Farhansyaddad weblog

Untuk Hari Esok Yang Lebih Baik

Berbuat Baik Kepada Orang Yang Berbuat Jahat

Posted by abifasya pada 11 Juni 2009


“lo asyik gua santai, lo usik gua bantai” kitu cenah tah omongan kalolobaan jalma zaman kiwari. padahal kalo qt mo ngikutin  tina kabiasaan jeung talajak rosul eta teh teu kitu. Sebab suatu ketika Rasul Muhammad SAW pernah diludahi orang kafir.
Nabi Muhammad Saw. kaget bukan main. Beliau mengusap kepala.
Hari berikutnya Nabi diludahi lagi. “Alhamdulillah,” ucap beliau sambil mengusap kepala. Hari berikutnya diludahi lagi. Beliau tetap sabar. Akan tetapi pada hari berikutnya, tidak ada yang meludahi. Nabi menemui seseorang dan menanyakan orang yang biasa meludahinya. O….., dia sedang sakit,” jawab orang itu. “Innalillahi, sakit?” Kalau begitu nanti aku akan kesana,” kata Nabi. Setelah shalat, Nabi menengok orang yang telah meludahinya. Dan ternyata Rasulullah adalah orang yang pertama kali menengok orang kafir itu, Orang itu sangat terkejut. Jangan-jangan Nabi akan menyakitinya. “Mudah-mudahan cepat sembuh,” kata Nabi sangat tidak diduga-duga. Orang itu minta maaf, lalu mengucapkan kalimat syahadat karena kesabaran Nabi Muhammad Saw.

Coba hebat gak tuh perilaku Rasulullah  itu…????, walaupun disakiti dia tetap bisa berbuat baik kepada orang yang menyakitinya itu, dia telah membalas tuba dengan susu.

Subhanallah.

Iklan

12 Tanggapan to “Berbuat Baik Kepada Orang Yang Berbuat Jahat”

  1. omiyan said

    jika dijaman sekarang bisa seperti itu rasanya sulit dan mustahil…..sekarang jaman serba emosi dan egois yang tinggi pak selain itu uang lebih banyak berbicara artinya ga seneng ma seseorang berbagai cara dilakuin

    terkadang sepertinya kita sudah melupakan ajaran Nabi itu sendiri…

    tapi setidaknya kita yang tahu sejarah Nabi mau meneladani-Nya

    sukses selalu

    Suka

  2. Agak berat juga Pak kalo benerbenar meniru persis akhlaq-nya Rasulullah Saw. :D.

    Akan sulit mungkin di zaman sekarang kita menemukan seseorang yang diludahi tapi dia tidak marah dan malah mendoakan orang yang meludahinya. Setidaknya walaupun tidak mirip saya rasa dengan sekedar kita tidak membalas meludahi (meski benar-benar marah), masih sanggup kita lakukan. 🙂

    Suka

  3. rouftracal said

    Itulah, mengapa Muhammad diangkat menjadi Rosul, sebagai panutan Manusia…
    Seandainya aku, alangkah hancurnya.
    Salam dariku, Pak.

    Suka

  4. mihokking said

    Benarkah kepribadian Muhammad seperti itu? Mengapa banyak Surah dan Hadis yang menceritakan bahwa Muhammad banyak membantai orang yang bertentangan dengan dia, merampok, membunuh, suka kawin, bahkan anak-anak yang masih ingusan dijadikan isteri. Patutkah pribadi seperti itu diteladani? Karakter yang buruk jangan dijadikan teladan.

    Suka

  5. mihokking said

    Another Murtad Next Door

    Postby muslimotakonta » Wed Feb 24, 2010 6:18 pm
    Salam,

    Saya baru saja bergabung di FFI ini setelah satu tahun menemukan forum ini dan tidak tahu bagaimana cara bergabungnya :yawinkle: . Banyak sekali informasi-informasi tentang islam yang sebelumnya tidak pernah saya ketahui dan kemudian terkuak di sini dengan penjelasan yang sangat logis dan berbobot. Terima kasih untuk itu, FFI.

    Saya terlahir sebagai muslim karena keluarga besar saya muslim. Empat tahun yang lalu saya benar-benar keluar dari islam. Sebenernya belon 100% keluar sih. Bukan masalah saya masih penasaran sama islam, melainkan karena di KTP saya masih nongol tulisan ISLAM. Susah sekali bikin KTP baru di jakarta.

    Saya tumbuh besar di kota Padang, Sumatera Barat. Tau sendiri Sumatera Barat tuh seperti apa kehidupan beragamanya. Susah untuk ketemu orang yang menghargai pluralisme di sana.

    Saya ngga suka ajaran islam semenjak saya bisa bertanya KENAPA. Itulah awal saya bermasalah dengan islam.
    Saya masih inget banget ketika saya mempertanyakan tampilan visual azan magrib kepada guru agama saya. Saya heran, kenapa azan magrib pada waktu itu menampilkan ateng dan iskak yang dikejar-kejar setan? Hal itu membuat saya ketakutan tiap mendengar azan. Kesannya horor banget. Tapi, di dalam islam, pertanyaan KENAPA itu dilarang. Kamu ngga boleh tanya KENAPA karena itu bukan inti ajaran islam. Inti ajaran islam itu menyepakati ajarannya dengan bergumam, BAIKLAH.

    Kemudian, semakin saya tumbuh besar, semakin banyak kejanggalan-kejanggalan dalam ajaran islam. Saya tidak mempertanyakan hadis-hadis. Cukup al quran saja yang saya pertanyakan. Namun, kala itu, guru agama dan ustad-ustad saya selalu bilang kalo al quran itu ngga boleh dipertanyakan. Banyak oang yang jadi gila kalo membedah alquran dan mempertanyakan isinya. Alasannya, al quran itu bahasa tuhan yang jauh melampaui daya berpikir manusia. Sehingga susah untuk dibedah. Kelak saya baru tau kalo membedah al quran emang bikin stress. Isinya kacau balau dan bertentangan dengan nurani. Muslim taat mana yang ngga bakalan gila, coba?

    Akhirnya, kerjaan saya selama bertahun-tahun hanya membaca al quran tanpa mengerti isinya sedikitpun.

    Tapi, ada yang terlupa dalam ajaran islam. Islam tuh ngga mempersiapkan dirinya terhadap perkembangan logika. Islam itu ajaran yang selalu melihat umatnya bodoh, bodoh, dan bodoh. Lebih tepatnya, islam itu hanya siap menghadapi pola pikir orang yang terbelakang. Karena agama islam memang ditujukan untuk orang-orang yang berpikir mundur, bukan maju.

    Islam ngga ngerti bagaimana caranya untuk ikut maju bersama peradaban.

    Buktinya, semakin terpelajar seorang muslim, maka dia akan semakin:

    1. Kebingungan dengan ajaran islam dan hidup sebagai muslim KTP.
    2. Keluar dari islam dan memeluk ajaran lain atau ateis sekalian.
    3. Semakin mendalami islam dan menjadi orang yang ketakutan.

    Tiga poin di atas itu menjelaskan karakter muslim pada umumnya. Kalo ada muslim yang (ngakunya) terpelajar namun selalu terjebak dalam kekolotan ajaran muslim tanpa bergumul dengan logikanya, maka, kita sama-sama tau bahwa orang itu bukan terpelajar. Dan, benar, hanya masyarakat yang mayoritas muslim yang ngga bisa berkembang dan maju.

    Balik ke masalah keimanan saya terhadap ajaran islam, banyak teman-teman saya yang mempertanyakan alasan saya keluar dari islam. Mereka – para muslim – selalu menyayangkan keputusan saya keluar dari ajaran islam dan pindah agama.

    Saya tidak pernah setuju kalo ada yang beranggapan bahwa saya keluar dari agama islam dan pindah agama. Sejak saya bisa berpikir KENAPA, saya tidak pernah merasa saya sebagai seorang muslim. Saya tidak pernah minta untuk menjadi orang islam. Bahkan, mungkin ini yang membuat nilai agama di rapor saya sering renadah dan nilai kuliah saya untuk pendidikan agama selalu E. Ya, saya ngga pernah bisa naikin nilai agama saya dari E ke – minimal C supaya saya bisa lulus kuliah. Karena itu saya ngga lulus kuliah. :yawinkle: FYI, saya tinggal di Padang dari kecil sampe kuliah.

    Jadi, kalo saya memluk agama lain, itu karena saya BARU MENDAPATKAN AJARAN YANG SAYA RASA SESUAI DENGAN IMAN DAN LOGIKA SAYA, bukan karena saya keluar dari islam. Tapi, pada akhirnya saya setuju2 saja dibilang keluar dari islam. Dibilang murtad. Dibilang kafir. Toh itu hanya sebutan saja. Sebutan para muslim untuk orang-orang seperti saya.
    Dan, kenapa saya tidak memilih islam sebagai penuntun iman saya? Ini sudah diwakili dengan jawaban-jawaban dalam setiap thread di forum ini.

    Sebelum saya mengenal kitab-kitab lain selain al quran (sehingga saya tidak mungkin dapat membandingkan alquran dengan kitab-kitab lainnya), banyak sekali pertanyaan KENAPA yang ada di kepala saya.

    1. Mengapa alquran terlalu banyak kata-kata di dalam kurung? Siapa yang memberikan kata-kata dalam kurung itu?
    2. Mengapa mulai dari ayat pertama dalam alquran, kita sudah diajak untuk membenci Israel? Apa salah mereka? Saya udah cari lembar demi lembar cerita tentang kesalahan Israel. Tapi ngga nemu juga selain penjelasan bahwa Isreal itu kafir.
    3. Kenapa harus berbahasa arab? Menyembah menghadap Ka’bah? Ibadah haji ke Mekah? Kalo muslim meledek bahwa tuhan Yahudi dan Kristen pilih kasih ke bangsa Israel, lantas, bangsa arab khususnya orang mekah itu apa? Bukan pilih kasih?
    4. Kenapa nilai perempuan begitu rendah dan gambaran sorga sangat vulgar?
    5. Kenapa harus beribadah puasa yang bukannya menyehatkan malah bikin kerabat-kerabat saya kena diabetes, jantungan, darah tinggi, dsb karena ritualnya sangat merusak tubuh.
    6. Siapa Idris yang selalu dihapalkan sebagai salah satu nabi?

    Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan saya. Teman-teman FFI di sini saja membutuhkan sekian banyak thread untuk mengulas pertanyaan-pertanyaan kenapa ini.

    Dan, tanpa berkunjung di FFI, sebenarnya, banyak fakta meragukan dalam ajaran islam. Karena itu, kita bisa sama-sama melihat kehidupan beragama islam di Indonesia. Siapa sih yang benar-benar mengamalkan ajaran muhammad? Awloh itu pun bukan sesuatu yang dicintai, melainkan sesuatau yang ditakuti.

    Yah, pada akhirnya, ini hanya cerita kesaksian saya terhadap islam. Hanya orang-orang yang murtad yang tahu bahwa ada pencerahan di luar sana. Percaya deh. Dan, misi saya saat ini adalah memurtadkan semua keluarga saya yang – syukurlah – udah mulai ragu dengan ajaran sesat islam.

    Terimakasih untuk FFI yang memudahkan saya memurtadkan keluarga saya. Kalo ngga ada FFI, usaha saya memurtadkan sodara-sodara saya bakal 10 kali lebih susah. Tau aja kan berhadapan dengan muslim tuh kudu bagaimana? Oya, tips untuk temen2 FFI yang ingin memurtadkan teman-teman dan keluarganya, Jangan bawa-bawa hadis yang meragukan untuk mematahkan iman mereka. Langsung saja serang alqurannya.

    Beberapa fakta dibawah ini cukup ampuh untuk menggugah muslim:
    1. Tanyakan ke mereka (muslimmer) apa landasan iman islam. Mereka pasti akan menyertakan peristiwa isra mi’raj yang begitu fenomenal. Lalu berikan fakta bahwa pada saat peristiwa isra mi’raj, belon ada yang namanya mesjidil haram dan mesjidil aqsha.
    2. Tanyakan ke meraka perihal nabi Idris yang menurut muslim adalah seseorang yang begitu penuh hikmat, memiliki banyak kemahiran dan lain sebagainya . Namun tidak ada satu kisah pun tentang Idris ini yang terangkat dalam alquran. Anehnya, dalam hadis-hadis, Idris ini justru merujuk pada kisah seseorang bernama Henokh yang merupakan kakek moyang Abraham, bapak segala nabi. Mungkin karena kisah Henokh ini udah terlalu lama sehingga muhammad lupa dengan kisah Henokh. Atau karena memang Muhammad memang tidak pernah tau tokoh-tokoh penting dalam perjanjian lama. Membaca saja dia tidak bisa. Apalagi belajar kitab-kitab nabi.

    Dua pertanyaan di atas aja sudah cukup untuk membuat muslim terdiam dan mempertanyakan landasan iman mereka terhadap islam. Kemudian, kalo para muslim udah bingung mau jawab apa lagi, kasih deh ulasan2 FFI yang mendalam tentang kebobrokan islam. Dijamin, ngga sampe sebulan mereka murtad. Itu udah terbukti kok.

    Ya udah deh. Segitu dulu.

    Salam.

    Suka

  6. marfin said

    nothing is impossible !!!!! we can!!!! just believe!!!!!!

    Suka

  7. freax said

    luar biasa perilaku Nabi Muhammad Saw. Zaman sekarang memang sulit, namun masih ada kemungkinan, bisa kita tiru.

    boleh minta tolong, mas? itu ceritanya ada di quran/hadith sebelah mana? aku mau hapalin sumbernya, biar ke mana-mana gampang akses buktinya.

    thanks!!!

    Suka

  8. Hmmm, tulisan yang menarik. Terima kasih ya telah berbagi.

    Kebetulan saya juga barusan menulis topik serupa tentang membalas dendam. Cek saja entri saya yang berjudul Balas Dendam Itu Manis? Saya pikir bisa jadi referensi silang yang menambah pengetahuan kita bersama.

    Untuk sementara sekian aja dulu. Salam kenal, dan sampai jumpa lagi nanti.

    Lex dePraxis

    Suka

  9. […] how about this: https://farhansyaddad.wordpress.com/2009 … uat-jahat/ […]

    Suka

  10. islam agama ku said

    3 ciri yang disebut diatas itu hanya untuk sebagian kaum muslim saja yang memang seperti itu, tetapi masih banyak muslimin dan muslimah yang semakin terpelajar mereka malah semakin bisa menghadapi dan menghargai kehidupan. dan buktinya juga banyak orang non-muslim yang masuk islam..tidak usah menjelek-jelekan kaum muslim, jika apa yang kau anggap benar selama ini seperti itu silahkan saja tetapi jangan bawa-bawa agama islam didalamnya..dan bersyukurlah kepada kita yang sejak dari lahir didunia ini telah ditakdirkan sebagai orang muslim, jangan pernah ragu dengan ajarannya kitab suci al-qur’an karena al-qur’an kitab yang telah disempurnakan oleh Allah yang dijadikan sebagai pedoman oleh kita umat muslim.. dan Nabi Muhammad adalah rasul Allah.. bacalah surat al-baqarah ayat 23-27..jika kalian tau apa kunci masuk surga, saya yakin kalian akan menyesal..jagalah apa yang telah dititipkan Allah kepada kita..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: