Farhansyaddad weblog

Untuk Hari Esok Yang Lebih Baik

Bagaimana Pola Asuh Anda ?

Posted by abifasya pada 9 Januari 2011


pola asuh

Republika Hari ini banyak sekali menyajikan berita yang bermanfaat (emang republika mah selalu bermanfaat), mulai dari halaman depan gambarnya aja dah bikin penasaran untuk baca, gambar yang dimuat adalah Laga perdana LPI yang disebut oleh PSSI sebagai liga yang ilegal. Dibawahnya ada tulisan dengan hurup yang dicetak tebal : “KPK Bidik Backing Gayus”. di rubrik siesta parenting ada tulisan sesuai judul di atas, saya ingin berbagi dengan para pembaca yang hari ahad ini tidak sempat beli koran, berikut selngkapnya :

Bagaimana Pola Asuh Anda?

Meskipun pola asuh tak dapat dijabarkan sebagai transaksi hitam putih. Namun, psikolog asal Amerika Diana Baumrind dalam penelitiannya Parenting Styles membagi pola pengasuhan dalam empat jenis.

DEMOKRATIS

  • Memprioritaskan kepentingan anak
  • Tak ragu untuk mengendalikan anak dengan sikap yang realistis dan tidak berlebihan.
  • Anak biasanya jadi mandiri, mudah bergaul, mampu menghadapi stres, dan mampu bekerja sama dengan orang lain.

OTORITER

  • Menetapkan standar mutlak yang harus dituruti.
  • Terkadang disertai dengan ancaman.
  • Anak biasanya akan menjadi tak percaya diri, penakut, pendiam, tertutup, tidak ber inisiatif, gemar menentang, suka melanggar norma. Mereka juga akan memiliki kepribadian yang lemah dan sering kali menarik diri dari lingkungan sosialnya.

PERMISIF

  • Memberikan pengawasan sangat longgar terhadap sang anak.
  • Memberikan kasih sayang berlebihan dan tidak pernah menegur sang anak bila berbuat salah.
  • Anak biasanya akan menjadi impulsif, tidak patuh, manja, kurang mandiri, mau menang sendiri, kurang percaya diri, dan kurang matang secara sosial.

PENELANTAR

  • Tak memberikan perhatian yang cukup kepada anak.
  • Orang tua biasanya sibuk dengan urusan pribadi.
  • Anak cenderung moody, impulsif, agresif, kurang bertanggung ja wab, tidak mau mengalah, memiliki harga diri yang rendah, dan bermasalah dengan teman.

Tambahan saya :

dari keempag pola asuh di atas, pola mana yang anda pakai ?

apapun pola yang anda pilih dan anda gunakan, anda harus siap menghadapi akibat dari pola asuh yang anda gunakan tersebut, jangan sampai anda berharap menjadikan anak yang sholeh tetapi dengan pola asuh yang salah, masih ingat dengan pesan Dorothy Nolte ?

untuk mengingatkan kembali silahkan simak pesan Dorothy berikut ini :

Jika anak hidup dengan kecaman, mereka belajar untuk mengutuk.

Jika anak hidup dengan permusuhan, mereka belajar untuk melawan.

Jika anak hidup dengan ketakutan, mereka belajar untuk menjadi memprihatinkan.

Jika anak-anak hidup dengan belas kasihan, mereka belajar untuk mengasihani diri sendiri.

Jika anak hidup dengan ejekan, mereka belajar untuk menjadi pemalu.

Jika anak hidup dengan kecemburuan, mereka belajar  iri hati.

Jika anak hidup dengan rasa malu, mereka belajar untuk merasa bersalah.

Jika anak-anak hidup dengan toleransi, mereka belajar untuk bersabar.

Jika anak hidup dengan dorongan, mereka belajar untuk menjadi percaya diri.

Jika anak hidup dengan pujian, mereka belajar untuk menghargai.

Jika anak hidup dengan persetujuan, mereka belajar untuk menyukai diri mereka sendiri.

Jika anak-anak hidup dengan penerimaan, mereka belajar untuk menemukan cinta di dunia.

Jika anak-anak hidup dengan pengakuan, mereka belajar untuk memiliki tujuan.

Jika anak hidup dengan berbagi, mereka belajar untuk bermurah hati.

Jika anak-anak hidup dengan kejujuran dan keadilan, mereka belajar apa kebenaran dan keadilan.

Jika anak hidup dengan keamanan, mereka belajar untuk memiliki iman dalam diri mereka dan orang-orang di sekitar mereka.

Jika anak-anak hidup dengan persahabatan, mereka belajar bahwa dunia adalah tempat yang bagus di mana untuk hidup.

Jika anak hidup dengan ketenteraman, mereka belajar untuk memiliki ketenangan pikiran.

Dengan apa anak-anak anda hidup?

Bisa dipastikan kalo kita sering SOSPOL (sosorongot jeung popolotot) kepada anak kita, dengan alasan agar anak kita mandiri dan tidak memiliki ketergantungan pada yang lain atau apapun alasannya, yang terjadi bukannya menjadi anak yang mandiri tapi anak anda akan jadi TINGGAR KALONGEUN alias loba cengo olohok ngembang kadu, minder, ga pd, selalu takut salah, gak berani mengambil keputusan, dan seabreg penyakit rendah diri laiinya. Jadi kalou mau anak kita Shaleh jangan menggunakan cara yang salah. Ibarat mau bikin surabi tapi menggunakan citakan bandros, walaupun adonannya adonan surabi tapi dibuat dina citakan bandros tetep aja orang akan menyebutnya bandros bukan surabi.

sumber tulisan : Republika, Minggu 09-01-2011

Sumber gambar : kompilasi software islami

Iklan

9 Tanggapan to “Bagaimana Pola Asuh Anda ?”

  1. alamendah said

    (Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!
    Saya selalu berusaha dan belajar untuk demokratis, walaupun sering kali untuk itu malah terjebak pada sikap otoriter.

    Suka

  2. BosTomat said

    untuk membentuk anak yang shaleh terkadnag kita harus otoriter … ❓

    Suka

  3. Patriani said

    AL hamadulillah dapat masukan, … jadi selama ini pola asuh ku salah ya pak ? aku mengira kalau kekerasan itu bisa mengantarkan anak menjadi anak yang shaleh …, sekali lagi makasih ..

    Suka

  4. komuter said

    mudah-mudahan saya termasuk yang demokratis….

    Suka

  5. Yudi said

    pengenya sih demokratis, tapi malah jadi penelantar.

    Suka

  6. danias said

    nah itu dia bi, makanya aku bingung cari istri nih…, takut kalo punya istri memilih pola asuh yang salah untuk anak-anak ku.

    Suka

  7. dikathea said

    Bagi kami sebagai seorang anak meniru apa yang diperbuat orang tua jauh lebih mudah dilaksanakan daripada yang diucapkannya.

    Suka

  8. Ketika masalah datang selesaikan dng cepat sebelum menjadi lbh buruk atau kekhawatiranmu membuatnya makin rumit.

    Suka

  9. Sahabat adalah seseorang yg slalu ada disampingmu yg sabar mendengarkan keluh kesahmu dan bersedia menemanimu menjalani hidup

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: