Farhansyaddad weblog

Untuk Hari Esok Yang Lebih Baik

PENGEMBANGAN KEGIATAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Posted by abifasya pada 30 Juli 2009


Assalaamu ‘Alaikum Wr. Wb

Tulisan ini   di dapat saat  workshop TPK Kabupaten/ Kota Provinsi Jawa Barat Bulan Juni 2008 di Hotel Endah Parahiangan. Sengaja dituliskan ulang di Blog ini dalam rangka menyebarluaskan informasi bagi yang belum mengetahuinya, dan dalam rangka ….. ???? apa yah ? ……, yah dalam rangka ngabejaan bulu tuur buat sahabat-sahabat Guru PAI yang pernah  sempat tahu tentang hal ini, mangga Nyanggakkeun.

KONSEP DASAR

Pelaksanaan kegiatan pembelajaran merupakan implementasi dari rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Pelaksanaan kegiatan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Untuk pengembangan pembelajaran PAI pun harus mengikuti langkah-langkah ini.

1.  Kegiatan Pendahuluan

Kegiatan pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan un­tuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.

Dalam kegiatan pendahuluan, yang dilakukan guru adalah:

  1. menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;
  2. mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
  3. menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai; dan
  4. menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.

2.  Kegiatan Inti

Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran di­lakukan secara interaktif, inspiratif, menyenang­kan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pela­jaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

a.   Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, yang dilakukan guru adalah:

  1. melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prin­sip alam takambang jadi guru (menjadikan alam lingkungan sekitar sebagai guru) dan belajar dari aneka sumber;
  2. menggunakan beragam pendekatan pembela­jaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
  3. memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
  4. melibatkan peserta didik secara aktif dalam se­tiap kegiatan pembelajaran; dan
  5. memfasilitasi peserta didik melakukan per­cobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

 

b.   Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, yang dilakukan guru adalah:

1)    membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;

2)    memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memuncul­kan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;

3)    memberi kesempatan untuk berpikir, menga­nalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;

4)    memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;

5)    memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;

6)    memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;

7)    memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;

8)    memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan; dan

9)    memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa per­caya diri peserta didik.

c.   Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, yang dilakukan guru adalah:

1)    memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik;

2)    memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplo­rasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber;

3)    memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan; dan

4)    memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar. Dalam hal ini guru:

a)    berfungsi sebagai narasumber dan fasilita­tor dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan be­nar;

b)    membantu menyelesaikan masalah;

c)    memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;

d)    memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh; dan

e)    memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

 

3.  Kegiatan Penutup

Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan un­tuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut.

Dalam kegiatan penutup, yang dilakukan guru adalah:

  1. bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
  2. melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
  3. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
  4. merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tu­gas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; dan
  5. menyampaikan rencana pembelajaran pada per­temuan berikutnya.

Selain tiga kegiatan inti di atas, untuk mendukung ketercapaian dan ketuntasan suatu pembejalaran, guru perlu menerapkan metode dan menggunakan media pembelajaran yang tepat:

1. Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Dalam hal ini banyak metode pembelajaran yang bisa dipilih oleh seorang guru. Pemilihan metode pembelajaran ini tentu saja harus disesuaikan dengan situ­asi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran.

Di antara metode pembelajaran yang bisa digunakan adalah:

  1. metode ceramah,
  2. diskusi,
  3. belajar kelompok,
  4. inquiry dan discovery,
  5. bermain peran, dan
  6. pembelajaran dengan modul (Modular Instruction).

Pelaksanaan pembelajaran bisa dilaksanakan di kelas (in class teaching) atau luar kelas (out of class teaching).

2. Media Pembelajaran

Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang bisa digunakan sebagai alat bantu dalam rangka mendukung usaha-usaha pelaksanaan strategi serta metode pembelajaran yang mengarah kepada pencapaian tujuan pembelajaran. Media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang membawa atau menyalurkan informasi antara sumber dan penerima.  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah setiap alat baik hardware maupun software yang dipergunakan sebagai media komunikasi dan bertujuan untuk meningkatkan aktivitas proses belajar mengajar.

Secara garis besar media dapat digolongkan menjadi tiga jenis yakni:

  1. Media berupa benda asli, seperti candi, masjid, dan artefak lainnya.
  2. Rekaman, yaitu media yang dimaksudkan untuk memperkecil atau membawa benda asli secara mirip dengan cara direkam, misalnya film, foto kopi, kaset, slide, dan lain-lain.
  3. Rekaan, artinya bentuk media yang dirancang secara khusus oleh pembuat media dengan sengaja dengan menambah, mengurangi, atau berbeda sama sekali dengan wujud benda yang asli. Rekaan juga dapat berupa berbagai bentuk rancangan pembelajaran seperti media powerpoint, flash, dan seterusnya.

Kegunaan media dalam pembelajaran adalah untuk :

  1. membangkitkan motivasi,
  2. membuat konsep abstrak menjadi konkrit,
  3. mengatasi batas-batas ruang kelas,
  4. mengatasi perbedaan pengalaman siswa,
  5. memungkinkan mengamati objek yang terlalu kecil,
  6. menggantikan penampilan objek yang berbahaya/sulit terjangkau,
  7. menyajikan informasi belajar secara konsisten,
  8. menyajikan pesan secara serempak,
  9. menyajikan peristiwa yang telah lewat,
  10. memusatkan perhatian,
  11. mengatasi objek yang kompleks,
  12. mengatasi penampilan objek yang terlalu cepat atau lambat, besar atau kecil

Dengan penjelasan rinci tentang kegiatan pembelajaran di atas diharapkan proses pembelajaran mapel PAI mengikuti langkah-langkah dan prinsip-prinsipnya. Karena itu, guru PAI harus memahami hal ini agar proses pembelajaran PAI bisa berjalan dengan baik dan berhasil sesuai dengan yang diharapkan.

Ingat Masa depan putra-putri kita bergantung kepada kita, apakah mereka itu akan berakhlakul karimah atau mazmumah, apakah mereka itu akan menjadi Yahudi, Nasrani Atau Majusi, semuanya bergantung kepada Kita.

Yu ah.. mulai dari sekarang kita mengajar dengan baik dan benar, apalagi buat sahabat-sahabatku yang sudah memiliki sertifikat “PROFESIONAL”.

Kalo sudah Profesional mah kembali lagi kita harus mengingat 4 kompetnsi yang telah kita miliki.

Wallahu ‘Alam

Wassalaam

Iklan

20 Tanggapan to “PENGEMBANGAN KEGIATAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM”

  1. abifasya said

    Pertamaxxxx heula ah
    bisi kapiheulaan ku raja OL jeng Raja komeng

    Suka

  2. abifasya said

    Keduaxxxx 😆 :mrgreen:
    Baru Komeng neh….
    Jika tahapan-tahapan dalam kegiatan inti telah dilaksanakan dengan baik, maka Insya Allah generasi oot suroot tidak akan ada lagi.
    Eta teh standar minimal kudu kitu, komo mun tiasa langkung tikitu mah.
    Derrr ah… tikawit ayeuna mah ngajar teh sing leres.Nu tos sae tur leres urang tingkatkeun langkung ti kitu
    Salaaaaaaaaaaammm
    Intanshurullaha, yanshurkum

    Suka

  3. KangBoed said

    katigaaaaaaaaaaaxxxxxx

    hahahahahahahaha

    pertamaaaaaaaaaaaaxxxxxxxzzzzzzzzz

    Suka

  4. KangBoed said

    Kaopaaaaaaaaaaaxxxxxxxxzzzzzzz

    curang tuh tuan rumahnya ketularan

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk sahabatku yang terchayaaaank

    Suka

  5. info yang sangat bagus, kritis dan membangun….. trim’s
    Semoga bertambah majulah dunia pendidikan kita…Amin!!!

    Suka

  6. hatur tangkyu pak guru info nya .. 🙂
    salam baktos ..

    Suka

  7. wah…keren infonya…dosen ya Bang???

    Suka

  8. guskar said

    dan yang paling penting guru agama jangan terpaku pada buku pegangan saja. latar belakang ajaran agama peserta didik sangat beragam, ada yg cetek ada yang sdh mendalam. misalnya ada murid bertanya kepada guru agama islam di kelasnya, sebenarnya pertanyaan anak ini lugu (karena mmg belum paham), di sini peran guru agama sangat penting jangan sampai memberikan suatu pemahaman atau informasi yg salah ditangkap oleh murid..dan ini biasanya akan terbawa terus di lingkungan kehidupannya.

    Artikel yang menarik untuk didiskusikan lebih lanjut, kang!

    Suka

  9. KangBoed said

    SEMANGAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAT

    Suka

  10. backpackerman said

    jadi inget Alm. guru agama saya pas SD.. saya nakalnya minta ampun tapi beliau tetap sayang..

    Suka

  11. Rigih said

    yang pertama dipelajari oleh anak, tentu adalah perilaku/ akhlak kedua orang tua. agaknya ini sedikit terlupa, baik oleh orang tua itu sendiri,maupun oleh institusi pendidikan.
    saya sangat bersyukur dulu ortu saya ‘ngoprak-oprak’ saya buat ke musholla pas maghrib. dan dlu keadaan sangat mendukung.banyak teman bermain disana.
    tapi sekarang…?

    Suka

  12. Aldy said

    Mas, nggap ada dalam bentuk PDF yang bisa didonlot gitu ? atau saya ijin copy paste saja ya ? Terima kasih sebelumnya.

    Suka

  13. Kurotsuchi said

    hoho… panjang juga yak?
    btw, kek-nya post activity juga penting deh pak… semisal terkait dengan sejauh mana para peserta pembelajaran bisa mengimplementasikan hasil pembelajaran yang sudah mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari. dan sejauh mana atau selama apa mereka bisa menjaga konsistensi mereka untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

    Suka

  14. abifasya said

    @Aldy
    Mangga copas aja deh..
    @Kurotsuchi
    Sebenrnya tulisan diatas bukan hanya untuk peserta didik tapi lebih dititk beratkan untuk pendidik. Setelah pendidiknya bisa menerapkan hal itu dalam pembelejaran baru bisa diketahui bagaimana efek kepada peserta didik.
    Insya Allah nanti dipost salah satu kegiatan mengajar saya dan efek yg terjadi pada anak. Tunggu aja yah ?
    Salaaaaaaaaaaaaaam
    Intnshurullaha yanshurkum

    Suka

  15. Saka said

    pandeuriiiiiiiiiiiiixxxxxxxxxx…. 😆

    hadoooohhh postingan nu ieu mah formal teuing – sampe teu lieur2 acan 😆 tuing tuing euy sirah :mrgreen:

    Suka

  16. tolhah said

    izin kopy paste nya kang, hatur nuhun pisan….

    Suka

  17. lisa said

    ada beberapa pertanyaan yang saya ingin ajukan:

    1. kenapa manusia berhajat kepada agama?
    2. bagaimana collaborative learning terhadap PAI?

    mohon dijawab secepatnya, karena untuk bahan tugas saya. terima kasih.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: