Farhansyaddad weblog

Untuk Hari Esok Yang Lebih Baik

Telaah Soal USBN PAI Tahun 2014

Posted by abifasya pada 26 April 2014


Suasana Penelaahan Soal di SMPN 1 Bogor

Suasana Penelaahan Soal di SMPN 1 Bogor

Pada tanggal 24 Februari 2014 yang lalu telah dilakukan telaah soal dan kisi-kisi USBN PAI yang dikirim dari Bidang PAIS Prov. Jabar melalui Seksi PAIS Kemenag Kota Bogor, setelahnya ditelaah ternyata ada beberapa soal yang perlu dilakukan revisi. Sesuai dengan petunjuk pembuatan soal yang kami dapat saat pelatihan pembuatan soal pilihan ganda maka sebelum soal itu dirakit menjadi satu paket soal yang siap diujikan terlebih dahulu harus diperhatikan beberapa langkah berikut :

  1. Mengelompokkan soal-soal yang mengukur kompetensi dan materi yang sama, kemudian soal-soal itu ditempatkan dalam urutan yang sama.
  2. Memberi nomor urut soal didasarkan nomor urut soal dalam kisi-kisi.
  3. Mengecek setiap soal dalam satu paket tes apakah soal-soalnya sudah bebas dari kaidah “Setiap soal tidak boleh memberi petunjuk jawaban terhadap soal yang lain”.
  4. Membuat petunjuk umum dan khusus untuk mengerjakan soal.
  5. Membuat format lembar jawaban.
  6. Membuat lembar kunci jawaban dan petunjuk penilaiannya.
  7. Menentukan/menghitung penyebaran kunci jawaban (untuk bentuk pilihan ganda), dengan menggunakan rumus berikut.

    Rumus Sebaran Soal

    Rumus Sebaran Soal

  8. Menentukan soal inti (anchor items) sebanyak 10 % dari jumlah soal dalam satu paket. Soal inti ini diperlukan apabila soal yang dirakit terdiri dari beberapa tes paralel. Tujuannya adalah agar antar tes memiliki keterkaitan yang sama. Penempatan soal inti dalam paket tes diletakkan secara acak.
  9. Menentukan besarnya bobot setiap soal (untuk soal bentuk uraian). Bobot soal adalah besarnya angka yang ditetapkan untuk suatu butir soal dalam perbandingan (ratio) dengan butir soal lainnya dalam satu perangkat tes. Penentuan besar kecilnya bobot soal didasarkan atas tingkat kedalaman dan keluasan materi yang ditanyakan atau kompleksitas jawaban yang dituntut oleh suatu soal. Untuk mempermudah perhitungan/penentuan nilai akhir, jumlah bobot keseluruhan pada satu perangkat tes uraian ditetapkan 100. Perakit soal harus dapat mengalokasikan besarnya bobot untuk setiap soal dari bobot yang telah ditetapkan. Bobot suatu soal yang sudah ditetapkan pada satu perangkat tes dapat berubah bila soal tersebut dirakit ke dalam perangkat tes yang lain.
  10. Menyusun tabel konversi skor. Tabel konversi sangat membantu para pendidik pada saat menilai lembar jawaban peserta didik. Terutama bila dalam satu tes terdiri dari dua bentuk soal, misal bentuk pilihan ganda dan uraian atau tes tertulis dan tes praktik. Skor dari soal bentuk pilihan ganda tidak dapat langsung digabung dengan skor uraian. Hal ini karena tingkat keluasan dan kedalaman materi yang ditanyakan atau penekannya dalam kedua bentuk itu tidak sama. Nilai keduanya dapat digabung setelah keduanya ditentukan bobotnya. Misalnya, untuk soal bentuk pilihan ganda (45 soal dengan skor maksimum 45) bobotnya 60 % dan bentuk uraian (5 soal dengan skor maksimum 20) bobotnya 40 %. Untuk menentukan skor jadinya adalah skor perolehan peserta didik yang bersangkutan dibagi skor maksimum kali bobot. Tabel konversi ini merupakan tabel konversi sederhana atau klasik.

Bila kita perhatikan kesepuluh langkah di atas tidak menutup kemungkinan tim perakit soal di prov. Jabar tidak melakukan lankah yang ketiga karena ternyata setelah dilakukan penelaahan soal terdapat beberapa soal yang tidak sesuai dengan kaidah penulisan soal pilihan ganda, beberapa soal tersebut diantaranya adalah :

Soal Nomor 3

2. soal nomor 3

Soal tersebut jika ditelaah dari aspek materi tidak sesuai dengan aspek telaah nomor 3 (hanya ada satu kunci jawaban). Pilihan jawaban yang benar adalah B (1, 2, 3, dan 6). Sementara pilihan jawaban A, C, dan D akan menyesatkan karena dalam pilihan jawaban tersebut mencantumkan pilihan yang benar pula. Coba Perhatikan pilihan jawaban A disitu ada pernyataan no 1,2,3. Pada pilihan jawaban C ada pernyataan no 2 dan 3, dan pada pilihan jawabn D ada pernyatan no 3. Padahal pernyataan no 1, 2, dan 3 adalah pernyataan yang menggambarkan perilaku mencintai Al Qur’an.
Soal-soal yang tidak sesusuai dengan aspek telaah nomor 3 ini terjadi juga pada nomor : 11, 13, 14, 19, 23, 24, 26, 30, 33, 34, dan 39.

Kemudian jika soal tersebut ditelaah dari aspek Bahasa dan Budaya tidak sesuai dengan aspek telaah no 13 (menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, sub aspek pemakaian ejaan). Coba perhatikan pernyataan pada pokok soal! Penulisan angka pada pernyataan menggunakan tanda kurung (1), (2), dan seterusnya. Sementara dalam pilihan jawaban menggunakan angka tanpa menggunakan tanda kurung yaitu 1, 2, dan seterusnya. Padahal dalam kaidah jika dalam pernyataan (pokok soal) mengunakan angka yang berada dalam kurung seperti angka (1) maka dalam pilihan jawabanpun harus menggunakan kurung seperti A. (1), (2), (3) … dan seterusnya.
Soal-soal yang tidak sesusuai dengan aspek telaah nomor 13 ini terjadi juga pada nomor : 6, 9, 11, 12, 13, 14, 19, 23, 30, 34, 36, 39, dan 44.

Contoh Soal lebih baik :

3. SOAL LBH BAIK NB0 3 OK

SOAL NOMOR 4
Umat Islam wajib mengimani 4 kitab suci yang telah diturunkan oleh Allah kepada para Nabi-Nya. Namun Kitab-kitab Allah sebelum Al-Quran memiliki perbedaan dengan al-Quran, yaitu….
A. hanya diperuntukkan bagi kaum tertentu
B. menyempurnakan kitab sebelumnya
C. sebagai rahmat bagi seluruh alam
D. berlaku sampai akhir jaman

Soal tersebut jika ditelaah dari aspek materi tidak sesuai dengan aspek telaah no 1 (soal sesuai indicator). Berdasarkan hasil telaah soal tersebut tidak sesuai dengan indicator karena kemampuan yang hendak diukur oleh indicator adalah mengkategorikan perilaku mencintai Al Qur’an, sedangkan soal menanyakan perbedaan antara Al Quran dan kitab suci sebelum Al Quran.

Maka untuk soal no 4 ini MGMP PAI kota Bogor melakukan ijtihad, yaitu tetap membiarkan soal tersebut seperti itu tapi merubah kisi-kisi yang semula kisi-kisi itu berbunyi : “Disajikan beberapa perilaku terhadap al-Qur’an, peserta didik dapat mengkategorikan perilaku mencintai
al-Qur’an”. Berubah menjadi : “Peserta didik dapat membedakan antara Al Qur’an dan Kitab suci sebelum Al Qur’an”.

SOAL Nomor 6 : tidak sesuai dengan aspek telaah no 13. Penulisan ulul azmi sebaiknya bukan hanya dicetak miring tapi diawali dengan huruf besar Ulul Azmi.

Soal Nomor 20

4. no 20
Soal tersebut tidak sesuai dengan aspek telaah nomor 1 (soal sesuai indicator).  Soal tersebut tidak sesuai dengan kisi-kisi, karena kisi-kisinya menghendaki soal kondisi (diawali dengan kalimat disajikan … siswa dapat …) bukan soal biasa (tanpa kondisi).

Contoh soal lebih baik :
Perhatikan beberapa dalil berikut ini !
(1) وَيَقُولُونَ مَتَى هَذَا الْوَعْدُ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ
(2) لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
(3) وَالَّذِينَ سَعَوْا فِي ءَايَاتِنَا مُعَاجِزِينَ أُوْلَئِكَ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ
(4) ‏ ‏طُوبَى لِمَنْ هُدِيَ إِلَى الإِْسْلاَمِ وَكَانَ عَيْشُهُ ‏ ‏كَفَافًا ‏ ‏وَقَنَعَ
Dalil tentang qanaah terdapat pada nomor ….
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)

Soal No 24 :

Pada soal ini disajikan table yang berisikan hokum bacaan dan contoh bacaan, untuk hokum bacaan idgham bilaghunnah tidak ada contoh hokum bacaannya, karena pada table hanya ada contoh hokum bacaan idgham bighunnah. Selain itu jika dilihat dari aspek materi soal tersebut tidak sesuai dengan aspek telaah no 3 yang pembahasanya mengenai hal ini sesuai dengan hasil telaah soal USBN nomor 3.

Soal No. 26

5. no 26
Soal tersebut jika ditelaah dari aspek konstruksi tidak sesuai dengan aspek telah no 4 (pokok soal dirumuskan dengan singkat, jelas, dan tegas). Soal tersebut tidak dirumuskan dengan tegas karena hokum bacaan yang dikehendaki soal adalah qolqolah sughra, sementara pada pokok soal pernyataan (1) terdapat hokum bacaan sughra dan kubra, demikian juga pada pernyataan (4) dan (5). Selain itu jika dilihat dari aspek materi soal tersebut tidak sesuai dengan aspek telaah no 3 yang pembahasanya mengenai hal ini sesuai dengan hasil telaah soal USBN nomor 3.

Contoh Soal Lebih baik

6. no 26 lbih baik ok
Soal No. 33

7. nomor 33
Soal tersebut tidak hanya bertentangan dengan aspek telaah no 3 (sebagaimana telah dibahas pada telah soal no 3), solal no 33 pun jika dilihat dari aspek kontruski tidak sesuai dengan aspek telaah no 8 (gambar, grafik, table, diagram, atau sejenisnya jelas dan berfungsi). Tabel pada soal tersebut tidak berfungsi karena tanpa tabelpun peserta didik dapat mengerjakan soal dengan baik.

Contoh Soal lebih baik :
8. no 33 lbh b aik
Soal No. 35
Annisa berangkat pukul 07.00 WIB dari Bandung menuju Yogyakarta dengan menggunakan bis, dan sampai pukul 16.20 WIB. Ia belum melaksanakan shalat dzuhur dan Ashar. Tindakan Annisa yang tepat sesampainya di Yogyakarta adalah segera …
A. melaksanakan shalat Zuhur
B. melaksanakan shalat Asar
C. melaksanakan shalat Asyar dan Zhuhur dengan cara jamak qasar masing-masing 2 rakaat
D. melaksanakan shalat Asar dan Zuhur dengan cara jamak qasar masing-masing 4 rakaat

Soal tersebut jika dilihat dari aspek konstruksi tidak sesuai dengan aspek telaah no 9 (panjang pilihan jawaban relative sama), sementara pada soal tersebut panjang pilihan jawaban tidak sama.

Contoh soal lebih baik :
Kemarin siang Agam dan Gilang berangkat ke Ciamis. Pada saat menungu bus di terminal Baranang siang tibalah waktu Dzuhur. Agam dan Gilang merasa khawatir kalau mereka berdua akan sampai di Ciamis telah melewati waktu Ashar.
Tindakan tepat yang harus dilakukan Agam dan Gilang saat masih berada di Baranang siang adalah ….
A.Cukup Melaksanakan shalat Dzuhur saja karena waktu ashar belum tiba
B.Tidak usah shalat. Shalatnya nanti saja setelah sampai di Ciamis
C.Shalat Dzuhur dan Ashar dengan cara jamak taqdim dan qashar masing-masing 2 rakaat
D.Shalat Dzuhur dan Ashar dengan cara jamak takhir dan qashar masing-masing 4 rakaat

SOAL NO. 38

9. no 38

Soal tersebut jika dilihat dari aspek konstruksi tidak sesuai dengan aspek telaah no 5 (rumusan pokok soal dan pilihan jawaban merupakan pernyataan yang diperlukan saja), pada semua pilihan jawaban terdapat kata karena, padahal kata tersebut bisa dimasukan ke dalam pokok soal.

SOAL NO. 43

10. NO 43
Soal tersebut dilihat dari aspek materi tidak sesuai dengan aspek telaah no 3 (hanya ada satu kunci jawaban), sementara dalam soal tersebut memiliki 2 kunci jawaban yaitu pilihan jawaban B dan D.

Contoh Soal Lebih Baik

aaaa.
Soal Nomor :  44

11. no 44
Soal tersebut dilihat dari aspek Bahasa dan budaya tidak sesuai dengan aspek telaah no 13 (menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia). Pembahasan mengenai hal ini sesuai dengan pembahasan soal nomor 3.

Contoh sola lebih baik :

12. no 44 lebih baikDemikian hasil telaah soal USBN PAI Tahun 2014 yang dilakukan di MGMP PAI Kota Bogor, selanjutnya berikut ini kami juga sajikan tabel hasil telah soal berdasarkan aspek telaah soal yang meliputi aspek materi, konstruksi, dan aspek budaya/bahasa.

KARTU TELAAH SOAL
UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL TAHUN 2014

Mata Pelajaran             : Pendidikan Agama Islam

Bentuk Soal                   : Pilihan Ganda

Penelaah                        : MGMP PAI Kota Bogor.

Pada asspek Telaah soal diberikan tanda (V) bila sesuai kriteria dan tanda (X) bila tidak sesuai Kriteria.

Nomor 1 – 10

telaah 1-10N0m0r 11 – 20

telaah 11-20

Nomor 21 – 30

telaah 21-30

Nomor 31 – 40

telaah 31-40

Nomor 41 – 50

telaah 41-50

Demikian, semoga bermanfaat. Mohon maaf jika ternyata dari hasil telaah ini justru masih banyak kesalahan, dan ternyata mungkin saja soal yang dinyatakan tidak sesuai kriteria berdasarkan hasil telah MGMP PAI Kota Bogor, ternyata justru sesuai kriteria berdasarkan hasil telaah MGMP di Kabupaten kota yang lain. Untuk itu kritik dan saran serta komentar atas tulisan di atas sangat kami nantikan.

Wallahu ‘Alam.

Wassalaamu ‘alaikum wr. wb

==MGMP PAI==KOTA BOGOR==

 

Iklan

8 Tanggapan to “Telaah Soal USBN PAI Tahun 2014”

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, AbiFasya….

    Alhamdulillah, saya bisa mengetahui proses pelaksanaan bagaimana soal USBN diljalan di peringkat penggubal dan pemurniannya. Ternyata prosesnya sama dengan di Malaysia sebelum soalan ujian diluluskan untuk dijadi soalan sebenar yang diedarkan. Tampak rumit tetapi mempunyai nilai yang bisa disah dan dipercayai kerana telah ditelaah dengan baik dan secara efektif berdasarkan panduan silibus yang diajar.

    Kalau di Malaysia, proses telaah soal ujian ini dilakukan berpandu kepada Jadual Spesifikasi Ujian. Dilakukan dipelbagai peringkat bermula di sekolah, daerah,bahagian dan negeri. Semuanya bagi memastikan soal ujian itu mempunyai kesahan yang tinggi dan bisa dijawab baik oleh pelajar.

    Selamat berbakti untuk anak didik kepada semua guru di sana dan berbanggalah menjadi guru walau tugasnya sangat berat sekali.

    Salam hormat dari Sarikei, Sarawak. 😀

    Suka

  2. abifasya said

    Terimakasih cikgu atas kunjungannnya dan selalu memberikan komentar positif di blog saya,
    Al hamdulillah kalau ada kesamaan antara malaysia dan indonesia dalam menyikapi soal yg hendak diedarkan untuk dikerjakan oleh anak didik, walaupun benar proses penelaahan soal ini terkadang amat menjemukan, tapi insya Allah dalam hal ini ada pahala yang diberikan Allah.

    Suka

  3. satriacopas said

    Lengkap dan mencerahkan, tapi ada yang ane tetep belum faham. misalkan dalam artikel di atas tertulis : “Soal tersebut jika ditelaah dari aspek materi tidak sesuai dengan aspek telaah no 1 (soal sesuai indicator)”. maksudnya bagaimana ?

    Suka

  4. zapira said

    Aku ga ngerti dengan semua tulisan itu, karena itu bukan bidangku. Ayo dong Pak Nulis lebih banyak lagi tentang masa depan yang lebih baik, aku lagi galau nih perlu pencerahan tentang kehidupan berumah tangga.

    Suka

  5. Mumud said

    Makasih atas ulasannya, saya jadi tahu mana soal yang berkualitas dan yang tikdak

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: