Farhansyaddad weblog

Untuk Hari Esok Yang Lebih Baik

Guru Nyontek Saat Ujian

Posted by abifasya pada 29 Juni 2009


Guru digugu dan ditiru…., apa yah yang harus kita tiru dari guru jika yang mengemuka selalu sisi gelapnya saja, saat ujian nasional dulu ada guru yang menjadi tersangka pembocor rahasia negara karena guru tersebut membocorkan soal UN. Hari ini berita mengejutkan datang dari Pulewali Mandar Sulawesi Barat, ketika kemarin (minggu, 28 Juni 2009) dilaksanakan ujian smester Universitas Terbuka ada guru yang asyik mencontek. Jika gurunya saat ujian mencontek bagaimana dengan muridnya?.

Uswatun Hasanah (teladan yang baik) itu kini telah hilang, para pahlawan tanpa tanda  jasa yang seharusnya memberikan teladan yang baik, mencontohkan perbuatan jujur dalam masalah apapun termasuk jujur ketika ujian kini telah tiada. kemana uswatun hasanah itu ?

Jika hal ini dianggap biasa, dibiarkan begitu saja tanpa adanya pelurusan dari pihak berwenang, bagaimana nasib bangsa ini masa yang akan datang?. Apakah akan masih ada manusia-manusia yang jujur ?. Atau jujur akan menjadi perbuatan yang salah karena hanya dilakukan segelintir orang, sementara ketidak jujuran (dusta) akan menjadi perbuatan yang dianggap benar karena telah dilakukan oleh banyak orang.

Iklan

25 Tanggapan to “Guru Nyontek Saat Ujian”

  1. KangBoed said

    Pertamaaaaaaxxxxxxzxxzxzx.. hehehe.. sudah sebegitunyakah yaaaa
    Salam Sayang

    Suka

  2. Rivanlee said

    keduaaaaaaaaaaaaaxxxxxxxxxxxxxxxxxx

    Suka

  3. abifasya said

    ih… c kangboed mah curang entar mah dipiheulaan ah, rek ngagorowok duluan.
    eta deuih si ujang ivan pipilueun jadi nu kaduaaaaaxxxxxxxxx.

    Suka

  4. guskar said

    itu sih masih ada lanjutannya kang. ntar saat mereka bikin skripsi, akan melakukan pencotekan lagi. saya hanya bisa ikut prihatin atas buruknya wajah pendidikan kita. yg bisa saya lakukan, cuma bisa menasihati anak2 saya spy jujur dlm menuntut ilmu

    Suka

  5. abifasya said

    Bener gus ….., jadi dimana letak peningkatan kualitas guru teh.

    Suka

  6. kunjungan balik mas 🙂
    mungkin guru-guru sekarang waktu sekolahnya, pelajaran budi pekerti sudah keburu dihapus. mungkin harus ada juga uji perilaku dan psikologis kalau ingin jadi guru. ada fit and proper tes lah…

    makasih sudah mampir ke tempat saya.

    Suka

  7. mamas86 said

    Guru kini bukan lagi pahlawan tanpa tanda jasa seperti yg dulu pernah saya kagumi. Guru kini sudah sama dengan pekerjaan yang lainnya. Bagai mana jadinya muridnya ya kalau gurunya saja masih mencontek saat ujian? Katanya siswa dilarang mencontek saat ujian, eh ini kok malahan gurunya yang mencontek.

    Suka

  8. dedekusn said

    Guru aja nyonteks…
    …. tidak semua guru….. 😀

    Suka

  9. abifasya said

    @dedekusn
    Ya.. iya auth kang tidk semua guru kaya gitu, kata murid-muridku aq juga kan guru.

    Suka

  10. assalamu’alaikum mas abi.
    miris juga denger berita ini.
    gmana dong nanti kedepannya ?
    semoga itu hanya oknum.
    saya yakin msh banyak guru2 yg seperti
    guru kita dulu.
    yang memang patu ditiru dan digugu, amin.
    salam

    Suka

  11. abifasya said

    @Bunda
    Betul bun smoga aj itu hanya oknum, tapi kalo oknum sampe satu kelas bgitu gmana ya ?… bunda lihat kan videonya ?

    Suka

  12. yorick said

    guru yang penuh improvisasi…

    Suka

  13. abifasya said

    @Yorick
    Maksaih atas kunjungannya

    Suka

  14. Hhmm…Itulah yang saya rasakan..Degradasi nilai2 keilmuan…

    Nyontek di anggap lumrah, ya repot to…

    Di kampus saya sendiri pun , orang yang benar2 murni tidak melakukan kecurangan hanya segelintir orang saja….

    Salam semangat Bocahbancar……

    Suka

  15. dedekusn said

    Guruku idolaku….
    keuali guru pencontex 🙂

    Suka

  16. abifasya said

    @Bocah bancar
    Pokoknya jangan pernah mau meniru guru yang suka nyontek

    @Dedekusn
    Teruslah mengidolakn guru tapi jangan kultus, Ok

    Suka

  17. Wilejeng Siang Kang Abi,

    Menyandang predikat guru itu tidak mudah, karena sebagai panutan, setiap kata yang diucapkan didepan publik dan setiap tingkah laku yang dilakukan sebagai panutan yang layak untuk dicontoh, tapi kondisi sekarang banyak yang tidak integritas , apa yang diucapkan lain dengan yang ia lakukan, sehingga muridnya bingung, apa yang bisa diambil dari teladan si Guru ? Ini kejadian nyata suatu hari saya melihat di media masa lokal seorang Dosen yang digerebeg karena selingkuh dengan asistennya, eh..lusanya hardiknas si Dosen itu malah diberi tanda jasa satyalencana, dengan tanpa rasa berdosa/bersalah sedikitpun, kejadian lain lagi kebetulan saya menguji sidang sripsi Pasca Sarjana, ndelalah si dosen yang sedang diuji menjiplak mentah-mentah tugas siswanya dengan kelupaan ada bagian-bagian tertentu tidak dia rubah alhasil dengan muka merah padam terpaksa tidak kami luluskan karena sikap yang tidak terpuji itu. Kenapa ya koq beraninya tidak integritas, apa gunanya klu dia mencarinya dengan tidak halal, bukan untuk mengharumkan dunia pendidikan bahkan mencemarkan dunia pendidikan. Terima kasih postingan yang bagus, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

    Suka

  18. abifasya said

    @Agnes
    Yups…, sudah separh itukah… berarti kejadian itu bukan hnya di UT saja, kejadian seperti itu bukan hanya di mahasiswa s1 saja ?
    Subhanallah…

    Suka

  19. assalamu’alaikum mas abi.
    dengan segala hormat, saya memberikan award utk mas abi.
    tolong diambil ya mas diblog saya.
    terima kasih.
    salam.

    Suka

  20. rbaryans said

    Nyontek?
    prihatin juga ya….
    nampaknya guru tersebut tidak memeiliki rasa percaya diri
    abdi teu acan nulis deui di blog margi seueur anu kedah dibenahi di diri abdi hehehe…

    Suka

  21. abifasya said

    @Bunda
    maksih awardnya ntar saya ambil
    @Rbaryan
    Mmbenahi diri bisa sambil membenahi blog hehehehe

    Suka

  22. komuter said

    guru…. mencontek…..
    murid… mencontoh…..

    Suka

  23. javanese said

    bagaimana ini ?
    malu-maluin ah

    Suka

  24. faza said

    Haddirr… mas Abi,

    No komenx ah, untuk gurunya 🙂

    Mencari Uswatun Hasanah ya? ada tuh, tetangga saya, cantik lho orangnya, hahaha…. piss!

    kenapa bingung, mas. Kalo cuma nyari mungkin sudah rada2 sulit mas, biarpun aku yakin ada dan masih banyak jumlahnya, tapi yg jelas, pasti akan banyak memakan waktu. dan setelah ketemu, hehehe…,aku takut sudah keburu ‘bubrah’ semuanya.
    bagaimana kalo menawarkan diri aja, mas? kita perbaiki diri ini, sempurnakan akidah dan akhlak ini, biarkan itu tercermin dari kehidupan kita sehari-hari. minimal kita bisa jadi Uswatun Hasanah bagi keluarga kita kan? ok
    keep the fight ya,
    cu….

    Suka

  25. casrudi said

    Awalnya – nyontek itu tidak berani…
    Kedua – memberanikan diri karena terpakasa… (banyak alasan yg membuatnya terpaksa nyontek)
    Ketiga – Menyontek masih dengan malu-malu…
    Keempat – Nyontek jadi hal biasa
    Kelima – Sudah malas menghapal/membuka buku -> serahkan pada contekan
    Keenam – Bangsa ini diambang kebodohan…

    Balik lagi pada didikan sang Guru, dimanapun berada, guru adalah sosok yang paling bertanggung jawab akan moral muridnya (disekolah)…

    Setuju dengan Kang Abi, GURU untuk di GUgu dan di tiRU…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: