Farhansyaddad weblog

Untuk Hari Esok Yang Lebih Baik

UN … oh …. UN …. Mengasyikan …. ???

Posted by abifasya pada 9 Mei 2014


Pelaksanaan UN di SMP PGRI 9 Bogor

Pelaksanaan UN di SMP PGRI 9 Bogor

Alhamdulillah ujian nasional tingkat SMP hari kamis kemarin telah selesai dilaksanakan, dan ujian Nasional Tahun ini adalah ujian yang paling mengasyikan buat saya, karena setelahnya tujuh tahun tidak terlibat dalam pengawasan silang tahun 2014 ini berkat izin dari Allah swt Alhamdulillah saya bisa turut serta dalam pengawasan silang, dan oleh panitia tingkat rayon saya di tempatkan di SMP PGRI 9 Bogor. Di hari pertama mengawas UN perasaan mengasyikan itu sudah saya rasakan dan sempat saya berkata “LUARRR BIASA”. Mengapa saya katakn itu karena tenyata soal yang disajikan di hari pertama yaitu mata pelajaran Bahasa Indonesia cukup membuat para pengawas keder, mengapa demikian karena soal tersebut terbagi ke dalam dua bagian, bagian pertama naskah soal yang bersampul dan bagian ke dua naskah soal yang tidak bersampul, tanpa diketahui sebelumnya adanya petunjuk pembagian soal. Wal hasil para pengawas mencoba menggabungkan soal seperti tahun lalu yaitu melihat kode di setiap halaman bila mendapatkan kode == maka akan disandingkan dengan kode yang sama ==, jika mendapatkan kode / maka disandingkan pula dengan kode /. Saat mencoba menyandingkan lembar soal pertama saja saya sudah bingung karena ketika disandingkan antara soal yang bersampul dengan soal yang tidak bersampul tidak ada kode yang cocok. Soal yang bersampul menggunakan beragam kode ada yang menggunakan kode /, ada yang menggunakan kode == dan lain-lain sementara naskah soal yang tidak bersampul semuanya menggunakan kode /.
Setelah menunjukan pukul 08.10 baru diketahui ada petunjuk pembagian soal yang memerintahkan kepada pengawas untuk membacakan petunjuk mengerjakan soal yang berbunyi sebagai berikut :

  • Kerjakan soal no 1 s.d. 12 dari naskah soal yang tidak bersampul
  • Kerjakan no 13 s.d. 38 dari naskah soal yang bersampul
  • Kerjakan no 39 s.d. 50 dari naskah soal yang tidak bersampul
  • Apabila ada nomor soal yang sama (antara naskah soal yang bersampul dengan yang tidak bersampul) maka yang dikerjakan dari naskah soal yang tidak bersampul. Jangan mengerjakan soal dengan nomor yang sama dari kedua naskah tersebut.

Otomoatis dengan ditemukannya petunjuk pembagian soal tersebut dan setelah dikonsultasikan dengan panitia UN di tempat saya mengawas para peserta ujian baru bisa mengerjakan soal pada pukul 08.15 menit.
Sebelum ujian berlangsung seperti itu permasalahan yang ada, dan saat ujian berlangsung masih juga terdapat masalah karena beberapa naskah soal yang diterima anak ada yang tida ada no 13 dan nomor 38, bukan hanya itu dibeberapa naskah soal yang diterima peserta ujian ada soal yang sama dengan nomor yang berbeda, diantaranya soal no 11 sama dengan soal nomor 22.
Di Blog ini pada tahun 2009 yang lalu saya menulis bahwa ujian nasional bisa menjadi musibah nasional, nampaknya tidaklah berlebihan jika pada tahun ini saya masih mengatakan hal yang sama pada system evaluasi tingkat nasional yang sejak tahun 2009 telah dibatalkan mahkamah konstitusi sebagai sebuah tragedy nasional yang sangat memilukan, karena ternyata pelaksanaan UN tahun 2014 ini tidak lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan penelusuran saya di dunia maya setidaknya ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan oleh para pemangku kepentingan agar tahun depan UN tidak perlu lagi dilaksanakan karena ternyata berbagai macam kecurangan tidak dapat dihindari, diantaranya :

  1. Jajaran polres gresik menemukan adanya aksi jual beli kunci jawaban Ujian Nasional tahun 2014 yang berlangsung tiga hari, sejak Senin (5/5) sampai Rabu (7/5/2014). TribunNews.com.
  2. Temuan ICW saat melakukan sidak di SMPN 67 Jakarta menemukan banyaknya telepon seluler dan alat komunikasi lain yang dibawa oleh murid peserta UN 2014 ke dalam kelas dan berisi bocoran kunci jawaban Matematika, B. Inggris dan Bahasa Indonesia. TribunNes.com.
  3. Kunci jawaban UN di Pontianak ditemukan berceceran di selokan sekolah, Menurut informasi yang terhimpun, kunci jawaban itu dijual seharga Rp 100 ribu ke peserta UN di satu SMP di Kota Pontianak.Hal ini, disampaikan langsung oleh seorang siswa SMP di Kota Pontianak yang ikut peserta UN kepada wartawan saat seusai ujian, Selasa (6/5/2014) siang. Tribunnews.com.
  4. Soal yang berbau POLITIK yang mencantumkan nama JOKOWI masih terdapat pada Soal Bahasa Indonesia untuk tunanetra. (Tribunnews.com). padahal wamendikbud memastikan tidak aka nada lagi nama jokowi dan tokoh-tokoh politik yang masuk ke dalam soal UN. (antaranews.com). Makanya pantaslah kalau Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ahmad Zainuddin mengatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) gagal menjaga netralitas pendidikan dengan adanya politisasi pada soal ujian nasional. (antaranews.com).
  5. Yang tidak kalah mengerikannya seorang siswa SMP Negeri 1 Tabanan Bali gantung diri seusai pulang mengikuti UN pada hari selasa. Diduga siswa tersebut frustasi karena merasa gagal mengerjakan soal matematika. (tribunnews.com).

Jika pelaksanaan Ujian Nasional dari tahun ke tahun lebih banyak madlaratnya maka sebaiknya untuk tahun depan ditinjau kembali pelaksanaannya.  maka apakah masih perlukah kita teriak …. UN … oh … UN ….. Asyiiikkkkkk …. ???
Wallahu ‘Alam.
Abifasya AsgarTigor

Iklan

3 Tanggapan to “UN … oh …. UN …. Mengasyikan …. ???”

  1. satriacopas said

    Kalau demikian madlaratnya lebih banyak dong ???
    Belum lagi saat kedatangan soal ke setiap kabupaten/kota, dikawal sedemikian ketat oleh polisi bersenjata lengkap.
    Pertanyaan nya, kalau masih terjadi jual beli kunci jawaban, berarti terjadi kebocoran. Kemana para polisi itu ?

    Suka

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, Abi Fasya….

    Kenapa berlaku banyaknya insiden kebocoran jawaban ya sehingga bisa dibeli pula. Dari mana jawaban itu bisa tersebar luar kepada publik sedangkan sepatutnya kertas soalan dan jawabannya dijaga rapi dalam peti kebal yang diletakkan dalam lokasi yang ketat dari pengetahuan umum sehinggalah selesai ujian. Yang lebih parahnya apabila anak-anak membawa hp ke dewan ujian. itu pasti menunjukkan longgarnya disiplin sekolah.

    Jika begitu banyak mudharat dari manfaatnta, pihak pemerintah perlu menukar corak ujian nasional yang lebih telus dan saksama. Menurut saya, didiplin dan amanah yang diberikan kepada para pembuat soal untuk ujian tingkat nasional seharusnya amanah dan telus dalam menjaga soalan agar tidak bocor di mana-mana.

    Mudahan ada pembaharuan di sana nanti agar anak bangsa Indonesia tidak terabai pendidikan yang benar dan betul.
    Salam hormat dari Sarikei, Sarawak. 🙂

    Suka

  3. Priyono said

    Kekacauan soal Bahasa Indonesi di jenjang SMP menurut berita yang saya baca ternyata karena sebelumnya pada soal tersebut mencantum nama salh seorang capres.
    itulah akbat vdari politisasi soal un

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: