Farhansyaddad weblog

Untuk Hari Esok Yang Lebih Baik

KISAH RABI’AH ASYSYAMIYAH

Posted by abifasya pada 19 Maret 2010


wanita shalihah

Kisah yang akan saya tuliskan ini hanya sebagian kecil dari sejuta bahkan mungkin berjuta-juta cerita tentang keikhlasan dan kesholihahan seorang istri yang mengabdikan diri kepada suaminya. Tidak ada amarah apalagi dendam, yang ada hanya keihklasan, ketentraman, dan kenyaman berasyik masyuk penuh cinta dalam pelukan dan ridla Allah swt. Kisah ini saya dapatkan saat saya dulu mengaji sebuah kitab tentang kehidupan berumah tangga yang ditulis oleh Syeikh Muhammad bin Umar An Nawawi yang berjudul UQUDULUJAIN FII BAYAANI HUQUUQUZ ZAUJAIN.

Dikisahkan bahwa, Rabi’ah binti Ismail Asy Syamiyah, seorang Istri Ahmad bin Abu Al Huwari, suatu hari memasak makanan yang enak, masakan itu diberi campuran aroma yang harum. Suami Rabi’ah ini juga mempunyai istri yang lain. Setelah menyantap makanan itu, Rabi’ah berkata kepada suaminya : Pergilah engkau ke istrimu yang lain dengan membawa tenaga yang baru.

Rabi’ah yang satu ini memang perilakunya mirip dengan Rabi’ah Al Adawiyah yang tinggal di Bashrah. Rabiah Asy Syamiyah ini setelah menunaikan shalat isya ia berdandan lengkap dengan busananya. Setelah itu baru mendekati tempat tidur suaminya. Ia tawarkan kepada suaminya : “apakah mala mini kamu membutuhkan kehadiranku atau tidak”. Jika suaminya sedang berhasrat untuk menggaulinya, maka ia melayaninya hingga puas. Kalau malam itu suaminya tidak sedang berminat, maka ia munakar pakaian yang dikenakan tadi dan berganti dengan pakaian lain yang biasa dugunakan beribadah. Malam itu ia tenggelam di tempat shalatnya hingga subuh.

Rabi’ah binti Ismail Asy Syamiyah bersuamikan Ahmad bin Abu Al Huwar itu memang dikehendaki Rabi’ah sendiri. Iapun yang mula-mula melamare Syaikh Ahmad supaya berkenan memperistri dirinya.

Sebelum menikah dg Syaikh Ahmad Rabi’ah bersuamikan seorang yang kaya raya. Setelah kematian  suaminya ia memperoleh harta warisan yang sangat besar, sehingga ia kesulitan untuk mendistribusikan hartanya itu, mengingat ia seorang perempuan yang terbatas gerakannya. Maka ia bermaksud melamar Syaikh Ahmad, dengan tujuan agar dapat mendistribuskan hartanya demi kepentingan Islam dan diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan (dan berhak menerimanya). Rabiah percaya kalau syaikh Ahmad dapat menjalankan amanah itu sehingga harta yang dimilikinya bisa digunakan untuk kepentingan penegakkan syariat Islam.

Saat mendapat lamaran dari Rabiah, syaikh Ahmad berkata : “Demi Allah, sesungguhnya aku tidak berminat lagi untuk menikah. Sebab aku ingin berkonsentrasi dalam beribadah”.

Rabi’ah menjawab : “Syaikh Ahmad, sesungguhnya konsentrasiku dalam beribadah lebih tinggi daripadamu. Aku sendiri sudah memutuskan keinginan untuk tidak menikah. Tetapi, tujuanku menikah kali ini tidak lain supaya dapat mendistribusikan harta kekayaan yang kumiliki kepada saudara-saudaraku yang muslim, dan untuk kepentingan Islam sendiri. Akupun mengerti bahwa kamu adalah seorang yang shalih. Tetapi justru dengan begitu aku akan memperoleh keridhaan dari Allah swt.

Syaikh Ahmad berkata : “baiklah, tetapi aku minta waktu. Aku hendak meminta izin guruku”.

Lalu syaikh Ahmad menghadap gurunya, yakni Syaikh Abu Sulaiman Ad Darani, sebab gurunya ini pernah melarang dirinya untuk menikah lagi. Katanya : “setiap orang yang menikah sedikit atau banyak pasti akan terjadi perubahan pada dirinya”. Tetapi setelah Abu Sulaiman memperoleh penjelasan dari muridnya mengenai rencana Rabi’ah, ia berkata : “baiklah, kalau begitu nikahilah dia. Karena perempuan itu adalah seorang hamba Allah yang shalihah”.

Dan kahiranya, dengan restu dari gurunya inilah Syaikh Ahmad menikahi Rabi’ah, pernikahan yang pernuh berkah, mawwadah, warrahmah yang bermuara pada ke sakinahan. Pernikahan yang bukan dihiasai pengumbaran hawa nafsu tetapi  pernikahan yang benar-benar dinikmati dan didedikasikan untuk kekhusyuan beribadah kepada Allah.

Kisah-kisah yang serupa seperti ini sesungguhnya sangat banyak, dan lazim terjadi pada masa lalu. Tetapi untuk masa sekarang, hampir sulit untuk dijumpai bahkan mungkin “tidak ada”.

Wahai saudaraku para muslimah, andakah yang berkepribadian seperti Rabi’ah Asy Syamiyah ?. Tempuhlah surgamu dengan membaktikan dirimu sepenuhnya kepada suamimu, ingat !!! bagi para akhawat yang telah memiliki suami diantara jalan menuju surga adalah melakukan kebaktian sepenuhnya hanya kepada suami. Jangan kau kecewakan dia, jangan kau sakiti dia, jangan kau remehkan dia, jangan kau perlakukan dia seperti engkau memperlakukan pembantumu. Setiap tetesan keringat yang membasahi tubuhmu karena lelahmu mengabdi kepada suamimu adalah tabungan amalmu untuk menuju surgamu. Setiap luka yang ada di sekujur tubuhmu akibat dari keikhlasan baktimu pada suamimu akan menjadi perasaimu dari panasnya api neraka.

Wallahu ‘Alam

sumber gambar : M@$Hd@R 1988

Iklan

10 Tanggapan to “KISAH RABI’AH ASYSYAMIYAH”

  1. achoey said

    subhanallah

    perempuan yang penuh keindahan

    Suka

  2. darahbiroe said

    ijin mengamankan posisi keduaxxx bulehkannnn

    blogwalking berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya
    salam blogger
    maksih
    😀

    Suka

  3. Abula said

    kisah yng sarat akan hikmah …
    salam hangat selalu dari AbulaMedia.Com

    Suka

  4. Abula said

    mirip2 dgn istriku 😀

    Suka

  5. sbhanallah, semoga kami ,kaum wanita diberikan barokah seperti wanita mulia ini.
    diberikan kemampuan dan kemauan utk bisa beribadah seperti itu,amin
    salam

    Suka

  6. dedekusn said

    SUngguh anita pujaan, SUbhanallah…
    Nuhun Kang Abi. Salam sukss untuk Kang ABi & Piss :mrgreen:

    Suka

  7. Kisah yang sangat menarik untuk kita jadikan pelajaran dalam hidup.

    Suka

  8. retnet said

    sharing-nya mangstab nich, salam kenal ya.
    salam cinta damai…

    Suka

  9. nur said

    subhanallah, mudah-mudahan saya bisa mencontoh perbuatannya. amin….ya robal alamin….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: