Farhansyaddad weblog

Untuk Hari Esok Yang Lebih Baik

Formula Baru Ujian Nasional 2011

Posted by abifasya pada 18 Desember 2010


foto TUC-1 2010

Walaupun permohonan kasasi pemerintah tentang ujian nasional telah ditolak mahkamah agung sejak 14 September 2009, yang seharusnya pelaksanaan ujian Nasional tahun ini ditiadakan tapi ternyata pemerintah masih keukeuh akan melaksanakan ujian nasional, sehingga tidak menutup kemungkinan ujian nasional kali ini pun akan berjalan seperti tahun sebelumnya menjadi MUSIBAH NASIONAL karena diwarnai dengan berbagai macam kebohongan dan kecurangan yang sistimatis, alih-alih ingin meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan tapi yang terjadi justru pengekalan kecurangan dan kebohongan yang berkepanjangan.

Selalu saja ada alasan pemerintah untuk tetapa melaksanakan ujian nasional, yang walaupun disebutkan bahwa UN bukan satu2nya penentu kelulusan tapi keukeuh saja yang menjadi penyebab ketidak lulusan para peserta didik adalah UN karena hampir tidak ada sekolah yang mentidak luluskan anak didiknya yang telah lulus ujian nasional, kalaupun ada yang sempat saya dengar adalah salah satu sekolah di Kalimantan.

Ujian Nasional 2011 ternyata tetap akan dilaksanakan walaupun sebenarnya saya tetap berdoa agar ujian nasional ini tetap tidak dilaksanakan. Karena ternyata pagi ini saya membaca info yang bertentangan dari situsnya kemdiknas dengan running text yang ada di salahsatu TV swasta tadi malam, selengkapnya bunyi artikel yang ada dalam situs tersebuat adalah sebagai berikut :

UN Untuk Hargai Proses Belajar Mengajar

Dalam rapat kerja Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) dengan Komisi X DPR RI, dengan agenda “Formulasi dan Pelaksanaan UN 2011”, Menteri Pendidikan Nasional menyampaikan manfaat hasil ujian nasional. Hasil UN digunakan untuk memetakan mutu program satuan pendidikan secara nasional; pintu masuk untuk pembinaan dan perbaikan mutu pendidikan, baik di tingkat satuan pendidikan maupun naional; mendorong motivasi belajar siswa; dan mendorong penigkatan mutu proses belajar megajar.

Intervensi untuk perbaikan mutu pendidikan berdasarkan pemetaan hasil UN bertujuan untuk meningkatkan nilai rata-rata, mempersempit standar deviasi, dan memperbaiki nilai terendah. Prinsip (berkesinambungan (continuity) pun dijaga. Kesinambungan untuk masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,  kesinambungan bagi siswa dari sosial ekonomi kurang mampu masuk ke Perguruan Tinggi (PT), dan,”kesinambungan bagi siswa dari  satu daerah masuk ke PT di wilayah lain untuk mengurangi disparitas antar wilayah dalam penerimaan mahasiswa baru melalui seleksi nasional,” ujar Menteri Nuh dalam rapat yang diadakan awal pekan ini .

Adapun hasil keputusan rapat kerja adalah UN 2011 tetap dapat dilaksanakan dengan catatan, pertama, standar kelulusan ditentukan dengan formula baru yang mengakomodasi nilai rapor dan ujian sekolah. Kedua,, meningkatkan rasa adil bagi peserta didik. Ketiga, lebih meningkatkan mutu kelulusan pendidikan.

Dalam kaitan dengan formula baru untuk menentukan kelulusan peserta didik, Komisi X DPR RI meminta Pemerintah agar dijadikan pertimbangan yang sungguh-sungguh. Komisi X DPR juga memberikan catatan untuk penyempurnaan pelaksanaan UN.

Sedangkan untuk data pokok pendidikan, pelaksanaannya perlu memperhatikan catatan hasil Panitia Kerja UN DPR. Poin-poinnya antara lain  pelaksanaan pendataan tidak hanya lima variabel yang diusulkan  Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdiknas. Namun, termasuk pendataan standar mutu pendidikan nasional. Pendataan harus selesai pada 2011.

Adapun untuk Badan Standar Nasional (BSNP), Komisi X DPR meminta pemerintah segera mengonsolidasikan  badan ini agar benar-benar menjadi lembaga yang mandiri sesuai Pasal 75 Ayat (2) PP No.19/ 2005 serta penjelasannya.

Demikian isi dari situs Kemdiknas tersebut. Salah satu point yang perlu diberikan catatan dari tulisan di atas adalah alinea ketiga. Padahal tidak perlu repot2 mencari formula baru untuk menentukan standar kelulusan, kembalikan saja formula itu ke UU SISDIKNAS, yaitu bahwa evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional bukan dijadikan sebagai salah satu penentu kelulusan (cuplikan pasal 57 ayat 1). Jadi Kalaupun keukeuh UN itu harus dilaksanakan jadikanlah sebagai pemetaan mutu pendidikan, soal penentuan kelulusan kembalikan saja ke sekolah masing2. Karena Jika UN dijadikan sebgai salah satu penentu kelulusan maka keadaannya menjadi kontra produktif dengan diberlakukannya KTSP. KTSP yang merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan di masing-masing sekolah akan menjadi tidak berarti keberadaannya jika UN dijadikan salah satu penentu kelulusan. Dimana letak kemandirian sekolah dalm melakukan pengelolaan pendidikan jika dalam penilaian intervensi pemerintah masih sangat kuat. Selanjutnya ruh KTSP pun akan hilang jika dalam proses pembelajaran di setiap sekolah di masing-masing daerah menggunakan kurikulum yang disusun dan dilaksanakan oleh satuan pendidikan masing-masing dengan visi-misi-dan tujuan pendidikan yang disesuaikan sementara standar kelulusannya ditentukan oleh pemerintah pusat bahkan dengan instrumen yang dibuat oleh pemerintah pusat juga. Dengan demikian bisa dipastikan kalau UN tetap dilaksanakan akan sangat bertentangan dengan TUJUH PRINSIP PENGEMBANGAN KTSP (silahkan dibaca lagi).

Bukan hanya itu, pelaksanaan UN pun seringkali menyerat pimpinan di sebuah sekolah melakukan perbuatan diskriminatip kepada mata pelajaran yang tidak di UN kan, bahkan sering terjadi pada bulan yang mendekati UN misalkan kalau UN dilaksanakan pada bulan April maka sejak bulan Pebruari para siswa hanya belajar 4 mata pelajaran yang di UN kan sementara mata pelajaran lain seringkali dianggap selesai dan tidak sempat disajikan lagi padahal kompetensi yang harus dicapai siswa belum tuntas.

Kalau kita perhatikan tujuan pendidikan nasional yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Apakah benar tujuan pendidikan nasional itu akan tercapai jika hanya mengedepankan keempat mata pelajaran yang di UN kan ?

Semoga menjadi bahan renungan kita semua.

Wallahu ‘Alam.

Iklan

22 Tanggapan to “Formula Baru Ujian Nasional 2011”

  1. Kakaakin said

    Jadi berdebar-debar juga nih tahun ini, karena salah seorang keponakan saya ada yang kelas XII

    Suka

  2. alamendah said

    (Maaf) izin mengamankan KEDUAX dulu. Boleh, kan?!
    Masih menunggu kepastian formula itu, Pak.

    Suka

  3. sumardi said

    ambil mudah nya aja kang sesuai yg dicontohkan pemerintah yg sllau mau ngambil mudahnya, kita juga gak usah bikin KTSP, RPP, Silabus dan kelengkapan lainnya …., Gimana kalau Bgitu ?

    Suka

  4. antibid'ah said

    hanya satu kata BATALKAN un !

    Suka

  5. irmawaty said

    semoga mutu pendidikan di Indonesia makin maju saja.

    Suka

    • Rini listyani said

      Keberhasilan Pendidikan harus selalu di landaskan kejujuran dari berbagai pihak yang meliputi :
      -peserta didik
      -pendidik
      -orang tua dan masyarakat
      maka Insya Allah mutu pendidikan kita akan makin berkwalitas… amiin ya robbal alamiin

      Suka

  6. Itulah yang saya rasakan berbeda dengan pendidikan kita yang berbasis pada teori, tulisan bukan praktikum. Padahal terkadang yang pintar saja belum tentu bisa ketika didunia kerja. Sekarang Lulus UN apakah bisa menjamin mereka krdibel????

    Salam hangat dari Balikpapan…

    Suka

  7. BosTomat said

    ternyata kemetriaan yang ngurus pendidikan saja, mendidik rakyatnya untuk tidak taat keputusan MK. Bagaimana rakyatnya ya …????

    Suka

  8. BosTomat said

    ternyata kemetriaan yang ngurus pendidikan saja, mendidik rakyatnya untuk tidak taat keputusan MK. Bagaimana rakyatnya ya …????/

    Suka

  9. cep Uman said

    mudah-mudahan saja semuanya bisa lulus,

    Suka

  10. Jangkar Mas said

    tidak ada gading yang tak retak, berikanlah kesempatan kepada kemdiknas untuk melaksanakan formula baru tersebut. perbesar husnudzhon jangan suudzhon

    Suka

  11. rasyid said

    Sekedar hanya dijadikan standarisasi mutu pendidikan sih ok2 aja, tapi tetap akan jadi masalah jika tetap dijadikan salahsatu penentu keluluusan

    Suka

  12. antiVir said

    selamatkan generasi ini dari virus UN ….., semua itu hanya meamksakan kehendak dan pelanggaran HAM Berat, waspadalah ….

    Suka

  13. kangputra said

    Mudah-mudahan langkah ini benar2 menjadi solusi alternatif peneyelesaian masalah UN. Mungkin Formula Baru ini banyak ditunggu orang.

    Suka

  14. farida said

    apakah keputusannya sdh final….
    kasian anak2 yg lulus thn ini khususnya yg kls 12, selalu jd percobaan…. wkt kls 9, merekalah yg mulai 6 mata pelajaran pd saat UN…. sekarang formulanya baru dlm menentukan kelulusan…. betul Kang… mdh2an tdk jadi musibah NASIONAL

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: