Farhansyaddad weblog

Untuk Hari Esok Yang Lebih Baik

Menjadi Guru Qolbu

Posted by abifasya pada 16 Maret 2014


moh surya

Profesor Surya

Diakhir tulisan saya tentang mendidik dengan hati, saya menuliskan sebuah pertanyaan : Bisakah Kita Semua menjadi Guru Qolbu ?. Bersumber dari buku yang sama, yaitu EEn Sukaesih Sang Guru Qolbu, pertanyaan itu dapat dijawab. Karena pada buku tersebut disebutkan pendapatnya Profesor Surya yang menyatakan bahwa ada tujuh karakteristik yang menjadi sumber terwujudnya GURU QOLBU, yaitu :

  1. Keyakinan (faith) yang sungguh-sungguh difahami, dihayati dan diamalkan dalam keseluruhan perilakunya sebagai guru. Keyakinan ini bersumber dari agama, budaya, keilmuan, social dan sebagainya.
  2. Kebenaran (truth) yang bersumber dari kebenaran agama, budaya, keilmuan, dan sebagainya yang dijadikan landasan dalam keseluruhan pikiran dan tindakannya.
  3. Keharuan rasa (compassion) yang akan menjadi tali ikatan batin emosional antara dirinya sebagai pendidik dengan peserta didik. Dengan keharuan ini akan terjadi sikap empati kepada siapapun, khususnya kepada peserta didiknya.
  4. Rendah hati (humility), yaitu sikap untuk secara ikhlash menjadikan dirinya semata-mata sebagai hamba Allah dan melaksanakan tugasnya semata-mata sebagai wujud ibadah kepada Allah swt. Dengan demikian ia bersikap jauh dari rasa sombong, merasa diri paling hebat, merasa diri paling pintar.
  5. Cinta kasih (love) sebagai pondasi hubungan pedagogis anatar pendidik dan peserta didik. Cinta kasih merupakan cirri utama bahkan ruh atau spirit hubungan yang bersifat mendidik. Ini yang membedakan dengan jenis hubungan yang lain seperti hubungan birokratis, atasan bawahan, hubungan bisnis, hubungan medis, hubungan politis, dan sebagainya, tanpa cinta kasih tidak ada yang namanya pendidikan.
  6. Bersyukur  (gratitude) yaitu sikap untuk senantiasa mensyukuri apa yang telah terjadi dalam dirinya, khususnya bersyukur kepada Allah SWT, kepada orang tua, kepada bangsa dan Negara,kepada gurunya, kepada masyarakat, dan  bahkan kepada peserta didiknya.
  7. Keutuhan diri (integration) yang diwujudkan dalam keseluruhan perilaku sebagai cermin keutuhan pribadi. Guru Qolbu akan mampu menampilkan kepribadiannya secara utuh terpadu antara perasaan, ucapan, dan tindakan, anatara masa lalu, kini dan yang akan datang, antara dirinya dengan agama, pendidikan, pengalaman, status, keluarga, masyarakat dan sebagainya.

Demikian tujuh karakteristik menjadi guru Qolbu sebagaimana dikemukakan Prof. Surya, semoga bermkanfaat. Dan Semoga para guru yang ada di negeri ini bisa menjadi guru Qolu seperti halnya Ibu EEn sang Guru Qolbu.

Wallahu ‘Alam

Sumber : EEn Sukaesih Sang Guru Qolbu karya Zaenuddin HM

Iklan

10 Tanggapan to “Menjadi Guru Qolbu”

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, Abi Fasya….

    Menjadi guru Qalbu ternyata tidak semudah yang kita sangkakan. Ramai orang menjadi guru tetapi tidak ramai yang benar-benar digelar GURU SEBENAR GURU, KE SEKOLAH TIDAK JEMU, MENGAJAR TIDAK LESU. Keikhlasan hati dan kecintaan yang tinggi dalam jiwa menjadi seorang insan guru sanggup berkorban dan profesional dalam tugasannya.

    Ciri Guru Qolbu di atas sepatutnya menjadi kayu ukur kepada insan guru sedia ada dalam membentuk kewibawaan dirinya menjadi guru yang berkesan dalam profesion keguruan. Untuk mencapai tahap tersebut, insan guru perlu banyak belajar dari pengalaman dan komunikasinya dengan masyarakat sekolah. Proses ini memerlukan masa yang panjang dan dinilai oleh mereka yang dibimbing oleh kita sebagai cermin yang adil dalam memperolehi penghargaan dari jasanya sebagai guru yang digelar URU QOLBU.

    Terima kasih mengulagi lagi ciri-ciri tersebut. Mohon diizinkan saya copas untuk dibincangkan bersama para pelajar saya. Terima kasih didahulukan.

    Salam hormat takzim dari Sarikei, Sarawak. 😀

    Suka

    • abifasya said

      Wa alaikum salam
      Betul bu, menjadi guru qolbu guru yg sebenarnya guru memang bukanlah hal mudah. Butuh keikhlasan dg seluruh aspeknya untuk mengantar kita menjadi guru qolbu mulai dari shalahun niat, shalahul kaifiyat dan shalahul ghayat.

      Suka

  2. Mumud said

    Guru = digugu dan ditiru, sulit sekali saat ini untuk mendapatkannya. Kalaupun ada yang patut ditiru dalam satu hal, hal yang lainnya dari guru tsb terkadang tak layak dilakukan seorang guru

    Suka

  3. Satria said

    tujuh karakteristik tersebut gampang-gampang susah untuk diwujudkan

    Disukai oleh 1 orang

  4. Satria said

    Kunjungan pagi menjelang siang
    Smoga aktifitas kita pagi ini mendapat ridlo Allah swt

    Disukai oleh 1 orang

  5. Alfiyyah said

    Sudah selayaknya pendidik menjadi sebenarnya Guru,,, bukan sekedar menjadi pengajar. Sangat salut dengan bapak yang menjadi guru qolbu.

    Suka

    • abifasya said

      Betul bu sudah selayaknya pendidik menjadi sebenarnya guru, apalagi saat ini sudah ada yang namanya sertfikasi dan guru menjadi sebuah propfesi yang harus dipertanngungjawabkan bukan hanya dihadapan manusia tapi juga dihadapan Allah swt.
      Terimaksih telah berkunjung,
      salam takdzhim dari bogor

      Suka

  6. gURU QOLBU mungkin menjadi sebuah fenomena, mudah untuk diucapkan tapi sulit sekali untuk mendapatkannya. Selain Ibu EEn masih adakah ?,
    Abi … Guru Qolbu ga yah ?????, becanda bi. PISSSS

    Suka

    • abifasya said

      Insya Allah masih banyak guru qolbu yang belum bermunculan dan tidak terekspos media, walaupun mungkin lebih banyak di daerah,
      Abi ?????, maunya sih bgitu dan akan berusaha untuk menjadi guru qolbu 😆 🙂 😉

      Suka

  7. Mumud said

    Dengan tujuh karaktersitik itu bisa mengasntarkan guru menjadi seorang guru qolbu. Bahkan sebenarnya kita bisa menyederhanakan lagi dengan Sidiq, Amanh, Fatonah, Tabligh. Sebagai sifat yang dimikliki oleh Maha Guru kita Rasulullah SAW.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: