Farhansyaddad weblog

Untuk Hari Esok Yang Lebih Baik

Sekolah Kawasan Tanpa Rokok

Posted by abifasya pada 23 Januari 2010


langkah berani seorang kepala sekolah, siapa menyusul ?

Masuk Sekolah padahal sudah sejak tanggal 13 Januari 2010, tetapi baru hari ini saya melihat ada sesuatu yang baru di depan gerbang sekolah, sebuah tulisan berharga bagi dunia pendidikan, sebuah keberanian dari seorang pimpinan untuk membangun suatu ketegasan dalam menegakkan aturan. Mungkin lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Karena sebenarnya saya sudah mengusulkan agar tulisan itu dimunculkan sejak tahun pelajran 2006/2007 saat saya masih menjadi perokok berat. Dan Tulisan itu berbunyi :

ANDA MEMASUKI KAWASAN TANPA ROKOK

MATIKAN ROKOK ANDA SEKARANG JUGA !!

Ketidak tahuan saya pada isi tulisan yang terdapat pada sebuah plang besar itu karena saya mengira kalau tulisan itu hanya plang biasa sebagai identitas sekolah padahal ternyata tulisan yang ada pada plang itu sungguh sangat luar biasa, bahkan di atas   saya sudah tuliskan kalau tulisan itu adalah sebuah keberanian dari seorang pimpinan, mengapa demikian ? , Karena terlalu banyak perokok di sekolah kami, dan setiap kali diberikan peringatan untuk merokok ada saja alasan pembenaran yang mereka berikan, ada yang beralasan : “kami merokok karena kami mencintai para buruh yang miskin, berapa juta para buruh yang akan menganggur jika saya berhenti merokok”. sehingga sebenarnya saya merasa kurang yakin kalau peringatan itu benar-benar akan diindahkan tetapi hanya akan menjadi sekedar peringatan biasa yang biasa untuk dilanggar.

Mungkin para perokok itu mengapa tidak mau berhenti meroko, karena setidaknya ada tiga manfaat merokok, yaitu :

Pertama : Perokok tidak akan pernah beruban. Bagaimana bisa beruban wong dia mati masih muda karena terlalu banyak merokok 😉 😆 😆

Tapi pendapat ini lemah juga karena baru saja (sebelum saya nulis postingan ini) saya ngobrol dengan seorang kakek dia mendoakan saya :”mudah-mudahan nya cep, ncep sing panjang umur jiga aki, aki mah ayeuna umur the geus leuwih ti salapan puluh tahun” (terjemah : mudah-mudahan ncep panjang umur sperti kakek, kakek saat ini sudah lebih dari 90 tahun). Si kakek ngomong begitu sambil merokok…, coba .. ternyata alas an ini gak tepat juga yah …. 😆 😆 😆

Kedua : Rumah Perokok pasti aman, tidak akan kedatangan maling. Bagaimana bisa kedatangan maling wong dia batuk-batuk terus sehingga malingpun selalu punya anggapan kalo yang punya rumah masih bangun.

Tapi lagi-lagi teori ini pun lemah, karena teman baik saya yang perokok berat ternyata motornya dicuri dari rumahnya sendiri padahal dia sedang batuk-batuk karena terlalu banyak merokok.

Ketiga : Perokok tidak akan dikejar anjing. Bagaimana bisa dikejar anjing lha wong dia gak pernah lari karena napasnya dah ngos-ngosan akibat terlalu banyak merokok, daripada harus lari ya … pasrah aja. 😉 😉 😉

Nah… kalo yang ini saya yakin…., bagaimana dengan anda ?

Iklan

30 Tanggapan to “Sekolah Kawasan Tanpa Rokok”

  1. dading said

    di tempat saya sekolah kawasan tanpa rokok sudah diberlakukan sejak dua tahun lalu, bahkan bila ada yg merokok kami akan menegur langsung org yg merokok itu, siapapun dia.
    Perlu ada kekompakan dari semua pihak untuk melaksanakan program sekolah KTR ini, di tempat kamipun banyak yg merokok terutama bapak2 senior, tapi para senior itu justru memberikan contoh yag positip.
    Jadi gak usah pesimis dulu ya pa abi, setiapa ada kemauan pasti ada jalan.

    Suka

  2. alamendah said

    (maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
    Sudah saatnya lembaga pendidikan berani menggalakkan hal ini.
    Btw, tentang manfaat merokok yang tiga hal itu seru juga, Pak.
    Hehehe

    Suka

  3. Assalamu’alaikum, saya sangat mendukung agar semua sekolah, menerapkan hal yang sama : ANDA MEMASUKI KAWASAN TANPA ROKOK, MATIKAN ROKOK ANDA SEKARANG JUGA !! setidaknya para siswa dan atau siswi yg merokok, tidak akan merokok selama berada dilingkungan sekolah. (Dewi Yana)

    Suka

    • abifasya said

      ya… setidaknya para peserta didik dapat meneladani gurunya. Karena gurunya gak ada yg merokok maka muridnyapun gak pernah mau mencoba merokok.
      Saat ini karena banyak guru yg merokok, yah..akhirnya banyak para pesrta didik yg bukan hanya menghisap rokok tapi juga ganja… naudzubillah

      Suka

  4. alhamdulillah semoga tetap bertahan\
    di tempat saya sudah dipasang sejak tahun 1994, ketika mulai berdiri pesantren, meskipun kadang masih ada satu dua tamu yang nekad merokok

    Suka

  5. Abula said

    😀 😀 😀 ahli hisap mah moal diudag gogog nya 😀 :D,,,

    Suka

  6. Abula said

    jadi ingat di tempat saya,, di sebuah kawasan ada larangan (yang sangat tegas) agar tidak merokok, hampir di setiap penjuru ada tulisan “dilarang merokok” , “Kawasan bebas rokok” dan sejenisnya….

    Satu waktu penjaja kain beristirahat di warung di kawasan tersebut, niat hati ingin menjajakan kain ke kawasan tersebut … karena dia suka ngudud dan sudah kebiasaan kalo di warung dia harus ngudud maka dia pun ngudud….
    tiba2 seorang ibu2 ngawakwak nyarekan si tukang kain,, “eh jang teu neuleu yen di dieu teh teu meunang ngaroko???”,, ceuk si ibu-ibu bari tutunjuk …
    pondok carita, si tukang kain pun ngaleos meninggalkan warung….

    si tukang kain pun bercerita kepada saya perihal tersebut (tentunya di tempat yang tidak ada larangan merokok), dan mengakhiri ceritanya dengan berkata “Jang di dieu mah meunang ngaroko nya?” Sambil mengeluarkan sebatang roko.
    “kengeng pak”, jawab saya.
    Selanjutnya ngobrol ngaler ngidul, tidak lupa juga membahas perihal kebiasaan merokok.
    Dan alasan dia merokok hampir sama alias serupa tapi tidak persis seperti yang diposting di sini “kami merokok karena kami mencintai para buruh yang miskin, berapa juta para buruh yang akan menganggur jika saya berhenti merokok”

    ===
    punten pak Abi, komen abdi rada ngacapruk… 😀

    Salam Hangat Selalu
    AbulaMedia

    Suka

  7. casrudi said

    Hehehehe… Ncep ngerokok juga?… Dikinten teh Kang Abi teu ngarokok… 😆

    Suka

  8. casrudi said

    himbauan yang bagus Kang, minimal untuk masyarakat sekolah itu sendiri… Lebih bagus lagi kalau slogan itu benar2 diterapkan… Yang perokok bisa berhenti merokok selama masih di area sekolahan…

    Suka

  9. casrudi said

    Nyobian hetrik ah, ubar kasono kanggo Kang Abi…. Wilujeng enjing, wilujeng dinten minggu…. 🙂

    Suka

  10. Ruang Hati said

    perokok sering kali egois, nggak mikir orang lain yang kena dampak jadi perokok pasif

    Suka

  11. kyaine said

    saya selalu memberikan apreasiasi bagi sekolah yg berani melarang rokok masuk sekolah.
    **rokok nggak pandang bulu, murid dan guru sama2 perokok. bgmn mau melarang murid nggak boleh merokok klo gurunya sendiri perokok berat?

    Suka

  12. KangBoed said

    RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk

    MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank

    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

    Suka

  13. darmin said

    Guru Kencing Berdiri
    Murid Kencing Berlari
    Kalo Guru na pepelenyunan
    nya murid na ge moal tebih pasti pepelenyunan
    bahkan mungkin pepeleded …. hehehehe…

    Suka

  14. asepharuman said

    ngarokok mah teu kudu diajarkeun di sakola, mun aya guru nu ngarokok di sakola sarua jeung ngajarkeun muridna ngaroko. Guru nu model kitu ngarana guru atah adol (punteh ah kirang sopan)

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: