukikkan konsep kompetensi secara tajam agar pola guru mengajar berubah dari mengedepankan materi ditingkatkan mengedepankan kompetensi. Ingat jika mengajarkan kompetensi tidak dapat meninggalkan materi. artinya jika mengajarkan kompetensi harus dengan materinya. jadi kurikulum berbasis kompetesi menghasilkan skill dan intelektual. kurikulum 2013 dilengkapi penyikapannya. filosofi pendidikan seperti ini segera secara revolusioner diterapkan oleh seluruh pelaku pendidikan di NKRI. secara filosofi kur 13 baik dan tidak menyesatkan. secara teknis perlu dimbangi oleh peran pelaku pendidikan, (guru, KS, pengawas, dan tim pengembang kurikulum, serta lainnya) untuk progresif mempelajari segala pedoman yang sudah dilahirkan mulai penilaian, panduan penyusunan KTSP, pedoman pendamingan ORTU, dan pedoman lainnya. sebagai tim pengembang tidak mudah menerima pedoman yang tidak resmi. padalah semua pedoman yang saya terima selalu berstempel dari dirjen atau pejabat berwenang. sekarang ini banyak instruktur yang demam panggung sok informen sehingga menyebarkan draf-draf yang merupakan bagian tugasnya mengamankan jika mereka sebagai tim penyusun.

      penyusunan kurikulum 2013 melalui kajian akademik, bukan kajian politik. jadi segala perangkat yeng mengiring sudah disiapkan termasuk program klinik untuk membantu kekurang pemahaman seperti di daerah tertinggal atau satuan pendidikan bahkan guru yang belum utuh memahami.

      jika evaluasinya menunggu kesiapan daerah terpencil/tertinggal/pinggiran, maka yang maju ikut teringgal. padahal kita ingin mengejar ketertinggalan bangsa ini dengan negara tangga saja sudah terlalu jauh. DEMI PERCEPATAN TERCAPAI STANDAR MANUSIA INDOENSIA YANG WAJIB SIAP HADAPI PASAR GLOBAL. MAKA berbagai ide teknis untuk percepatan daerah yang tertinggal perlu diporsikan lebih. jadi Bapak bangsa tidak harus jadi Pemegang kebijakan. Jadi Bapak bangsa dapat dilakukan dengan bertindak sebagai pendongkrak mental-mental anak bangsa yang konsumtif/tidak produktif, anak bangsa yang demam berstatus pelajar, tetapi bukan pembelajar. anak bangsa yang meremehkan bangsanya, tetapi bukan yang cinta tanah airnya. Mari kita Berganden tangan merapatkan barisan.membangun jiwa patriotisme generasi muda Indonesia.

      Suka

  7. Roni said

    keren gan article nya..kenjungi juga blog saya ya gan http://chaniaj.blogspot.com/

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: