Farhansyaddad weblog

Untuk Hari Esok Yang Lebih Baik

OSIS Rohani Islam Dikhawatirkan Jadi Kaderisasi Radikalisme?

Posted by abifasya pada 7 Maret 2010


Semarak ROHIS

JAKARTA (Arrahmah.com) – Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mengkhawatirkan munculnya gerakan radikalisme keagamaan pelajar di sekolah-sekolah negeri melalui Organisasi Intra Siswa Sekolah (OSIS) yang bernama Rokhani Islam (Rokhis).
Ketua Umum IPNU Ahmad Syauqi mengemukakan hal itu dalam Rakernas dan peringatan Hari Lahir ke-58 IPNU bertajuk “Optimalisasi Peran IPNU Terhadap Arah Kebijakan Pendidikan Nasional” di Kampus UI Depok, Jakarta, Sabtu (6/3).
IPNU juga khawatir gerakan ideologi keagamaan itu menumbuhkan radikalisme keagamaan di kalangan pelajar, karena itu IPNU akan mendesak Kemdiknas agar Rokhis tidak dijadikan satu-satunya organisasi keagamaan di sekolah negeri setingkat Sekolah Menengah Umum (SMU).
“Kami akan mengusulkan pada Muktamar NU di Makassar pada 22-27 Maret mendatang agar NU mendesak Mendiknas untuk mengubah atau menghapus Rokhis yang selama ini dijadikan satu-satunya organisasi keagamaan di sekolah negeri itu,” katanya.
IPNU sebagai kader NU akan mengawal gerakan keislaman yang moderat dan bukan radikal atau liberal baik secara pemikiran, aksi maupun ideologi yang meresahkan masyarakat.
IPNU menilai Muktamar ke-32 NU merupakan momentum penting bagi perlunya penyatuan persepsi dalam Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU), baik badan otonom (Banom), lembaga maupun organisasi taktis lainnya untuk menyelamatkan generasi muda dan NU di masa mendatang.
IPNU, kata Syauqi, selama ini sudah melakukan sinergi dengan dengan beberapa Banom NU, seperti Lembaga Pendidikan Ma`arif dan Rabithah Ma`ahid Islamiyah terkait pentingnya pendirian komisariat di sekolah dan pesantren NU serta sinergi antara IPNU-Lakspesdam untuk standarisasi kurikulum NU.
Pelarangan ormas pelajar selain Rokhis tersebut, menurut Syauqi, sudah terjadi sejak dikeluarkan keputusan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Depdikbud tanggal 9 Juni tahun 1980 No. 091/C/Kep/080 tentang Pola Pengembangan Siswa ditambah dengan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No.0209/4/1984 tentang Perbaikan Kurikulum di sekolah umum tingkat atas.
Akibatnya, kebijakan itu menimbulkan fenomena radikalisme agama di sekolah (SMU), yang menekankan pada satu wadah organisasi bernama Rokhis yang berada di bawah OSIS.
Bahkan, kata Syauqi, berdasarkan penelitian, radikalisme itu menjadi basis bagi gerakan Islam radikal di Indonesia. Rokhis menjadi wadah bagi awal munculnya gerakan revivalisme Islam di sekolah-sekolah.
“Revivalisme itu hadir seiring dengan munculnya sikap dan pandangan yang menyatakan gagalnya negara dalam mengatur sistem ekonomi, politik, dan sosial sehingga Islam dianggap sebagai satu-satunya alternatif ideologi yang ada,” katanya.
Oleh karena itu, jika pada awalnya Rokhis sebagai kegiatan kultural dan seremonial guna membantu penyelenggaraan hari-hari besar Islam di sekolah, tapi perkembangannya sejak tahun 1990-an secara bertahap bertransformasi menjadi organisasi keagamaan siswa yang cenderung ideologis, baik dalam pemikiran maupun gerakan.
Kuatnya ideologisasi itu bisa dilihat dari pandangan dan sikap aktivisnya yang cenderung eksklusif, menempatkan pluralisme sebagai paham yang wajib dijauhi. Kecenderungan itu terus menguat sejalan dengan masuknya gerakan tarbiyah ke dalam sekolah-sekolah.
Karena itu, menurut Syauqi, IPNU menegaskan perlunya meninjau ulang kebijakan Mendiknas untuk menata ulang organisasi keagamaan di sekolah-sekolah, agar tidak terjadi kaderisasi radikalisme di kalangan anak-anak sekolah.
Sementara itu, Ketua Majelis Alumni IPNU Hilmi Muhammadiyah menegaskan bahwa IPNU merupakan satu-satunya rekruitmen kader NU dan kini harus membuat program strategis sesuai visi dan misi NU.
“Pengenalan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal jamaah (Aswaja) itu mesti dilakukan sejak di sekolah. Karena itu, Muktamar NU di Makassar semestinya memberikan tempat terhadap aspirasi IPNU untuk mengubah kebijakan agar Rokhis tidak dijadikan satu-satunya wadah oganisasi keagamaan di bawah OSIS,” katanya.
Wakil Sekretaris Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) itu juga menyetujui bila Muktamar NU membahas kemungkinan IPNU menjadi organisasi ekstrakuler pada sekolah-sekolah di lingkungan LP Ma`arif dan bukan lagi OSIS. (ant/arrahmah.com)

Sumber : arrahmah.com

Iklan

8 Tanggapan to “OSIS Rohani Islam Dikhawatirkan Jadi Kaderisasi Radikalisme?”

  1. abifasya said

    Pertamaxxx dulu ah

    Suka

  2. abifasya said

    ROHIS saat ini emang lagi naek daun, banyak para pelajar yang tertarik untuk mengikutinya.Karena mereka bisa mendapat lebih dari sekedar ilmu agama yg selama ini mereka dapat di kelas, tapi merekapun bisa mdptkan ilmu ttg kepemimpinan, pergerakan Islam, berbagai upaya menghindari bid’ah dan khurafat.
    Bagaimana dengan IPNU ?… mungkin hampir td ada peminat, nampaknya saudara kita di IPNU terkena penyakit SMS yaitu susah melihat orang lain sukses, lupakah mereka dengan Ali Imran 120 dan At taubah 50 ?

    Suka

  3. Waduh.. saya selaku alumni Rohis agak sedih juga dituding ini itu. Radikalisme bisa ada dimana2 kok.

    Suka

  4. aom bazar said

    Sama dg Mas zico, saya juga sedih banget difitnah seperti itu. Kakak2 mentor kita dulua saat memberikan wejengan tak ada satu pun yg terindikasikan mengajarkan radikalisme, justru mereka mengajarkan kepada kami ttg kelembutan, birrul walidain, dan kebajikan lainnya. Yang palin berkesan ketika kaka2 itu ngasih tahu pd kita kalo ternyata apa yg kita lakukan slama ini penuh dg kebidahan dan khurafat, naudzubillah

    Suka

  5. heruyaheru said

    artikel yg bagus…

    Suka

  6. arkasala said

    saya pikir pendapat itu kok meragukan. Jika memang ingin mengembangkan sebuah organisasi kurang tepat rasanya jika mendiskreditkan organisasi lain.
    Trims Kang Abi atas pencerahannya.
    Salam hangat selalu 🙂

    Suka

  7. syaiful said

    kalau ada yang sentiment dengan Rohis, itu menandakan mereka tidak mampuh. pakai diajak segala Mendiknas

    Suka

  8. Ada lagi gak yang bagus seperti ini . blog walking plugin can be downloaded blog-walk.com

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: