Farhansyaddad weblog

Untuk Hari Esok Yang Lebih Baik

WASPADAI “BIONG” PPDB

Posted by abifasya pada 25 Juni 2010


Beginilah Biyong Beraksi

Ketulusan niat pak wali kota untuk menciptakan suasana bersih dalam Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) perlu mendapat dukungan dari semua pihak, terutama dari Dinas Pendidikan dan para Kepala Sekolah, Jangan sampai Niat suci itu bagaikan Rahib di atas kertas tetapi bak tikus di tataran realita.

Biong-Biong PPDB sejak 23 Juni kemarin mulai berkeliaran, tidak sedikit diantara mereka yang mencatut nama pejabat untuk memuluskan aksinya memasukan korbannya ke sekolah tertentu, aksi jitu para BIONG dengan mencatut nama pejabat itu biasanya memang benar-benar membuat Panitia PPDB tidak bisa berkutik, akhirnya edaran pak wali yang demikian suci itu hanya ibarat wasiat bittaqwa yang disampaikan khatib saat khutbah jum’at yang oleh mustaminya di dengar dari kuping sebelah kiri dan keluar dari kuping sebelah kanan. Bahkan bukan hanya Panitia PPDB yang tidak bisa berkutik, Kepala Sekolah yang seharusanya memberikan teladan yang baik dalam rangka mendukung SERUAN PAK WALI terkadang dibuatnya tak berdaya, karena Kepala Sekolah pun khawatir dengan posisinya, karena jangan-jangan bila saya tidak meloloskan keinginan pejabat tsb bisa-bisa saya diberhentikan jadi KEPSEK, barangkali demikian gerentes hati para kepsek jika dihadapkan pada masalah seperti ini.

Celah untuk melakukan kecurangan pada Sistem PPDB tahun ini agak terbuka lebar, karena saringan masuk SMP/SMA di Kota Bogor Tahun ini tidak hanya berdasarkan Nilai UN/UASBN Murni saja tetapi merupakan  menggabungkan antara hasil Nilai hasil UASBN/UN dan Nilai hasil tes sebagaimana dijelaskan dalam Buku Petunjuk Operasional PPDB halaman 20 poin b yang berbunyi : “Seleksi berdasarkan peringkat pejumlahan nilai UASBN murni dan hasil tes Akademi sampai dengan daya tampung yang telah ditetapkan oleh kepala Dinas”.

Lebih memprihatinkan lagi jika penodaan edaran walikota itu dilakukan oleh orang yang sebetulnya memiliki kedudukan terhormat di masyarakat seperti pak RT, Pak RW, Pak Lurah, Pak Camat, bahkan ANGGOTA DEWAN YANG TERHORMAT. Seharusnya dengan kedudukan yang dimilikinya mereka berada di garda paling depan untuk mendukung edaran walikota ini. Jadi alangkah naifnya jika mereka justru melakukan perbuatan yang tidak mendukung edaran walikota yang sangat mulia tersebut.

Hidup Pak Wali …

Saya dukung Penuh Kebijakan Bapak, walaupun saya tidak berarti apa-apa …

Semoga aparatur di bawahnya juga mendukung …

Waspadalah dengan ulah para BIONG yang akan mengotori edaran walikota yang amat suci dan mulia ini.

Iklan

10 Tanggapan to “WASPADAI “BIONG” PPDB”

  1. Rio said

    Dari tahun lalu juga edaran serupa telah ada, tapi keukeuh aja kenakalan itu terjadi juga. Yang nitip tetep aja ada, apalagi kalo yang nitip itu anggota dewan yang terhormat…..kacau dah dunia mistik. heheheh 😆 😆

    Suka

  2. Hello-
    semoga artikel ini berguna bagi para pembaca,,,
    salam hangat dari pulau Bali….

    Suka

  3. Mau masuk sekolah saja curang amat, ck ck ck.. Kasihan anaknya masuk sekolah dengan cara yang bodoh.. 😦

    Suka

  4. semoga lancar deh buat adik adik yang sedang mendaftar, sukses selalu untuk semua pak-bu guru yang tiada lelah berikan ilmunya pada bangsa ini

    Suka

  5. artikel nya bagus bgt,….

    Suka

  6. remi said

    biong sudah ada sejak dulu…………..kalau tdk ada yg mengawas langsung dilapangan

    Suka

  7. mandor said

    Hari ini sungguh saya sangat kecewa, karena semua tag yang diarahkan ke smp 5 tak satupun yang memuat pengumuman hasil PPDB, padahal hasil PPDB itu bukan rahasia. Di zaman canggih bgini mengapa juga harus mengumumkan hasil pake amplop (manual) kenapa tidak melalui website saja, katanya PPDB online, tapi mana buktinya ?. Jika memang belum siap online jangan sok dulu deh….,
    Soal biong … tolong deh dicermati karena tenyata disekitar smp 5 pun kayanya banyak biong deh, bahkan saat pendaftaran saya mendengar dg telinga sy sendiri ada seorang guru yang berpenampilan sangat rapi dan meyakinkan dia menelepon seseorang dlm isi percakapannya sangguru meminta nomor tes calon siswa dan diakhir cerita dia berkata…., pokoknya tenang aja nanti akan saya usahakan agar putra bp bisa diterima di SMP 5. Nah kalo yg begitu gimana ?
    Kayanya kena dg peribahasa : “menepuk air di dulang terciprat muka sendiri”

    Suka

  8. dedekusn said

    Kebiakan hebring dari Pak Walikota, patut dicoba nih oleh pimpinan daerah yg lain…

    Suka

  9. Piss said

    Di daerah sayah mah kang PSB taun ini lumayan bikin rieut jangar.. hehe…

    Suka

  10. Fitri said

    Blogwalking. 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: