Farhansyaddad weblog

Untuk Hari Esok Yang Lebih Baik

Mahkamah Konstitusi Tolak Uji Materi UU Penodaan Agama

Posted by abifasya pada 19 April 2010


Mahkamah Konstitusi

Hidayatullah.com—Mahkamah Konstitusi (MK), Senin,  (18/4), menolak permohonan pemohon judicial review UU No 1/PNPS/1965 tentang Larangan Penodaan Agama. Putusan ini langsung disambut dengan teriakan takbir oleh pengunjung sidang.
Dalam permohonannnya, pemohon meminta majelis hakim menyatakan bahwa Pasal 1 ayat 1 dan dua Pasal 3 dan Pasal 4A dari UU Nomor 1 PNPS 1965 tentang Penodaan Agama tidak mengikat hukum. Demikian juga dengan akibat hukumnya.
Keputusan setebal 322 halaman dibacakan majelis hakim MK sejak pukul 14.00 WIB. Terdapat disenting opinion atau pendapat berbeda dari salah satu hakim, yakni hakim konstitusi Maria Farida Indrati. Selain itu, hakim konstitusi Harjono membacakan concurring opinion atau menyepakati putusan MK, tetapi memiliki alasan yang berbeda. Menurut Haryono, kebebasan beragama merupakan salah satu hak asasi manusia, yang seharusnya bisa diatur lebih spesifik.
Majelis hakim konstitusi yang dipimpin Ketua MK Mahfud MD menilai bahwa pemohon tidak dapat membuktikan dalil-dalilnya bahwa pasal-pasal tersebut melanggar konstitusi, mengancam kebebasan beragama, dan bersifat diskriminatif serta berpotensi melakukan kriminalisasi terhadap penganut agama minoritas.
Menurut majelis hakim, undang-undang ini tidak membatasi kebebasan beragama, sebagaimana yang diargumentasikan pemohon. Sebaliknya, undang-undang ini melarang mengeluarkan perasaan yang bersifat permusuhan atau penodaan agama atau pokok-pokok ajaran agama yang ada di Indonesia.
Majelis hakim juga menegaskan, kendati merupakan produk hukum pada era 1965, UU ini secara formal tetap sah secara hukum. Pasalnya, saat itu, MPRS tetap melakukan seleksi terhadap undang-undang agar tetap sesuai dengan UUD 1945.

“MK memutuskan menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya,” kata Ketua MK, Mahfud MD di dampingi 8 hakim konstittusi lainnnya di gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, sore.

MK berpendapat jika negara memang punya otoritas untuk mengatur masyarakat. Jika ada konflik, maka yang bisa memberikan paksaan untuk mengatur adalah negara.
MK tidak sependapat dengan alasan pemohon bahwa UU ini tidak relevan karena dibuat pada keadaan darurat. Menurut MK, semua Perpres yang dibuat dalam keadaan darurat sudah diseleksi dengan TAP MPRS No XIX/MPRS/1966. “Ada yang dicabut, ada yg dilanjutkan. UU ini termasuk yang diteruskan lagi pada  1969. Jika alasan uu darurat, maka banyak yang dibatalkan,” bunyi putusan MK.
Mendengar putusan ini,  puluhan penduku UU langsung meneriakan takbir diruang sidang. “Allahu Akbar…”
Sebagaimana diketahui, uji materi UU Penodaan Agama sebelumnya telah diajukan oleh tujuh LSM dan beberapa tokoh liberal, diantaranya almarhum Abdurrahman Wahid, Musdah Mulia, Dawam Raharjo dan Maman Imanulhaq. Sedangkan tujuh LSM antara lain Imparsial, ELSAM, PBHI, Perkumpulan Pusat Studi HAM dan Demokrasi, Perkumpulan Masyarakat Setara, Yayasan Desantara dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia

sumber : hidayatullah.com

About these ads

21 Tanggapan to “Mahkamah Konstitusi Tolak Uji Materi UU Penodaan Agama”

  1. alamendah berkata

    (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Saya sendiri kurang faham dengan isi UU tersebut. Tapi saya yakin MK pasti telah mengajinya dengan mendalam

    Like this

  2. alamendah biru berkata

    (maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
    semoga semua pihak menerima keputusan ini

    Like this

  3. Bang Iwan berkata

    Mohon maaf kang baru bisa mampir.

    Like this

  4. dedekusn berkata

    UU penodaan agama masih sangat diperlukan di negara ini, kalau dibiarkan bisa memicu bermunculannya AGama-agama ‘atahadol’ yg dgn terang2an menistakan agama yg sudah ada.

    Like this

  5. Kakaakin berkata

    Hmm… semoga kehidupan beragama kita menjadi lebih baik.

    Like this

  6. BlogCamp berkata

    Namanya juga negara demokrasi pasti ada saja yang gak puas dan mengajukan keberatan ttg apapun yang menurut mereka kurang pas.
    Beragama memang harus baik, kalau ada tindakan yang tujuannya untuk merusak atau menyerang agama lain ya janganlah.
    Salam hangat dari Surabaya

    Like this

  7. bundadontworry berkata

    bunda semdiri masih gak faham ttg UU tsb,
    namun semoga saja menghasilkan kebaikan utk seluruh umat,amin
    salam

    Like this

  8. ABDUL AZIZ berkata

    Assalamu’alikum,
    Sebenarnya saya merasa khawatir juga bila ternyata MK menerimanya. Tapi syukurlah MK menolak, walau ada hakim yang berbeda pendapat. Tentu kita bisa memahami ke arah mana pengajuan uji materi UU tersebut dan siapa di balik pengajuan itu.

    Terima kasih Pak, mohon maaf baru bisa nganjang deui, sibuk teu pararuguh.

    Salam ka sadayana.

    Like this

  9. agoesman120 berkata

    Secara pribadi Saya sangat setuju dengan keputusan MK…kalo tidak nanti akan menyusul “Lia-Lia Eden” lain-lainnya…. Salam dari kejauhan, Gimana Kota Hujan ape hujan terus….?

    Like this

  10. saung berkata

    pokokek muantaaappp

    Like this

  11. achoey berkata

    Alhamdulillah
    Karena UU tersebut tidak dicabut

    Like this

  12. Waktu denger berita di tv klo Uji Materi UU Penodaan Agama ditolak sm MK, saya sangat2…. bersyukur -Alhamdulillah-, semoga usaha orang2 “jahil”, kaum2 liberal itu terpatahkan…

    krn setahu saya, UU Penodaan Agama ini lah satu2nya peraturan yg mampu menghalangi kaum liberal (JIL) dlm upaya menyebar luaskan “paham” nya itu.

    Like this

    • git4 berkata

      Mengapa UU ini begitu menakutkan bagi anda?

      comment anda : krn setahu saya, UU Penodaan Agama ini lah satu2nya peraturan yg mampu menghalangi kaum liberal (JIL) dlm upaya menyebar luaskan “paham” nya itu. <<<<<<< wah berarti UU ini menghalangi warga negaranya untuk memperoleh hak mengeluarkan pendapat dong… kalau emang demikian ga sesuai sama UUD 45 dan tidak layak dipertahankan…!!!!

      Ketakutan anda karena takut kalau-kalau pola pikir JIL meluas dan diterima oleh banyak orang..Tergantung kalau memang paham JIL layak untuk diterima dan benar-benar baik untuk kemanusiaan dan pluralisme.. mengapa tidak? Salam Humanitas ..!!

      Like this

      • independence berkata

        sy yakin bukan bgitu maksud mas edy, kita para anti JIL gak takut JIL meluas, karena masyarakat yg cerdas akan mampu menyaring semua itu. Coba aja tengok di tubuh NU yang rentan terlahir JIL bahkan raja JIL aj ada Di NU, kini NU menolak org JIL bahkan di NU JIL gak bolah jadi Ketua.

        Like this

  13. Abula berkata

    pernah lihat diskusi di TV mengenai hal ini antara TPM dan Ust. Ulil,, yang saya simpulkan Ust. Ulil kurang sepakat dengan penolakan ini ….

    Like this

  14. Abula berkata

    kereteg hate, masih bingung dengan argumentasinya ust. Ulil,,, otak saya ga nyampe…. lieur jadina …. hihi

    Like this

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 195 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: