Farhansyaddad weblog

Untuk Hari Esok Yang Lebih Baik

Bangkitlah !!! Tanggulangi Musibah Sesuai Al Qur’an (Tafsir Surat Al Muzzamil)

Posted by abifasya pada 8 Juni 2009


Posting kali ini masih sekitar musibah, tapi tentunya saat ini lebih dititik beratkan kepada bagaimana cara kita menghadapi musibah yang dari hari kehari semakin banyak terjadi di negeri kita ini, tidaklah berlebihan jika seorang muslim mengembalikan segala sesuatunya kepada Al Qur’an, maka tatkala terjadi berbagai musibah seyogyanya kita mencari cara penanggulangan sesuai Al Quran. Jangankan penanggulangan atas  musibah yang terjadi pada saat ini, penanggulangan  atas musibah atau kengerian besar yang terjadi saat hari kiamat-pun Allah memberitahukannya kepada kita, namun sayang sedikit sekali orang yang mengetahui tentang hal itu. Untuk lebih jelasnya mari kita intip Informasi yang diberikan Allah kepada kita dalam surat Al muzzamil berikut ini :

Imam Qurtubi menuliskan dalam tafsirnya bahwa surat ini tergolong surat makiyah, kecuali dua ayat yaitu surat ke 10 sebagaimana dikatakan Ibnu Abbas dan Qatadah, dan surat ke 20 sebagaimana dikatakan Al Mawardi, (Tth : 1).

Surat Al Muzzamil didahului dengan seruan “   يَآأَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ   “ yang artinya : “Wahai Orang Yang Berselimut”, Khithab dari ayat ini adalah Nabi SAW, dan dalam hal ini terdapat tiga pendapat.

Pendapat pertama menurut Ikrimah beliau menyebutkan  bahwa yang dimaksud dengan “wahai Orang yang berselimut” adalah yang berselimut dengan Nubuwah dan risalah. Pendapat kedua menurut Ibnu Abbas beliau menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan “wahai orang yang berselimut” adalah yang berselimut dengan Al Qur’an. Dan pendapat yang ketiga adalah menurut pendapat Qatadah dan yang lainnya beliau menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan “wahai orang yang berselimut” adalah orang yang berselimut dengan pakaiannya (selimutnya).

Ketiga pendapat tersebut memang dapat dimengerti terlebih bila kita memperhatikan sebab turunnya surat Al Muzzamil ini. Surat ini diturunkan setelah surat Al Alaq dan Al Qalam, surat Al ‘alaq sebagai bukti pelantikan Muhammad sebagai Nabi, maka tidaklah salah jika Ikrimah berpendapat seperti di atas karena saat itu Muhammad memang sudah diselimuti Allah dengan Nubuwah dan Risalah. Dan kedua surat yang telah diturunkan lebih dulu yaitu Al Alaq dan Al Qolam adalah Qur’an maka tidaklah salah pendapatnya Ibnu Abbas karena pada saat itu Rasulullah sedang diselimuti oleh Allah dengan ayat –ayat Al Qur’an, bahkan bila kita perhatikan  bunyi dari surat  Al Muzzamil ayat 4 dimana Allah memerintahkan Muhammad untuk membaca Al Qur’an dengan perlahan, apa yang dimaksud Allah dengan Al Qur’an pada saat itu kalau bukan dua surat pertama yang telah lebih dahulu diterima Muhammad. Dan bagi yang berpendapat bahwa “wahai orang yang berselimut” itu adalah berselimut dengan bajunya (selimutnya), tidak pula dapat disalahkan karena karena kedatangan Jibril pertama kali kepada Rasulullah SAW membuat beliau cemas dan beliau mengira telah kemasukan Jin, beliau pulang dari gunung dalam keadaan gemetar dan berkata   : “selimutilah aku, selimutilah akau”. Ketika beliau sedang berselimut, datanglah malaikat jibril dan menyerunya :

يَآأَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ   قُمِ الَّيْلَ إِلاَّ قَلِيلاً

Dalam ayat kedua Allah menyuruh Muhammad untuk bangkit melakukan shalat malam, dan dalam hal ini terjadi perbedaan pendapat, apakah shalat yang diperintahkan itu shalat fardlu atau shalat sunat ?, dan apakah shalat tersebut wajib bagi Nabi saja, wajib bagi Nabi SAW dan para Nabi sebelumnya, atau wajib bagi Nabi dan seluruh pengikutnya. Dalam hal ini terdapat tiga pendapat :

Pendapat pertama menurut Sa’ad bin Jubair, shalat malam diwajibkan khusus bagi orang yang terkena  khitab ini yaitu Nabi SAW.

Pendapat Kedua meurut pendapat Ibnu Abbas, beliau berpendapat bahwa shalat malam wajib bagi Muhammad dan Nabi-nabi sebelumnya. Dan pendapat ketiga menurut ibunda Siti Aisyah r. a yang pendapatnya dibenarkan oleh Ibnu Abbas sebagaimana didapatkan dalam Kitab Shahih Muslim yang menceritakan tanya jawab antara Siti Aisyah dengan Sa’ad bin Hisyam bin Amir yang hendak melakukan jihad fisabilillah. Saad meminta kepada Siti Aisyah : “kabarkanlah kepadaku tentang shalat malamnya Nabi, maka berkatalah siti Aisyah : “Apakah engkau tidak membaca Yaa Ayyuhal Muzzamil “ ?. Tentu saja aku membacanya , jawab Sa’ad. Kemudian Siti Aisyah berkata lagi , sesugguhnya Allah swt telah menwajibkan shalat malam pada awal surat (Almuzzamil), maka Rasulullah melakukannya dengan para shahabat selama satu tahun, sehingga pada ahirnya Allah menurunkan ayat terahir dari surat ini maka jadilah qiyamullail yang tadinya wajib menjadi sunnat.

Dalam ayat berikutnya setelah Allah menyuruh bangun  malam, Allah memerintahkan Muhammad untuk senantiasa membaca Al Qur’an secara perlahan disertai dengan pendalaman makna yang dapat menyentuh aqlu dan qalbu, karena Allah swt akan menurunkan Al Qur’an yang mengandung urusan-urusan yang berat bagi Muhammad dan para pengikutnya, urusan-urusan yang berat itu tidak akan bisa dipikul kecuali oleh qalbu yang didukung dengan taufiq dan jiwa yang dihiasi dengan tauhid (Husen bin Fadhl, sebagaimana dikutif Al Qurthubi hal : 6).

Ada satu pertanyaan yang jawabannya diberikan Allah pada ayat 6 dan 7, mengapa kita harus bangun malam ? Karena bangun malam itu lebih memantapkan dan menyesuaikan antara hati dengan lisan, dan lebih menghimpun pikiran untuk dapat memahami bacaan-bacaan yang kita baca. Sedangkan pada siang hari ketenangan sulit kita dapatkan karena pada siang hari kita menggunakannya untuk mencari penghidupan, penuh dengan kesibukan-kesibukan yang menyebabkan tidak sempurnanya peribadatan yang kita lakukan. Maka untuk kesempurnaan ibadah marilah kita membiasakan diri bangun malam walaupun bangun malam untuk beribadah itu sulit dilakukan dan satu hal harus kita yakini bersama bahwa “man tasakharol layal tasaroron nahar”.

Selain harus bangun malam dan membaca Al qur’an Allah pun memerintahkan kepada Muhammad untuk berdzikir (mengingat) Allah dengan penuh keikhlasan dan menghambakan hanya kepada-Nya baik malam maupun siang, sedang di mesjid ataupun bukan dimanapun kita berada kapan saja dan dimana saja senantiasa mengingat Allah. Allah Tuhan yang menguasai timur dan barat tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan yang kita jadikan sandaran atas segala sesuatu tempat kita mengadu dan hanya kepadanyalah kita menyerahkan segala urusan.

Dalam ayat berikutnya Allah memerintahkan kepada Muhammad untuk senantiasa bersabar atas caci maki, cemoohan dan olok-olok dari orang-orang kafir yang bodoh dan mendustakannya, dan jauhi mereka dengan cara-cara yang baik biarlah Aku kata Allah yang akan menghadapi mereka yang memiliki kekayaan yang banyak yang suka berpoya-poya dan bermegah-megahan karena Allah akan membalas mereka dengan apa yang pantas bagi mereka,  dan Allah telah menyediakan empat macam adzab yang disediakan untuk mereka.

Yang Pertama :     إِنَّ لَدَيْنَآ أَنكَالاً yaitu sesuatu yang dapat menghambat manusia untuk bergerak apakah itu berupa belenggu atau yang lainnya.

Yang kedua :         وَجَحِيمًا yaitu api yang bernyala-nyala dan membakar muka.

Yang Ketiga : وَطَعَامًا ذَا غُصَّةٍ makanan yang mengkal yang masuk kedalam tenggorokan yang tidak bisa masuk dan tidak juga keluar (melag = Sunda).

Yang Keempat : وَعَذَابًا أَلِيمًا siksa-siksa pedih lainnya yang sulit dibayangkan lewat nalar manusia hanya Allah lah yang mengetahuinya.

Keeempat adzab yang telah dilukiskan Allah di atas akan dibebankan kepada mereka pada hari bergetarnya bumi dan digoyangkannya gunung-gunung sehingga bertebaran bagian-bagiannya seperti bulu-bulu yang dihembus angin dan seperti bukit pasir yang dihaluskan walaupun asalnya merupakan batu-batu yang keras. (yaitu pada hari qiamat).

Selain memberikan peringatan kepada para pendusta yang tidak mau mengakui kerasulan Muhammad  dengan menceritakan betapa pedihnya siksaan yang akan mereka terima di akhirat kelak seperti tergambarkan pada ayat 12 – 14, dalam ayat berikutnya Allah memberikan peringatan kepada para pendusta dengan menceritakan kengerian-kengerian duniawi yang pernah dialami oleh umat terdahulu yang mendustakan ajaran-ajaran Allah yaitu seperti apa yang pernah dirasakan Fir’aun dan orang-orang yang serupa dengannya yang dihukun Allah dengan siksa yang pedih karena Fir’aun tetap mendustakan Allah walaupun telah diutus kepadanya seorang utusan.

Allah Maha mengetahui bahwa betapa banyaknya orang yang akan mendustakan ajaran-Nya, sehingga Allah mengulang kembali ancaman-ancaman yang akan diberikan kepada mereka di akhirat kelak jika ancaman dunia yang digambarkan melalui siksaan yang pernah di alami Fir’aun tidak merubah mereka menjadi baik seolah-olah dikatakan kepada mereka : “seandainya kamu tidak  disiksa seperti siksaan yang pernah diterima Fir’aun  dan orang-orang yang serupa dengannya, maka bagaimana kamu akan mendapatkan keamanan dari hari terjadinya kengerian besar, dan karena kedahsyatan kengerian pada hari itu bisa menyebabkan seorang anak menjadi beruban”.

Pada penghujung ayat Allah memberikan peringatan-peringatan yang meliputi macam-macam bimbigan dan petunjuk bagi orang-orang yang mau menempuhnya. Barang siapa yang mau menempuhnya maka mereka akan menjadi orang yang beriman, taat dan takut kepada Allah. Nasihat dan petunjuk yang diberikan Allah kepada manusia tentunya sarat dengan kemudahan-kemudahan dan menghindari kesulitan-kesulitan. Sehingga shalat malam yang awalnya diwajibkan karena khawatir akan memberatkan umatnya maka shalat malampun menjadi sunat bahkan untuk orang-orang tertentu Allah memberikan keringanan berupa  diperbolehkannya  meninggalkan shalat malam tersebut bagi mereka yang memilki halangan untuk melakukannya, yaitu bagi orang yang sakit, orang yang sedang mencari rezeki dari karunia Allah (bekerja), dan orang-orang yang sedang perang di jalan Allah. Mereka itu apabila tidak tidur diwaktu malam akan mengalami kesulitan atau kepayahan disiang harinya.

Setelah Allah memberikan kemudahan-kemudahan kepada kita maka kita tidak boleh berdiam diri untuk tidak melakukan perbuatan baik lainnya, masih banyak perbuatan baik yang bisa kita lakukan jika tidak bisa melakukan shalat malam dantaranya :  yang pertama membaca apa yang mudah dari Al qur’an. Berkata Assadi :  مَاتَيَسَّرَ مِنْهُ   adalah seratus ayat, sehingga barang siapa yang membaca Al Quran seratus ayat sehari semalam maka ia tidak akan dituntut lagi olah Al Qur’an. Tapi ada pendapat lain yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan مَاتَيَسَّرَ مِنْهُ   adalah shalatlah kamu apa yang mudah bagimu dari shalat malam.

Yang kedua, mendirikan shalat yang telah difardlukan dengan sungguh-sungguh sehingga kita tidak akan lalai terhadap ajaran Islam dan apa yang kita lakukan tidak keluar dari ajaran Islam, yang ketiga menunaikan zakat, yang keempat memberikan pinjaman yang baik kepada Allah dengan jalan menafkahkan harta di jalan kebaikan, untuk perorangan ataupun kelompok sehingga membawa kemaslahatan dan mempertinggi status sosial mereka.

Apapun kebaikan yang kita lakukan di dunia ini baik berupa infaq, shadaqah, memberikan nafkah kepada keluarga, membelanjakan harta dijalan yang diridloi Allah  atau melakukan kebaktian-kebaktian lain seperti shalat, puasa, haji dll. Pahalanya tentu akan kita terima  di hari pembalasan nanti, mari kita bertaubat, memohon ampunan dari Allah karena sengguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Wallahu ‘alam.

Sumber :

  1. Tafsir Ibnu Katsir
  2. Tafsir Ibnu Abbas
  3. Tafsir Al Qurthubi
  4. dan lain-lain
Iklan

2 Tanggapan to “Bangkitlah !!! Tanggulangi Musibah Sesuai Al Qur’an (Tafsir Surat Al Muzzamil)”

  1. Joko Susilo said

    Koleksi Foto Masjid Eropa Yang Luar Biasa

    Berada di benua eropa, Islam tetap tumbuh dan berkembang di kawasan itu.
    Walaupun menjadi Minoritas Di Kawasan Eropa, Umat Muslim tetap memiliki
    Masjid – Masjid yang luar biasa dengan corak arsitektur yang berbeda dengan
    Masjid pada umumnya di Kawasan Timur Tengah maupun Asia.
    Berikut ini koleksi Foto Masjid yang berada di Inggris, Belanda, Belgia, Perancis,
    Spanyol dan Italia.

    Suka

    • farhan said

      Subhanallah…. Indahnya mesjid-mesjid yag ada di Erofa…. terimaksaih atas kiriman koleksi potonya, tapi cukup saya saja yang menikmati keindahan koleksi masjid ini. jadi linknya saya putus aja yah…..
      Sekali lagi saya ucapkan terimakasih atas kiriman koleksi poto yang indah ini semoga Allah swt senantiasa melindungi anda dan tetap memberi anda petunjuk jalan yang lurus……
      Amiin

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: