Farhansyaddad weblog

Untuk Hari Esok Yang Lebih Baik

Bila Matahari Tak Lagi Bersinar

Posted by abifasya pada 23 Mei 2009


kiamatMelihat begitu banyak fenomena yang terjadi di dunia ini seperti terjadinya berbagai musibah baik di dalam maupun di luar negeri, yang berkaitan dengan alam seperti terjadinya bencana longsor, tsunami dan lain-lain ataupun musibah yang terjadi   karena kelalaian manusia seperti terjadinya tabrakan antar kendaraan roda dua/empat, kecelakaan pesawat dan lain sebagainya seharusnya semua itu menyadarkan kita untuk senantiasa mengingat Allah, melaksanakan segala yang diperintahkan-Nya dan menjauhi segala yang dilarangn-Nya.

Semua kejadian yang dicontohkan di atas hanyalah kejadian kecil dan tidak terlalu dahsyat tapi orang yang terkena musibah itu akan merasakan sangat tersiksa apalagi kalau yang menimpa itu adalah kejadian yang sangat dahsyat seperti yang digambarkan Allah dalam surat Attakwir ayat 1 s.d 29.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ   وَإِذَا النُّجُومُ انْكَدَرَتْ   وَإِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْ   وَإِذَا الْعِشَارُ عُطِّلَتْ   وَإِذَا الْوُحُوشُ حُشِرَتْ   وَإِذَا الْبِحَارُ سُجِّرَتْ   وَإِذَا النُّفُوسُ زُوِّجَتْ   وَإِذَا الْمَوْءُودَةُ سُئِلَتْ   بِأَيِّ ذَنبٍ قُتِلَتْ   وَإِذَا الصُّحُفُ نُشِرَتْ   وَإِذَا السَّمَآءُ كُشِطَتْ   وَإِذَا الْجَحِيمُ سُعِّرَتْ   وَإِذَا الْجَنَّةُ أُزْلِفَتْ   عَلِمَتْ نَفْسُُمَآأَحْضَرَتْ   فَلآَأُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ   الْجَوَارِ الْكُنَّسِ   وَالَّيْلِ إِذَا عَسْعَسَ   وَالصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ   إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ   ذِى قُوَّةٍ عِندَ ذِي الْعَرْشِ مَكِينٍ   مُّطَاعٍ ثَمَّ أَمِينٍ   وَمَاصَاحِبُكُم بِمَجْنُونٍ   وَلَقَدْ رَءَاهُ باِلأُفُقِ الْمُبِينِ   وَمَاهُوَ عَلَى الْغَيْبِ بِضَنِينٍ   وَمَاهُوَ بِقَوْلِ شَيْطَانٍ رَجِيمٍ   فَأَيْنَ تَذْهَبُونَ   إِنْ هُوَإِلاَّذِكْرُُلِّلْعَالَمِينَ   لِمَن شَآءَ مِنكُمْ أَن يَسْتَقِيمَ   وَمَاتَشَآءُونَ إِلآَّ أَن يَشَآءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

Artinya :

apabila matahari digulung (1) dan apabila bintang-bintang berjatuhan, (2) dan apabila gunung-gunung dihancurkan, (3) dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan), (4) dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan, (5) dan apabila lautan dipanaskan. (6) dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh), (7) apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, (8) karena dosa apakah dia dibunuh, (9) dan apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka, (10) dan apabila langit dilenyapkan, (11) dan apabila neraka jahim dinyalakan, (12) dan apabila surga didekatkan, (13) maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya. (14) Sungguh, aku bersumpah dengan bintang-bintang, (15) yang beredar dan terbenam, (16) demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya, (17) dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing, (18) sesungguhnya al-Qur’an itu benar-benar firman (Allah yang bibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), (19) yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai ‘Arsy, (20) yang dita’ati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya. (21) Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila. (22) Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang. (23) Dan Dia (Muhammad) bukanlah seorang yang bakhil untuk menerangkan yang ghaib. (24) Dan al-Qur’an itu bukanlah perkataan syaitan yang terkutuk, (25) maka kemanakah kamu akan pergi (26) al-Qur’an itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam, (27) (yaitu) bagi siapa diantara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus. (28) Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Rabb semesta alam. (29)

Surat Attakwiir ini merupakan deskripsi tentang hari kiamat yang sangat mengejutkan hati manusia, dan membuatnya sangat sedih juga menggetarkan seluruh sendi-sendi tubuhnya  dengan ketakutan yang menyelimutinya. Tapi sekaligus memberi motivasi kepada mereka yang berakal untuk bersiap-siap menghadapi hari itu dengan beramal shaleh dan menghindari setiap perbuatan tercela. Maka pantaslah jika Abdullah bin Umar menukil perkataan Rasulullah “Barang siapa yang ingin melihat hari kiamat seolah didepan mata, bacalah : “  إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ “ .

Betapa tidak, karena dalam ayat ini disebutkan bahwa apabila datang hari qiamat, matahari akan dilipat/digulung yaitu dimasukan ke ‘arasy ¹ dan dihilangkan cahayanya ² (1). Dan apabila bintang-bintang berjatuhan sehingga tak satupun bintang-bintang itu berada di langit sehingga terhapuslah cahayanya (2). Dan apabila gunung-gunung dihancurkan setelah dicabut dari bumi, diterbangkan diangkasa ketika terjadinya gempa yang amat dahsyat sehingga gunung-gunung itu terlepas dari dasarnya dan dilemparkan di angkasa seperti awan yang ditiup angin (3).

Bahkan saking dahsyatnya hari kiamat unta-unta bunting yang menurut pandangan bangsa Arab merupakan harta paling berharga dan bisa diandalkan untuk kehidupan karena saking sibuknya mereka memikirkan keselamatan dirinya sendiri kekayaan itu mereka tinggalkan dan tidak diperdulikannya alagi (4).

Dan pada ayat yang ke lima Allah menggambarkan bahwa menjelang hari kiamat nanti seluruh  binatang buas dikumpulkan  untuk tujuan bahwa Allah akan memberikan hukuman  sebagianya untuk sebagian yang lain. Menurut Ibnu Abbas sebagaimana dikutif Al Qurthubi (tth : 3) bahwa yang dikumpulkan bukan hanya binatang buas  bahkan lalat sekalipun, dan diriwayatkan dari ikrimah bahwa yang dikumpulkan itu adalah seluruh makhluk dan Allah berfirman : “jadilah kamu sekalian sebagai tanah”.  Kecuali jin dan manusia karena keduanya akan mengalami qiamat.

Lautanpun menjelang hari qiamat nanti akan diluberkan airnya sehingga tidak ada lagi daratan dan lautanpun menjadi satu, kemudian laut itu terbakar menyala dengan kobaran api yang terpendam di bawah bumi sehingga laut itu mengering dan hilanglah airnya (6).

Dan menjelang hari qiamat nanti akan jelas diperlihatkan oleh Allah siapa berteman dengan siapa sehingga kemunafikan yang saat ini ada tersusun rapi  dan membuat semua orang sulit membedakan siapa kawan siapa lawan akan sirna  karena yang ditampakan oleh  Allah adalah  semua orang akan berpasangan dengan orang-orang yang beramal sesuai dengan amal yang dilakukannya. Disatukanlah orang-orang yang baik dengan orang yang baik, orang-orang yang jahat dengan yang jahat pula. Orang-orang yang beriman dikawinkan dengan bidadari sedangkan orang yang kafir digandengkan dengan setan-setan (7).

Bahkan saat ini dengan mengambil kaidah “fahkum bidzhawahir” bahwa seidealis apapun kita ingin menegakan syari’at Islam melalui Partai Politik Islam  misalkan karena di dalamnya terlalu banyak orang munafiq dan hanya menitipkan perutnya dengan cara menjual Islam sebagai jargon politik dan sedikit sekali orang yang mempunyai cita-cita yang sama untuk menegakan syari’at Islam, maka jangankan untuk melaksanakan syari’at Islam di negaranya melaksanakan Islam pada dirinya sendiripun belum bisa dilaksanakan padahal “qum daulatal Islam Fi Nufusikum satakum fibiladikum”.

Dalam ayat ke 8 dan 9 Allah menjelaskan bahwa bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup akan dihidupkan kembali dihadapan orang-orang yang menguburnya dan ditanya karena dosa apakah mereka dibunuh  ?, jawaban dari pertanyaan ini memberikan kesan yang lebih dalam kepada sipembunuhnya bahwa mereka dibunuh tanpa dosa sama sekali, hanya karena orang tuanya takut kefakiran dan kemiskinan. Dan pada zaman Jahiliyah semua itu sudah menjadi tradisi dan diluar perikemanusian sampai akhirnya semua itu sirna dengan diutusnya Muhammad sebagai Rasul Allah. Apakah pada saat ini tradisi itu sudah hilang ? atau justru lebih kejam lagi ? karena pembunuhan yang dilakukan tidak menyebabkan terpisahnya roh seseorang dengan jasadnya. Wallahu ‘alam.

Dan ketika buku-buku yang berisi catatan amal yang baik dan yang buruk telah dibentangkan dan dibagikan kepada para pemiliknya. Ada orang yang mengambilnya dengan tangan kanan, ada yang mengambilnya dengan tangan kiri dan ada yang menerimanya dari belakang punggungnya (10). Tatkala langit dihempaskan dan dilepaskan dari tempatnya (11) tatkala neraka jahim dinyalakan dan ditambah panasnya, sehingga apinya menyala-nyala (12). Ketika surga didekatkan kepada para penghuninya yakni orang-orang yang bertaqwa (13). Maka pada saat semua peristiwa itu terjadi (dari ayat 1 s.d. 13) setiap orang sadar sepenuhnya akan segala amal perbuatannya yang baik ataupun yang buruk. Sebagian besar dari manusia ketika hidup didunia tertipu oleh godaan syaitan, mereka akan menjumpai amal mereka pada hari kiamat kelak tidak diterima oleh Allah SWT bahkan dijauhkan dari rahmat Allah dan berada di bawah murka-Nya.

Maka orang-orang yang amal perbuatannya diselubungi dengan ria tidak mendapat faedah dari amalnya itu, sekalipun perbuatan yang dilakukannya termasuk kategori perbuatan baik jika tidak didasari iman maka perbuatan itu tidak termasuk amal shaleh hanya sekedar kepayahan dan kesulitan bahkan perbuatan tersebut hanya sekedar puraga tamba kadenda cape gawe teu kapake (sunda).

Setelah dari ayat 1 s.d ayat 14 Allah mendeskripsikan kedahsyatan hari kiamat, dan menerangkan bahwa manusia  ketika itu melihat amal perbuatannya di dunia sebagai suatu fakta kenyataan dan dapat membedakan mana amal perbuatannya yang diterima dan mana yang ditolak, maka dalam ayat-ayat berikutnya Allah menjelaskan bahwa apa-apa yang disampaikan oleh Muhammad Rasulullah SAW, yaitu Al Qur’an yang diturunkan kepadanya, adalah ayat-ayat yang jelas memberi petunjuk kepada jalan kebahagiaan. Dan apa yang dituduhkan oleh orang-orang musyrik Quraisy yang mengatakan bahwa Muhammda itu hanya seorang tukang sihir atau seorang gila atau seorang pendusta, atau seorang penyair, maka tuduhan-tuduhan itu adalah dusta yang timbul karena rasa permusuhan, kedengkian dan kesombongan. Padahal dalam hidup mereka sendiri, mereka mengetahui kebenaran Muhammad dan seruannya.

Untuk memperkuat semua pernyataannya itu Allah bersumpah dengan bintang, dengan malam dan dengan waktu subuh. Kemudian Allah menerangkan apa yang menjadi objek sumpahnya melalui ayat 19-21 bahwa sesungguhnya apa yang diberitahukan oleh Muhammad itu tentang peristiwa-peristiwa hari kiamat bukanlah kata-kata seorang dukunatau isapan jempol. Akan tetapi benar-benar wahyu Allah yang dibawa oleh malaikat Jibril dari Tuhannya yang memiliki lima sifat keutamaan, yaitu :

  1. Yang Mulia pada sisi Allah karena Allah memberikan kepadanya hidayah yang sangat berharga dan Allah memerintahkan  supaya hidayah itu disampaikan kepada Nabi-nabi-Nya yang diteruskan kepada umat-umatnya.
  2. Yang mempunyai kekuatan dalam memelihara Al Qur’an jauh dari sifat pelupa dan keliru.
  3. Yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai ‘Arasy.
  4. Yang ditaati di alam malaikat.
  5. Yang dipercaya untuk menyampaikan wahyu karena terpelihara dari sifat-sifat khianat dan penyelewengan.

Setelah menyebutkan keutamaan Rasul (utusan) yang berasal dari bangsa malaikat, yang membawa Al Qur’an, selanjutnya Allah menyebutkan keutamaan rasul yang berasal dari bangsa manusia yang menerima Al Qur’an dan menyeru umat manusia untuk beriman kepadanya, Allah Berfirman, “sekali-kali Muhammad yang hidup cukup lama bersama kamu dan kamu mengenalnya dengan baik, itu bukanlah seorang yang gila seperti yang dikatakan oleh musuh-musuhnya yang mendustakan kerasulannya. Mereka membuat-buat pernyataan bohong atasnya semau dan semampu mereka lakukan. Mereka berharap dengan pernyataan-pernyataan itu dapat memadamkan cahaya Al Qur’an yang dibawa Muhammad dari Rabbnya. Beliau bahkan manusia yang paling sempurna akalnya, paling kuat ide-idenya, dan paling benar tutur katanya (22)

Dan Muhammad pun benar-benar telah melihat Jibril dalam bentuknya yang asli di ufuk langit dengan jelas dan gamblang. Dan Muhammd pun pernah melihatnya ketika di Gua Hira, ketika dimi’rajkan di langit ke tujuh (23).

Dalam ayat ke 24 Allah menjelaskan pula bahwa Muhammad sebenarnya bukanlah yang pelit terhadap sedikitpun dari apa yang diwahyukan kepadanya. Beliau juga bukan orang yang bisa dituduh melakukan penambahan atau pengurangan, atau meyembunyikan sebagian dari wahyu. Bahkan, Muhammad adalah orang kepercayaan penghuni langit dan penghuni bumi, yang menyampaikan misi Rabbnya secara gamblang dan tepat.

Setelah Allah menerangkan keagungan dan keutamaan Kitab-Nya, lalu diikuti dengan menyebut dua Rasul-Nya yang Mulia (Jibril dan Muhammad), Allah mengadakan pembelaan terhadap Al Qur’an dari segala gangguan dan kekurangan yang akan mencoreng kebenarannya. Allah menyatakan bahwa Al Qur’an ini bukanlah berasal dari perkataan syaitan yang amat jauh dari Allah. Karena syaitan itu dilaknat dan diusir dari rahmat-Nya (25). Kemudian Allah berfirman, “Bagaimana mungkin hal itu terbersit dalam pikiranmu ? kenapa pergi akal sehatmu, sehingga kamu menjadikan kebenaran yang menduduki derajat tinggi itu sama kedudukannya dengan kebohongan yang berada pada derajat terendah  dari kebathilan ? Bukankah itu suatu penjungkirbalikan fakta semata ?” (26).

Al Qur’an ini semata-mata adalah petunjuk bagi sekalian alam bagi jin dan manusia, agar mereka ingat kepada Rabb mereka, dan dengan Al Qur’an ini mereka juga ingat akan perintah dan larangan Allah beserta hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya (27). Tapi tidak semua orang dapat mengambil hikmah dan manfaat dari Al Qur’an hanya orang yang mau menempuh jalan yang lurus (28). Dan sekali-kali tak kan pernah terwujud suatu kehendak dari kita melainkan atas izin Allah karena Dia lah Rabb segala alam ini. sehingga kehendak-Nya jualah yang berlaku, tak mungkin ditentang dan ditolak (29).

Ya Allah, jadikanlah kami semua termasuk orang yang istiqamah di atas syari’at-Mu. Sehingga, kami termasuk golongan yang menghuni surga-Mu yang penuh dengan kenikmatan.

Wallahu ‘alam.

Catatan Kaki

  1. Ibnu Abbas
  2. Hasan

Dari berbagai sumber diantaranya :

  1. Tafsir Ibnu Katsir
  2. Tafsir Qurtubi
  3. Tafsir Jalalain
Iklan

4 Tanggapan to “Bila Matahari Tak Lagi Bersinar”

  1. turut menimba ilmu

    Suka

  2. syaiful said

    Assalamualaikum Wr. WBr.

    berkunjung lagi malam ini. sambil baca-baca dan cari info.

    Suka

  3. assalamu’alaikum, pak farhan. wah, sungguh, sebuah tulisan yang mencerahkan. banyaknya musibah yang terjadi, sesungguhnya usdah bisa menjadi “warning” buat semua penduduk di negeri ini utk kembali berzikir kepada-Nya. terima kasih pencerahannya, pak.

    Suka

  4. alhamdulillah..bertambah lagi ilmu ku di malam ini..
    terima ksih ya..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: