Farhansyaddad weblog

Untuk Hari Esok Yang Lebih Baik

Andaikan Ramadhan ini Ramadhan Terakhir-Ku

Posted by abifasya pada 21 Agustus 2009


RAMADANMulai Besok, Hari Sabtu Tanggal 22 Agustus 2009 ummat Islam mulai melaksanakan Ibadah Shaum. Apa yang telah kita persiapkan untuk menyambut kedatangan Bulan yang Mulia Itu ?, Bulan yang penuh berkah, bulan yang penuh dengan ampunan, dan bulan pembebasan dari api neraka. Saat datang Bulan Ramadlan Rasulullah menggembirakan para sahabat dengan ucapannya :

Sesungguhnya telah datang kepadamu bulan Ramadlan, bulan yang diberkati. Allah memerintahkan shaum di dalamnya. Pada bulan Ramadlan dibuka segala pintu surga, dikunci segala pintu neraka, dan dibelenggu segala syaithan. Di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari 1000 bulan”. (H.R. Ahmad, Nasai, dan Baihaqi dari Abu Hurairah)

Selamat datang Ramadlan, Kami menyambut gembira kedatanganmu. Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kami untuk bisa mengisimu dengan segala kebajikan, dengan segala perbuatan wajib dan sunnah. Dan semoga tak terbersit dalam hatiku untuk melakukan perbuatan yang tidak pernah Allah Ridlai.

Semoga Ramadlan ini adalah bukan Ramadlan yang terakhir bagi kami Ya Allah, tetapi andaikan Ramadlan ini adalah Ramadlan terakhir bagi kami jangan berikan kesempatan sedetikpun bagi kami untuk melewati hari-hari dalam Ramadlan ini dengan kesia-kesiaan, dengan perbuatan yang tak berarti, apalagi kalau kami harus bermaksiat kepadamu, jauhkanlah Yaa Allah. Dan  berikanlah kekuatan kepada kami untuk melewati hari-hari dalam ramadlan untuk senantiasa beribadah kepadamu, untuk mengagungkan kesucianmu, untuk selalu taat kepadamu sehingga derajat ketaqwaan dapat kami peroleh.

Do’a-doa di atas sering kali kita dengar bahkan kita ucapkan saat memasuki Ramadlan, tentunya dengan harapan agar ramadlan tahun ini bisa lebih baik dari tahun sebelumnya. Semua orang yang beriman tentu tidak mau melewati Ramadlan dengan sia-sia dan tanpa makna. Dan tidaklah salah jika semua orang yang beriman berkeinginan untuk melaksanakan Ibadah Shaun di Bulan Ramadlan dengan sebaik-baiknya karena tentunya tidaklah diragukan lagi kalau orang-orang yang melaksanakan shaum adalah termasuk orang-orang yang terbaik. Namun ada kekeliruan kecil yang dilakukan sebagian kaum muslimin yang berpuasa, dan hal ini harus dihindari dan dijauhi serta harus diluruskan, diantaranya adalah :

  1. Sebagian kaum muslimin hanya melaksanakan shaum di bulan Ramadlan saja, dan tidak melaksanakan pada bulan lainnya.
  2. Sebagian Kaum muslimin hanya menahan diri dari makan, minum, jimak, dan pembatal-pembatal puasa lainnya saja. Meski demikian meraka tidak menahan diri dari yang diharamkaan seperti : Ghibah, namimah, berdusta, memberikan kesaksian palsu, dan melakukan perbuatan lainya yang amat bertentangan dengan syariat. Bahkan Ghibah di bulan Ramadlan semakin merajalela coba kita perhatikan infotainment di bulan Ramadlan semakin dahsyat tidak hanya disajikan pada siang dan sore hari, info gosif itu ada juga yang disajikan saat kita semua makan sahur, wal hashil Ghibah bin Ghosip telah kita lakukan mulai dari sahur sampai dengan buka puasa, naudzubillah.
  3. Sebagian Orang yang menyampaikan hadits tentang keutamaan puasa, mereka hanya mengambil faedah dari hadits tersebut berkenaan dengan urusan dunia saja seperti kesehatan. Mereka melupakan urusan ukhrowi, dan tidak pula mengingatkan faedah ukhrowinya. Padahal walaupun dari sisi kesehatan puasa itu tidak ada faedahnya, karena puasa merupakan bentuk peribadatan kepada Allah, tetap saja puasa itu wajib.
  4. Sebagian kaum muslimin yang berpuasa terjerumus dalam akhlak buruk yang disebabkan menahan diri dari makan dan minum. Betapa tidak,  kita sering melihat dan mendengar orang yang berpuasa bukannya hatinya menjadi lunak, karena diakibatkan menahan lapar dan haus mereka menjadi kasar dan pemarah terhadap keluarga dan orang-orang yang ada disekitarnya. Bahkan kita juga sering melihat orang yang berpuasa karena diakibatkan menahan lapar dan haus sikap mereka kembali seperti anak-anak, mengumpulkan makanan sejak pagi hari untuk dinikmati saat buka puasa. Mereka mengumpulkan banyak makanan, padahal saat berbuka hanya sebagian kecil saja yang mereka makan dan sebagin lainnya menjadi mubazir.
  5. Sebagian kaum muslimin yang berpuasa menjadikan bulan Ramadlan untuk bermalas-malasan. Dengan alasan puasa mereka mengurangi bahkan menghentikan sebagian aktifitasnya. Coba kita tengok sekolah-sekolah tertentu ada yang mengurangi jam mengajar saat ramadlan karena alasan puasa bahkan tidak sedikit pengurangan jam belajar ini dikomandoi oleh Dinas Pendidikan setempat melalui surat edarannya, ….. Astaghfirullahal ‘adzhiimn.
  6. Sebagian kaum muslimin yang berpuasa bermewah-mewahan dalam urusan makanan dan minuman. Sehingga puasa yang dilakukan terkesan hanya seperti memindahkan makan pagi menjadi lebih pagi yaitu pada saat sahur, dan makan siang menjadi lebih sore saat buka puasa. Sementara ibadah tetap saja bermalas-malasan. Padahal Allah menjadikan Ramadhan bagi hati dan ruh, namun mereka malah menjadikan puasa bagi perut dan ususnya. Allah mensyariatkan puasa agar manusia memiliki sipat yang santun dan sabar namun mereka malah jadi pemarah dan kasar. Allah menjadikan puasa untuk ketentraman dan ketenangan, namun mereka malah menjadikannya untuk saling mencela dan menghina. Allah menjadikannya agar mereka mengubah sifat-sifat mereka, maka tiada yang mereka ubah kecuali acara makan-makan belaka. Allah menjadikannya agar si kaya bisa mengingat si miskin dan mengingat ketika masa krisis datang, namun justru mereka menjadikannya sebagai ajang lobi bisnis melalui buka bersama, dan justru si kaya makin serakah dan tidak peduli pada penderitaan si miskin

Semoga Kita semua orang-orang yang beriman dapat melaksankan puas hanya berharap keridlaan Allah dan derajat ketaqwaan bisa kita dapatkan, amiiin

salaaam , Abifasya.

Somber : Dari berbagai sumber diantaranya : Pedoman Puasa ( T.M. Hasbi Ashidiqi) ; Bisa Jadi ini Ramadhan Terakhir Kita (Salaman bin Fahd) ; Tanbihul Ghafiliin (ABu Laits Assamarqandi)

Iklan

46 Tanggapan to “Andaikan Ramadhan ini Ramadhan Terakhir-Ku”

  1. casrudi said

    Bener kata kang Abi… jadi isin… 🙂

    – Sibuk nyari makanan ini itu sebelum buka puasa, padahal udah buka mah yang di makan cuma satu jenis = Mubazir
    – Makan besar sampe perut kembung akibatnya malas salat tarawih = Pahala melayang
    – Habis sahur tidur lagi akhirnya salat subuh kelewat = pahala melayang belum ditambah dosa

    Wilujeng shaum kang.. hapunten lahir bathin nya…

    Suka

  2. met berpuasa blue pamit duku yah
    salam hangat selalu

    Suka

  3. adi isa said

    kang , jangan dulu berandai-andai kang,
    kamu masih muda..

    hehehehe, selamat puasa ya, kang

    Suka

    • abifasya said

      Bukan apa2 hanya sekedar siap-siap saja, karena kita semua tak ada yg tahu kapan umur kita berakhir, dan bisa jadi ramadlan ini adalah ramadlan yang terakhir buat kita.

      Selamat puasa juga
      and maafkan lahir bathin

      Suka

  4. Marhaban Ya Ramadhan
    Mohon Maaf Lahir Bathin.
    Semoga puasa kita dapat diterima Allah SWT
    amin

    Suka

  5. Saka said

    Assalamu’alikum wr. wb.
    maaf baru bisa berkunjung, atas nama pribadi dan keluarga sy mohon maaf lahir bathin atas semua komentar maupun tulisan yang mungkin secara tidak sengaja membuat Anda kurang berkenan… selamat menjalankan ibadah puasa, semoga ramadhan tahun ini menjadi sebuah momentum yg tepat untuk kita memperbaiki segala kekurangan selama ini… semoga ramadhan ini membawa berkah untuk kita semua… amin…

    salam,
    Saka dan Keluarga

    Suka

  6. Hidup kita ini tidak akan pernah tahu ujungnya. Apakah tahun ini adalah tahun terkahir kita? Oleh karena itu marilah kita manfaatkan bulan Ramdhan ini untuk semakin mendekatkan diri kkta kepada NYA. Meminta ampun atas segala kesalahan muali dari kita baligh hingga saat ini yang mungkin begitu menggunung. Sedangkan kita tak pernah merasa itu. Marilah kita mamnfaatkan moment indah ini untuk membasahi lidah kita dengan ucapan2 yang baik dan tangan kaki kita berjalan ke arah yang baik pula

    salam. mampir ke blog kami. Link sudah dipsang di blog kami, saya utnggu link balik nya. Terimakasih

    Suka

  7. Selamat datang bulan Ramadhan…
    Mari kita giat beribadah…

    Suka

  8. Assalamu’alaiukum,
    Subahaanallah, sebuah tulisan yang sangat bagus. Muhasabah diri dengan memperbanyak mengingat kematian akan memacu kita memperbanyak amal ibadah. Mari kita jalankan Ibadah Puasa Ramadhan tahun ini dengan sebaik-baiknya, karena belum tentu kita bertemu Ramadhan yang akan datang.
    (Dewi yana)

    Suka

  9. masblankon said

    Hanya yang memahami keistimewaan yang akan mengistimewakan
    Hanya yang memahami kekhususan yang akan mengkhususkan
    Hatur tangkyu nasihat n pencerahannya ..
    semoga kita tidak hanya dapat lapar n dahaga semata
    Wilujeng shaum mohon maaf lahir n bathin

    Suka

  10. celetukansegar said

    Semoga kita dapat menunaikan ibadah puasa kali ini dengan sebaik-baiknya!

    Suka

  11. mel said

    alhamdulillah msh dipertemukan dg bulan 1000 bulan ini,anaikan ini Ramadhan terakhirku, aq bakalan beribadah semaximal mungkin, sebanyak2nya ibadah, agar nanti bs menghapus smua dosa2 ..dan melewatinya dg senyum ,keluar menjadi suci,,lahir bathin…

    Suka

    • abifasya said

      Yups… kita wajib bersyukur dengan kesempatan yang masih diberikan Allah kepada kita dipertemukan dg bulan yg lebih baik dari 1000 bulan, bisakah kita memanfaatkan kesempatan ini ?
      semoga

      Salaaaaam

      Suka

  12. Marhaban ya Ramadhan……mampir nih

    Suka

  13. Indo Hijau said

    Abi, sebelumnya mohon maaf terlambat datang ke sini, sebelumnya : selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan dan semoga Allah mempertemukan kita di ramadhan yang akan datang.

    Suka

  14. agnessekar said

    Wilujeung Wengi Kang Abi,
    Beriman itu artinya percaya dengan makna yang utuh dan bulat, tidak terbagi-bagi dan tidak terkotak-kotak. Percaya lahir dari bibir,keyakinan di dalam hati serta amal perbuatan yang nyata termasuk puasa didalamnya. tidak cukup dengan ucapan lisan melainkan harus menjadi keyakinan didalam hati dan yang lebih penting lagi adalah memanifestasikan kedalam bentuk perbuatan, inilah yang dimaksud menjalankan ibadah puasa yang sesungguhnya,Manusia hanya sekedar menjalankan perintahNya. Praktis tidak mempunyai kekuatan apapun tanpa campur tanganNya. Memahami dan menyadari bahwa manusia ini diciptakan dengan satu tujuan yakni hanya menyembah kepada Tuhan dan mentaati seluruh perintahNya. Demikian delenger, terima kasih postingannya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

    Suka

    • abifasya said

      Diwalerna : “wilujeng enjing”
      Bu Agnes, tul kali kalo iman itu begitu adanya “percaya dengan makna yang utuh dan bulat, tidak terbagi-bagi dan tidak terkotak-kotak. Percaya lahir dari bibir,keyakinan di dalam hati serta amal perbuatan yang nyata” dalam kat yang lain membenarkan dengan hati mengucapkan dengan lisan dengan dilakukan dalam perbuatan. kesemuanya itu harus dilakukakn secara utuh dan tidak terkotak-kotak, sebab syaithan saja kalo soal membenarkan dengan hati dan mengakui dengan lisan mah sudah dia lakukan tapi tatkala diperintahkan sujud kepada adam dia enggan dan takabur dan akhirnya Iblis termasuk golongan yang merugi, nauzubillah.
      Semoga kita semua termasuk orang 2 yg beriman kepada-Nya.
      Amiiin
      Slaam

      Suka

  15. KangBoed said

    Romadhan menggetarkan Jiwa2 yang Haus akan Cinta Kasih Allah, sementara Kasih Sayang Allah tiada terbatas. Semoga Menjadi Berkah untuk Semua Saudara2ku wabil khususon mas Abfashya yang saya Hormati dan Kasihi.

    MOHON MA’AF LAHIR & BATHIN DARI KALIAN SEMUANYA…..semoga terbuka untukku sekeluarga.

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllllllllllllll

    Suka

    • abifasya said

      Kantenan kang dihapunten mah, teu geuneuk teu maleukmeuk caang bulan opat belas beresih jalan sasapuan. Sawangsulna simkuring sakulawari neda sihapuntennan boh bilih seu-eur ucap nu lepat seratan nu matak ngajaheutkeun manah salira.
      Salaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaam
      I L U F oge

      Suka

  16. KangBoed said

    andai mereka m,engerti akan hari yang menakutkan.. tiada lah seorangpun akan menunda nunda semua..

    Suka

  17. Abdul Aziz said

    Assalamu’alikum,
    Renungannya bagus sekali, Mudah-madahan kita bisa berpuasa sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.
    Kemarin saya hadir di WordPress, nyoba bikin blog lagi. Tapi dasar bodoh, hanya bisa tampil seadanya saja. Kalau sempat nengok , saya bersyukur sekali.
    Wassalam.

    Suka

  18. Rivanlee said

    blm , minta maaf kesini ,
    hehehe

    selamat berpuasa ya om .:)

    Suka

  19. KangBoed said

    Para Sahabat mari kita gunakan momentum PUASA RAMADHAN ini untuk mempersatukan RASA.. membentuk satu keluarga besar dalam persaudaraan ber dasarkan CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG.. menghampiri DIA.. menjadikan ALLAH sebagai SANG MAHA RAJA dalam diri.. menata diri.. meraih Fitrah Diri dalam Jiwa Tenang ..
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

    Suka

  20. casrudi said

    Wilujeng shaum kang Abi… ngantosan buka masih lami… 😛

    Suka

  21. Marim kita luruskan niat agar puasa kita benar-benar sesuai syariat dan mendapat ridho Allah. Berpuasa dengann ikhlas dan sesuai syariat agama.
    Selamat menunaikan ibadah puasa, maaf lahir dan batin.
    Salam dari Surabaya

    Suka

  22. hiks…….hiks……jadi sedih plus takut,
    apakah Ramadhan ini lebih baik dr pada Ramadhan sebelumnya ?
    muhasabah diri yg sangat berarti, terima kasih Mas Abi telah mengingatkan.
    Semoga Ramdhan kita kini, Ramadhan yg terbaik dlm mencari ridhanya, amin.
    Salam.

    Suka

    • abifasya said

      Gak usah sedih dan gak usah takut bun, tapi kita harus siap menghadapinya, dan harus disadari bahwa Rammadlan tahun ini lebih dekat kepada kematioan daripada ramadlan tahun lalu.

      Suka

  23. mohon maaf lahir batin selamat menjalunkan puasa. sukses selala

    Suka

  24. Yep said

    Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 🙂

    Suka

  25. perigitua said

    haddiirrr………

    selepas waktuku menyepi… mengunjungi sehabat untuk meminum secangkir kopi….

    Andai Ramadhan ini ramadhan terakhir bagi kita… Hhhmm… sama kang abi… saya juga berpikir seperti itu 🙂
    semoga saja, Ramadhan kali ini menjadi Ramadhan terbaik yang mengiring kita kembali fitri
    Amiiieen…
    cu…

    Suka

  26. terima kasih telah mengingatkat betapa pentingnya romadhon hinga jangan sampai terlewatkan

    Suka

  27. arifin said

    betul bang… tak satupun makhluk yang bisa menjamin bahwa kita bisa berjumpa lagi dengan ramadhan tahun depan. maka marilah kita pergunakan kesempatan kali ini dengan sebaik-baiknya.

    Suka

  28. KangBoed said

    hmm seandainya manusia mau berfikir.. dan mulai melangkah menghampiri DIA.. islam = selamat tanya kedalam hati nuranimu sudahkah kita siap.. yayaya.. yakinkah..

    Suka

  29. KangBoed said

    hehehehe link sudah di adds terima kasih mas juragan waaakakaakakakak

    Suka

  30. KangBoed said

    Lapor yang takwa kok gak bisa di buka mas.. makanya ngungsi kesini

    salam syaang

    Suka

  31. Saung Web said

    makanya kita berharap agar ketemu lagi dengan ramadhan tahun depan… seperti apa yg dilantunkan Bimbo..

    Setiap habis Ramadhan , hamba takut kalau tak sampai,
    Umur hamda ditahun depan, berilah hamba kesempatan…

    selengkapnya ada disini Selamat Hari Raya Idul Fitri mohon maaf lahir dan batin..

    Suka

  32. nur ichsan said

    nice post …….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: