Farhansyaddad weblog

Untuk Hari Esok Yang Lebih Baik

RENUNGAN PASCA TAHUN BARUAN

Posted by abifasya pada 2 Januari 2014


Perayaan-Malam-Tahun-Baru-di-Bundaran-HIDiakui atau tidak kita semua sering kali tidak pernah mau belajar dari apa yang telah terjadi pada masa lalu. Saat kita mendapatkan sesuatu yang tidak enak selepas melakukan suatu perbuatan seketika itu juga kita berkata “kapok” dan tak akan lagi melakukan perbuatan serupa di masa yang akan datang. Tetapi begitu perasaan tidak enak itu berlalu seketika itu juga kita lupa dan kembali melakukan perbuatan yang sama di tahun-tahun berikutnya. Demikian halnya apa yang terjadi pada pemerintah DKI setahun yang lalu   musibah banjir yang terjadi pasca perayaan tahun baruan seolah tidak lagi mengingatkan mereka betapa perbuatan itu (perayaan tahun baruan) lebih banyak mendatangkan kemadlaratan dibanding manfaatnya, tidaklah salah apa yang pernah dipesankan oleh Rasulullah bahwa : “tidaklah akan datang suatu masa kecuali masa tersebut lebih jelek dari masa sebelumnya”.

Coba kita perhatikan beberapa kejadian (musibah) yang terjadi selepas perayaan tahun baruan 2014 baik yang dilakukan di jakarta maupun di daerah-daerah lain di Nusantara :

  1. Terjadi pencemaran lingkungan yang disebabkan adanya penumpukan sampah sampai 300 meter kubik di Jakarta Timur
  2. Terjadi   pencemaran lingkungan yang disebabkan adanya penumpukan sampah sampai 20 Truk (sekitar 150 Ton Sampah) di sekitar Lokasi penyelenggaraan Jakarta Night Festifal (JNF)
  3. Adanya pengalihan arus lalulintas demi terselenggaranya JNF. Hal ini jelas menyebabkan terganggunya lallulintas di kawasn tersebut dan ini adalah sebuah kemadlaratan
  4. Terjadi Kerusakan tanaman hias dan lampu taman di sekitar lokasi penyelenggaraan JNF
  5. Dilaporkan terjadi pencopetan kepada 21 orang pengunjug penyelenggaraan JNF
  6. Dua rumah terbakar ludes dilalap sijago merah akibat kembang api yang masuk ke rumah warga saat perayaan tahun baruan di Manado
  7. Tiga orang tewas, dan 23 orang lainnya terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit akibat keracunan ikan buntal sehabis perayaan tahun baru 2014 di Nusa Tenggara Barat
  8. Seorang bupati tidak lagi memperhatikan warganya dan tetap asyik bernyanyi saat Konser Grup Band JIGAZ dalam rangka perayaan tahun baru di Batang Jawa Tengah, padahal rakyatnya dalam kondisi mabuk dan ricuh tak terkendali.

(Dari Berbagai Sumber)

Dan mungkin masih banyak lagi musibah-musibah yang terjadi saat kita lalai dan tidak lagi mengingat Allah, yang tidak kalah memprihatinkan terjadinya banjir kondom pada malam tahun baru di beberapa daerah di Indonesia. Padahal saat tahun berganti tidak sadarkah kita bahwa di tahun yang baru ini kematian lebih dekat kepada kita dibanding tahun sebelumnya, bahkan kitapun sering lupa bahwa dengan datangnya tahun yang baru kiamatpun akan lebih dekat menyapa kita. Dan sadarkah kita bahwa sebenarnya perayaan tahun baru pada hakikatnya adalah senjata kaum kafir imperialis dalam menyerang kaum Muslimin untuk menyebarkan ideologi setan. Yakni, sekulerisme dan pemikiran-pemikiran turunannya seperti pluralisme, hedonisme-permisivisme, dan konsumerisme untuk merusak kaum muslimin, sekaligus menjadi alat untuk mengeruk keuntungan besar bagi kaum kapitalis. Bahkan apakah kita semua belum tahu kalau sesungguhnya perayaan tahun baru adalah perayaan khayali yang bersumber dari tradisi pagan (penyembah benda-benda langit), dan itu adalah budaya kufur yang kita semua tidak perlu mengikutinya dengan cara turut serta merayakanya, ikut-ikutan meniu terompet, belajar menghitung (hitung mundur), apalagi sex bebas … naudzubillah.

Banyak para ulama dan para penggiat dakwah yang telah memberikan penjelasan tentang haramnya penyelenggaraan tahun baru, tapi berbagai macam argumen kita keluarkan demi melegalkan apa yang kita lakukan pada saat perayaan tahun baru. Padahal sebenarnya hati kita yang paling dalam pun mengakui bahwa perbuatan itu tidak sesuai dengan syariat Islam.

Semoga kita semua terhindar dari azab Allah, karena kita abai terhadap perintahNya dan asyik masyuk untuk tetap melakukan semua yang dilarang-Nya.

Sumber gambar : i.Today

Iklan

15 Tanggapan to “RENUNGAN PASCA TAHUN BARUAN”

  1. Reblogged this on pena buguru.

    Suka

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, AbiFasya….

    Telah menanglah para kuffar Barat (yahudi dan nasrani) menghancurkan jiwa Islami umat Islam di seluruh dunia. Bukan sahaja di Indonesia dan Malaysia, malah seluruh dunia Islam telah terpengaruh dengan upacara sambutan tahun baru yang merosakkan akhlak dan moral umat Islam.

    Rasulullah SAW bersabda bahawa “Umat Islam akhir zaman, banyaknya laksana buih di lautan tetapi sangat lemah dan tidak kuat. Mudahan Allah tidak menimpa bala atas kita saat orang lain berbuat maksiat. Allahu Akbar. Salut buat Banda Acheh yang telah mengharamkan sambutan ini dan sudah difatwakan.

    Salam hormat takzim dari Sarikei, Malaysia. 😀

    Suka

  3. kang haris said

    Naudzubillah, ini benar-benar memprihatinkan. Semoga kedepan kita semakin sadar.

    Suka

  4. zapira said

    sekarang banjir di mana2, krn arogansi manusia yang hampir lupa dengan Tuhan-Nya, saat perayaan Tahun baru mereka kirim petasan ke langit, kini langit membalasnya dengan air. masih mending bukan petasan yang diturunkn langit.
    wallahu ‘alam.

    Suka

  5. Rais said

    Subhanaka maa khalaqta hadza bathila..
    dari semua musibah yang ada Insya Allah tersisip hikmah yang luar biasa.
    Kemaksiatan yang selama ini kita lakukan, selayaknya sudah dihentikan sejak dahulu atau kalau tidak, azab Allah akan menimpa kita
    naudzubillah

    Suka

  6. Satria said

    Kesenangan sesaat di malam tahun baru harus ditebus dengan banjir yang cukup lama

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: