Farhansyaddad weblog

Untuk Hari Esok Yang Lebih Baik

Jangan Ada Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Posted by abifasya pada 14 Juni 2009


KDRT PNGSudah lama dan sudah sering kita dengar berbagai kisah terkait Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), baik yang dilakukan orang tua terhadap anaknya, istri terhadap suaminya, ataupun suami terhadap istrinya. Terakhir barang kali kita semua telah dengar dan lihat lewat TV kasus KDRT yang dilakukan putera kerajaan Kelantan Malaysia Tengku Fakhri terhadap istrinya Manohara Odelia Pinot seorang perempuan berkewarganegaraan Indonesia (sebangsa dan se tanah air dengan kita). Saya yakin kalau Sang Pangeran Tengku Fakhri adalah seorang yang muslim yang tahu banyak tentang cara suami memperlakukan istrinya, dengan jelas Islam telah mengatur bagaimana seharusnya seorang suami menunaikan kewajiban terhadap istrinya.

Setidaknya ada lima kewajiban yang harus dilakukan seorang suami kepad istrinya, yaitu :

1. Mu’asyarah bil ma’ruf (mempergauli istri dengan baik)

Yang termasuk ke dalam mu’asyarah bil ma’ruf adalah :

  • Memberikan nafkah lahir dan bathin.

Dalam memberikan nafkah lahir (makan) sering terjadi pemahaman yang tidak pas bahwa memberi nafkah itu seorang suami cukup memberikan uang untuk dibelanjakan istrinya kemudian istrinya masak lalu mereka makan bersama. Padahal dalam pemahamn yang utuh memberi nafkah (makan) kepada istri seyogyanya istri tidak tahu (tidak mengerjakan) proses terjadinya makanan, istri tinggal menkonsumsi nafkah (makanan) yang menjadi kewajiban suaminya, jadi dalam hal ini jika suami berkewajiban memberi nafkah kepada istrinya maka sebetulnya kewajiban menyediakan makanan (memasak) adalah kewajiban suami. Sementara dalam memberikan nafkah bathin (hubungan seks), perlakukanlah istri dengan lembut jangan sekali-kali diawali dengan kekerasan apalagi harus dilakukan penyiksaan terlebih dahulu untuk mendapatkan sebuah kenikmata seks seperti yang dilakukan Sang Pangeran Tengku Fakhri kepada Istrinya Manohara. Bahkan jangan sampai kenikmatan itu hanya dirasakan oleh suami, dan suami harus berusaha membuat istri senang dan bahagia dengan apa yang dilakukannya. Dan lakukanlah hubungan seks itu sesuai tata krama yang diajarkan Islam (lihat di sini).

  • Memberikan Kiswah (Pakaian),

Berikanlah pakaian yang benar-benar menutup aurat. Jangan sampai seorang suami memberikan istrinya pakaian yang keindahan tubuh istrinya bias dinikmati oleh laki-laki lain. Dalam masalah memberi pakaian kepada istripun sering terjadi pemahaman yang kurang pas bahwa memberi pakaian itu cukup dengan membelikan pakaian kepada istri, jika sudah kotor ya…biarkan istri mencucinya. Padahal bukankah kalau memberi kiswah adalah merupakan kewajiban suami berarti kiswah yang diterima istri adalah kiswah yang siap pakai… jadi jika pakaian itu kotor sebenarnya kewajiban siapa mencuci pakaian pada asal hukumnya ?

  • Menyediakan Suknah (Tempat tinggal)

Suami berkewajiban menyediakan tempat yang layak untuk istrinya sesuai kemampuan suami. Jika suami hanya mampu menyediakan sebuah rumah kontrakan ya… kontraknlah tempat tinggal untuk istri dan jika suami mampu membelikan rumah yang menjadi idaman istrinya, belikan sang istri rumah sesuai idamannya itu.

  • Mendidik dengan tata krama yang baik

Jangan sampai seorang istri berbuat nusyuz (meninggalkan suami) karena   suami tidak pernah mendidiknya dengan tata krama (adab) yang baik.  Berikanlah pendidikan itu dengan cara yang disukai Allah yaitu dengan cara menasihatinya dan teladan yang baik, janganlah menggunakan cara-cara yang kasar seperti dengan cara menghardiknya, mengutuknya, mencacinya, dan cara-cara lain yang istri merasa tidak suka dengan cara itu.

(Bagaimana dengan kasus Manohara yang kabur dari suaminya ?, apakah itu termasuk nusyuz ?, Insya Allah akan dibahas kemudian).

2. Mengajarkan Istri dengan Ilmu Dloruri

Yaitu ilmu agama yang sangat mendesak dibutuhkan istri untuk pelaksanaan ajaran agama, seperti tentang tata cara shalat. Jika suami tidak sempat dan tidak bisa mengajarkan istrinya dengan Ilmu  dlaruri maka izinkanlah istrinya itu  untuk menghadiri majlis-majlis ilmu.

3. Mengajakan istri ttg adab/ tata krama seuai Islam

Ajarkan kepad istri untuk tidak melakukan tabarruj, ikhtilath, syirik kepada Allah, munafiq, fasiq, ghibah, namimah, dan lain-lain.

4. Berbuat adil kepada Semua Istri

Jika Suami memiliki istri lebih dari satu maka berbuat adillah kepad mereka dalam masalah nafkah, kiswah, dan suknah. Jangan sampai ada seorang pun diantara istrinya yang merasa terzalimi.

5. Tidak membuka dan menceritakan Aib Istrinya

Seorang suami jangan sampai menceritakan aib istrinya kepada orang lain, justru sesungguhnya seorang suami harus menjadi pengaman rahasia istrinya. Kekurangan seorang istri jangan sampai semua orang mengetahuinya karena ketidak mampuan seorang suami menjaga rahasia istrinya. Jika hal ini terjadi maka dari sinilah mungkin pintu perselisihan dan perceraian berwal. Naudzubillahi min dzalik

Dari Kelima kewajiban di atas adakah salah satu diantaranya pernah anda tinggalkan ?, atau adakah diantara penjelasan kelima kewajiban tersebut di atas anda merasa tidak setuju dengan pendapat saya?.

Wallahu ‘Alam

Iklan

4 Tanggapan to “Jangan Ada Kekerasan Dalam Rumah Tangga”

  1. omiyan said

    Indah memang pak bila bisa melaksanakan hal diatas….

    Suka

  2. rouf tracal said

    Titip Obrolan Ngeh…
    Ulasan yang semoga bermanfaat.
    Kurang sopan mungkin,,, Tapi untuk yang nomer lima. kelihatannya kok banyak yang melanggar. apalagi terhadap perselingkuhan istri atau suami… ya kan??
    ya semoga saja ada kemauan Tuhan untuk menjalankan ke-semuanya persyaratan sebagai binaan rumah tangga yang harmonis, sejahtera, selalu dibawah lindungan-Nya.
    Kalau SELINGKUH…???

    Suka

  3. Zoeh Rieya said

    (^_^)v

    Islam memang indah menggambarkan peran suami dan istri, serta hak-hak dan kewajibannya. Meskipun Q belom nikah, tapi pelajaran seperti itu harus dah di dapat dari dulu. Heheheee,

    Selain baca-baca dari buku, dari net juga bisa kok dapetin info-info islam, kaya masalahnikah contohnya. Dan contohnya bisa didapetin disini.

    \(^_^)/

    Semoga semakin banyak keluarga yang melandaskan langkahnya pada Islam. amin,

    Suka

  4. Ya, saya sependapat dengan uraian di atas. Kecuali logonya yang kurang tajam.
    Di blog saya ada banner(kanan) seputar isu KDRT:’Ingat Isteri dan Anak Bukan Sasaran Kekerasan.’
    Andaikan Pangeran Fahri dan Suhaebi pernah membacanya, mungkin dia tidak akan berlaku kejam terhadap isterinya..he..he..he..
    Oke Mas, link sudah saya pasang. Terima Kasih.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: