Farhansyaddad weblog

Untuk Hari Esok Yang Lebih Baik

Menjadi Pemenang

Posted by abifasya pada 18 September 2009


menjadi pemenangDalam hal apapun menjadi pemenang ternyata bukanlah urusan yang mudah, jangankan menjadi pemenang dengan cara terhormat menjadi pemenang dengan cara yang curangpun tentunya masih susah untuk didapat. Tetapi selama kemenangan itu didapat dengan cara curang maka jangan diharap akan mendapat ketenangan, jadi sebaiknya jadilah pemenang dengan cara terhormat yang tidak melakukan sejumlah kecurangan.

Dalam sebuah pertandingan seseorang bisa dikatakan melakukan kecurangan bila melanggar tata tertib permainan, jika pelanggaran itu tidak diketahui juri mungkin saja kita akan menjadi pemenang tapi menangnya dengan cara tidak terhormat dan diyakini kemenangan seperti itu tidak akan membuahkan kebahagiaan. Dan jika pelanggaran itu diketahui juri maka pemain tersebut akan mendapatkan sanksi bahkan mungkin didiskualifikasi atau dinyatakan gugur dalam pertandingan tersebut.

Demikian pula halnya ketika kita ingin menjadi pemenang dalam ramadlan ini bukan hanya saat bertanding (berpuasa) kita bermain dengan taat aturan main, tetapi saat kita menggapai kemenanganpun (idulfitri) harus memperhatikan tata tertib dan etika menjadi seorang pemenang terhormat.

Agar menjadi pemenang Terhormat ada baiknya kalau kita semua memperhatikan hal-hal berikut :

HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN SEPUTAR IDUL FITRI

Diharamkan berpuasa pada hari raya fitri juga ADHA (H.R. Muslim : 827)

  1. Dianjurkan untuk menunaikan shalat baik laki-laki maupun perempuan. Orang merdeka ataupun hamba sahaya, dewasa maupun anak-anak. Bahkan perempuan yang haid pun dianjurkan untuk datang menghadiri dan menyaksikan dakwah Islamiyah walaupun tidak melakukan shalat. (H.R. Bukhori III/911)
  2. Pelaksanaan shalat sebaiknya di tanah lapang kecuali dlorurat misalkan hujan boleh di Mesjid, dan pelaksanaan shalat sebelum Khutbah, khutbah tidak dilakukan di atas podium (mimbar) oleh karena itu khutbah Id hanya dilakukan 1 kali khutbah tidak seperti khutbah jum’at. (H.R. Bukhori : III/894-899). Penggunaan mimbar saat khutbah Id baru dilakukan saat Marwan berkuasa, bahkan Marwan telah melakukan perbuatan yang sangat menyimpang dari apa yang dicontohkan Rasul yaitu melakukan Khutbah Id sebelum Shalat.
  3. Dalam pelaksanaan shalat Id, dianjurkan bagi Imam membaca surat qaf dan iqtarabas sa’ah atau Al ‘Ala dan Al Ghsiyah (HR. Muslim dan HR. Ahmad)
  4. Tidak ada shalat sunnah, sebelum atau sesudah shalat id waluapun shalat sunnat Tahiyatul Masjid (H.R. Bukhori : III/900 dan 923)
  5. Selesai khutbah, khotib sebaiknya turun menuju perempuan dan memberikan nasihat kepada mereka. Dan para perempuan bersedekah untuk kepentingan agama Islam. (H.R. Bukhori III/897, 914 dan 915). Perlu diketahui bahwa nomor 6 ini sudah sedikit sekali yang melaksanakan bahkan mungkin tidak ada.

ADAB-ADAB DI HARI ‘ID

  1. Mandi sebelum ke luar untuk shalat (Al Muwatha : 428)
  2. Sebelum pergi sebaiknya makan dulu (dianjurkan kurma) (H.R. Bukhori, III/891)
  3. Mengeraskan bacaan takbir dari rumah hingga tiba di tempat shalat sampai saat Imam hendak melakukan shalat (Baihaqi, III/279). Yang terjadi saat ini justru bertakbir hanya dilakukan pada malam hari bahkan semalam suntuk juga bertakbir bersama-sama saat berada di lapangan sambil menunggu Imam melakukan shalat.
  4. Mengucapkan selamat Id dengan ucapan “taqabbalallhu minna waminkum” (H.R. Ahmad). Sementara yang mashur pada saat ini adalah mengucapkan “minal aidin wal faizin”  mohon maaf lahir dan bathin. Celakanya kebanyakan orang menganggap kalau mengucapkan “minal aidin wal faizin”  itu artinya adalah mohon maaf lahir dan bathin.
  5. Berhias diri dengan pakaian yang paling bagus dan dengan wewangian yang paling harum (H.R. Hakim). Tapi perlu diingat kalau hal ini hanya diperuntukna bagi laki-laki.
  6. Pulang dan pergi melalui jalan yang berbeda (H.R. Bukhori, III/921)

HAL-HAL YANG HARUS DIHINDARI

Ikhtilath (bercampur-baur) antara laki-laki dan perempuan di lapangan bahkan ikhtilath itu terjadi juga di Mesjid, padahal ikhtilth adalah sesuatu yang dilarang.

  1. Para wanita berdandan secara berlebihan bahkan melebihi ketika berdandan dihadapan suaminya, padahal anjuran berdandan hanya untuk laki-laki.
  2. Sebagian ummat berkumpul untuk bernyanyi bersama dan bersenda gurau. Bahkan terjadi pesta pora yang diharamkan yang dapat menyinggung perasaan fakir miskin.
  3. Sebagian ummat merasa bahagia dengan datangnya Id karena merasa telah bebas dari kewajiban yang membelenggu dirinya, bahkan kebahagiaan ini pun sangat dirasakan oleh orang yang tidak berpuasa karena setelah datangnya id mereka meras bebas untuk melakukan yang mereka mau. Kebahagian datannya Id sebenarnya hanya diraskan oleh orang2 mukmin karena Allah telah memberikan karunia kepada mereka berupa kemampuan menyempurnakan puasa satu bulan penuh. Dan kesenangan itu datang bukan lantaran shaumnya sudah selesai, yang menurut sebagian orang dirasa amat berat.

Jika semua aturan main di atas bisa kita patuhi, maka Insya Allah kita akn menjadi pemenang yang terhormat. Adakah diantara kita yang bisa memelihara aturan main di atas dengan benar ?,  semoga !!!

Wallahu ‘Alam

Salam Hangat

*ABiFasya*

Iklan

8 Tanggapan to “Menjadi Pemenang”

  1. cantigi™ said

    selamat lebaran 1430H, hapunten upami aya kalepatan, mohon maaf lahir & bathin…

    Suka

  2. duadua said

    kirain pemenang apa,hehehe

    Suka

  3. noershani said

    SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI,MINAL AIDIN WALFAIDZIN.
    Mohon Maaf lahir dan bathin

    Suka

  4. Ngopas komeng kangBoed..
    Kedal ing rasa nu pinuh ku bangbaluh hate, urang lubarkeun, ngawengku pinuh ku nyuuh, meungpeung wanci can mustari. Taqabalallahu Minna Wa Minkum
    Wilujeng Idul Fitri 1430 H, sim Kuring neda dihapunten kana samudaya kalepatan, boh bilih aya cariosan anu matak ngarahetkeun kana manah, da sadayana oge mung saukur heureuy, manusa mah teu tiasa lumpat tina kalepatan jeung kakhilafan

    MAAF’s lahir n bathin …. salam ka urang Garut sabudeureun 🙂

    Suka

  5. casrudi said

    Meminta maaf tidak menjadikan kita hina, sebaliknya memberi maaf akan membuat kita bangga. Saling memaafkan & silaturahmi yang menjadikan kita mulia. Taqabbalallohu minna wamiunkum, taqabbal yaa kariim..

    SELAMAT IDUL FITRI 1430 H, MINAL AIDIN WAL FAIDZIN
    Mohon maaf lahir & batin

    @ Kang Abi, hapunten abdi…

    Suka

  6. Pemenang utamanya adalah mereka yang keimanan dan ketaqwaannya tetap kokoh-kuat, kapan saja dan dimana saja, saat sendiri maupun dikala ramai.
    Salam hangat dari Surabaya

    Suka

  7. ahnku said

    kemenangan itu pilihan atau kebetulan kah???

    Suka

  8. Jangankan sunnah sholat Id, sunnah sholat jumat juga jarang. Seperti khotib berisyarat dengan jari telunjuknya ketika mengucapkan do’a.

    Allahu’alam bish-showab.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: