Farhansyaddad weblog

Untuk Hari Esok Yang Lebih Baik

LIMA BELAS PERBUATAN PENYEBAB TERJADINYA MALAPETAKA

Posted by abifasya pada 22 Maret 2009


Untuk mengawali postingan ini terlebih dahulu mari kita cermati syair lagu milik Ebit GAD yang berjudul :

BERITA KEPADA KAWAN

Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan
Sayang, engkau tak duduk di sampingku kawan
Banyak cerita yang mestinya kau saksikan
Di tanah kering berbatuan

Tubuh ku terguncang di hempas batu jalanan
Hati tergetar menampak kering rerumputan
Perjalan ini pun seperti jadi saksi
Gembala kecil menangis sedih

Kawan coba dengar apa jawabnya
Ketika ia ku tanya “Mengapa?”
Bapak ibunya telah lama mati
Ditelan bencana tanah ini

Sesampainya di laut ku khabarkan semuanya
Kepada karang, kepada ombak, kepada matahari
Tetapi semua diam, tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit

Barangkali di sana ada jawabnya
Mengapa di tanahku terjadi bencana

Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang

Akhir-akhir ini banyak sekali bencana yang menimpa negeri ini, mulai dari tergelincirnya pesawat, Kecelakaan kapal motor di laut, banjir, longsor, angin puting beliung, kebakaran hutan, bahkan ada juga bencana yang terjadi akibat ulah perbuatan manusia terhadap manusia lainnya yang sudah lepas dari keimanan kepada Allah swt seperti kasus tewasnya beberapa orang pasien ponari, tawuran antar pelajar, saling bunuh antar sesama manusia seperti terbunuhnya selahseorang direktur BUMN, terbunuhnya pasutri di Bali dan masih banyak lagi musibah yang lainnya. Semua malapetaka itu terjadi adalah merupakan bagian dari  tiga alternatif siksaan atau malapetaka yang diberikan Allah kepada manusia jika 15 perkara atau 15 perilaku manusia telah banyak terjadi di dunia ini, ketiga alternatif siksaan itu adalah : yang pertama Rihan Hamro atau angin merah yaitu angin yang bisa mendatangkan malapetaka seperti elnino, lanina, tofan, banjir, longsor dan lain-lain. Yang kedua Khosfan, yaitu malapetaka yang disebabkan teriknya panas matahari seperti malapetakan akibat pemanasan global (global worming) yang bisa menyebabkan terjadinya kebakaran hutan, pemukiman dan lain-lain. Dan yang lebih membahayakan lagi terjadi panasnya hati manusia yang menyebabkan mereka tidak bisa membuka matanya untuk membedakan mana yang hak dan yang bathil, mana yang sunnah dan mana yang bid’ah. Dan yang ketiga adalah maskhon yaitu perubahan perilaku manusia dari yang asalnya baik menjadi jahat, yang tadi sangat ramah menjadi pemarah, yang tadinya santun menjadi beringas sehingga diantara sesama manusia saling benci dan bahkan saling membunuh.

Lima belas perbuatan manusia yang menjadi penyebab terjadinya malapetaka itu terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Tarmidzi yang berbunyi :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيمِ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏ ‏إِذَا فَعَلَتْ أُمَّتِي خَمْسَ عَشْرَةَ خَصْلَةً حَلَّ بِهَا ُ فَقِيلَ وَمَا هُنَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِذَا كَانَ الْمَغْنَمُ ‏ ‏دُوَلاً ‏ ‏وَاْلأَمَانَةُ مَغْنَمًا وَالزَّكَاةُ ‏ ‏مَغْرَمًا ‏ ‏وَأَطَاعَ الرَّجُلُ زَوْجَتَهُ ‏ ‏وَعَقَّ ‏ ‏أُمَّهُ ‏ ‏وَبَرَّ ‏ ‏صَدِيقَهُ ‏ ‏وَجَفَا ‏ ‏أَبَاهُ وَارْتَفَعَتْ اْلأَصْوَاتُ فِي الْمَسَاجِدِ وَكَانَ زَعِيمُ الْقَوْمِ أَرْذَلَهُمْ وَأُكْرِمَ الرَّجُلُ مَخَافَةَ شَرِّهِ وَشُرِبَتْ الْخُمُورُ وَلُبِسَ الْحَرِيرُ وَاتُّخِذَتْ ‏ ‏الْقَيْنَاتُ ‏ ‏وَالْمَعَازِفُ وَلَعَنَ آخِرُ هَذِهِ اْلأُمَّةِ أَوَّلَهَا ‏ ‏فَلْيَرْتَقِبُوا ‏ ‏عِنْدَ ذَلِكَ رِيحًا حَمْرَاءَ أَوْ خَسْفًا ‏ ‏وَمَسْخًا ‏

Lima belas perbuatan yang menyebabkan terjadinya malapetaka itu adalah :

1) Apabila Ghanimah (harta rampasan perang) telah dianggap sebagai harta negara.

Ghanimah atau harta rampasan perang adalah harta yang telah ditentukan Allah dan Rasulnya prosedur pembagiannya. Apabila ghanimah itu telah dianggap harta negara maka pengaturannya akan disesuaikan dengan kebijakan para penguasa yang tidak menutup kemungkinan akan melanggar ketentuan-ketentuan Allah.

Dalam dimensi yang lebih luas maksud dari Apabila Ghanimah (harta rampasan perang) telah dianggap sebagai harta negara adalah apabila para penguasa dengan kekuasaannya telah merampas hak-hak fakir miskin seperti yang sering kita lihat di TV adanya pemotongan gaji pegawai/karyawan oleh oknum para pejabat, bahkan sering juga kita lihat dan dengar jatah beras untuk rakyat miskin yang seharusnya dijual dengan harga murah  tetapi oleh para oknum pejabat setempat beras itu dijual dengan harga yang tidak bisa dijangkau oleh para fakir miskin itu.

2) Apabila amanah sudah dianggap ghanimah.

Secara umum yang dimaksud amanah adalah segala sesuatu yang telah dititipkan Allah kepada kita, baik berupa harta ataupun jabatan (kepemimpinan)

Yang dimaksud amanah dalam hadits di atas cenderung dimaksudkan kepada masalah kepemimpinan, kepemimpinan merupakan titipan hati nurani rakyat  yang harus dipertanggung jawabkan dihadapan rakyat dan akan dimintai pertanggung jawabannya di hadapan Allah swt.

Saat ini ada orang yang menganggap bahwa posisi kepemimpinan bisa dirampas seperti halnya ghanimah dengan cara melakukan makar dan kudeta atau orang yang menjadikan posisi pimpininan sebagai alat untuk melakukan perbuatan semena-mena dan menjadikan jabatannya sebagai alat untuk mengeruk keuntungan materi dan menindas rakyatnya… (naudzubillah)

3) Apabila Zakat Telah dianggap Utang

Orang-orang yang lemah imannya biasanya susah sekali membayar hutangnya bahkan cenderung melupakan hutangnya. Saat ini banyak sekali orang yang susah membayar zakat bahkan cenderung melupakannya seperti halnya terhadap hutang, padahal orang yang menahan zakatnya sama dengan merampas hak hidup delapan golongan orang-orang yang berhak menerima zakat yang di dalamnya terdapat fakir miskin, dan disadari atau tidak orang yang menahan zakatnya pada hakikatnya dia telah melakukan pencurian.

4) Apabila suami telah dikendalikan istrinya, dan

5) Berbuat jahat kepada ibunya

Apabila kehidupan suami sudah dikendalikan istrinya dan istrinya enggan melayani suaminya dengan baik sehingga sang suami tidak bisa menegakkan aturan Islam di dalam rumah tangganya maka rumah tangga seperti ini tidak akan mendapatkan keharmonisan dan keberkahan dari Allah swt.

Jika suami sudah dikendalikan istrinya tidak jarang para suami itu tega menghardik dan menelantarkan ibunya sendiri demi menjaga perasaan sang istri dan saking takutnya terhadap istri. Tidak jarang terjadi tatkala sang suami hendak berbuat baik kepada ibunya  seperti ingin membelikan sebuah pakaian harus menunggu keridlan sang istri, sebab bila suaminya memberikan sesuatu kepada ibunya tanpa sepengetahuan istrinya, maka sudah dipastikan akan terjadi pertengkaran di dalam rumah tangga tersebut.

Indikator lain yang menunjukan bahwa seorang suami telah dikendalikan istrinya adalah apabila seorang istri telah terlalu banyak nyuruh-nyuruh suaminya dibandingkasn dengan memberikan pelayanan kepada suaminya, apakah hal ini telah terjadi di dalam keluarga kita ?

Jika dalam kehidupan rumah tangga suami istri yang seperti itu sering terjadi musibah seperti anaknya sering sakit, sering kehilangan harta, dan musibah-musibah lainnya, maka sadar dirilah… mungkin semua itu terjadi karena kita selalu menyakiti hati ibu kita (Allahumaghfirli dzunubi waliwaalidaya warhamhumaa kamaa rabbayyaanii shagiraa)

6) Apabila seseorang telah berbuat baik kepada shahabatnya dan

7) Mencaci maki bapaknya sendiri

Bersahabat dan berbuat baik kepadanya adalah perbuatan baik dan merupakan bagian dari ajaran Islam, tapi jangan sampai terjadi baiknya kita kepada shahabat membuat hati orang tua kita sendiri merasa sakit. Saat ini sering kita saksikan disekitar kita, demi menjaga sebuah persahabatan ada orang yang berani nyuruh-nyuruh orang tuanya (bahkan sambi membentak) untuk membelikan makanan ringan dalam rangka menjamu kedatangan sahabat-sahabatnya.

‘8) Orang telah berteriak-teriak di dalam mesjid

Masjid yang seharusnya dijadikan tempat untuk untuk pembentukan ketaqwaan, saat ini dirasakan atau tidak terlebih menjelang pemilu suka ada orang yang menjadikannya sebagai sarana untuk melakukan aktivita politik (baca : kampanye). Dengan alasan bahwa partainya berazaskan Islam atau berbasis masa Islam dia telah merasa benar menggunakan mesjid untuk kegiatan politik, padahal orang tersebut bukan sedang memperjuangkan Islam melalui partai politik, tapi justru sedang memperjuangkan parpolnya melalui Islam. Terikan-teriakan nya di dalam mesjid bukanlah teriakan ibadah yang mengandung pahala tetapi teriakan bid’ah yang akan menyebabkan terjadinya malapetaka.

9) Apabila yang diangkat menjadi pemimpin adalah orang-orang yang berakhlaq jelek.

Di era reformasi ini pemimpin diangkat langsung oleh rakyat, berhati-hatilah saat memilih pemimpin, jangan sampai kita memilih pemimpin orang yang berahlaq jelek dan tidak memiliki cita-cita menegakkan syari’at Islam di muka bumi ini.

Apabila kita memaksakan diri memilih pemimipin yang berakhlak jelek maka apabila malapetaka datang terus menerus menimpa bangsa ini wajar saja karena kita tidak pernah hati-hati dalam memilih calon pemimpin.

10) Menghormati seseorang karena takut kejahatannya.

Saling hormat menghormati diantara sesama manusia adalah bagian dari ajaran Islam. Tetapi menghormati seseorang karena ada maksud-maksud tertentu maka hal itu menjadi perbuatan yang tidak benar, seperti bila kita menghormati seseorang karena takut jabatan kita digeser atau karena kita takut dimutasikan ke tempat yang tidak kita harapkan, atau kita menghormati seseorang karena takut tidak lagi diberikan bantuan finansial dari orang tersebut dan lain-lain maka penghormatan tersebut adalah penghormatan yang tidak dibenarkan. Yang lebih parah lagi apabila kita memberikan penghormatan kepada seseorang, atau memberikan suatu posisi jabatan kepada seseorang karena kita merasa takut kalau orang itu merongrong jabatan kita. padahal kalau tidak ada kesalahan yang kita lakukan mengapa kita harus takut kepada hal-hal yang gak jellass.

11) Kalau arak sudah diminum kebanyakan orang

Sudah tidak aneh lagi kita melihat orang yang meminum minuman keras dan mereka mabuk sempoyongan di jalan-jalan, hal itu merupakan kebanggaan bagi mereka bahkan mereka merasa malu dan takut dikatakan banci bila tidak meneguk minuman keras.

Jika yang diminum itu minuman yang memabukan mungkin dampaknya hanya terjadi buat diirinya sendiri, tetapi bila yang diminum itu adalah keserakahan hidup dan kecurangan politik dampaknya akan dirasakan oleh semua orang.

12) Apabila sutra telah dipakai

Hakikatnya memang memakai pakaian sutra itu diharamkan dan saat ini telah banyak dipakai orang. Tetapi dalam makna yang lebih jauh sutra adalah simbul kekayaan dan kemakmuran artinya apabila manusia telah saling membanggakan diri dengan kekayaannya sehingga ukuran shaleh dan tidaknya seseorang diukur dengan banyak dan tidaknya memberikan harta, maka hal itu merupakan perbuatan yang mungkin saja menyebabkan terjadinya malapetaka pada kita.

13) Apabila seruling dan

14) Gitar telah menjadi sesuatu yang penting

Seruling dan gitar adalah alat-alat hiburan. Yang dimaksud dengan kedua hal di dalam hadits ini bukan hanya seruling dan gitar saja tapi semua jenis hiburan. Dirasakan atau tidak saat ini  kita telah mementingkan hiburan, seperti nonton sinetron, nonton bola, nonton info gosif dan lain-lain. Bahkan kita rela bangun tidur tengah malam untuk bisa nonton bola team kesayangan kita, kita berani pergi malam hari untuk nonton dangdut di tempat yang sangat jauh sementara ibadah sudah tidak kita pentingkan lagi.

15) Apabila generasi muda sudah tidak lagi menghormati generasi sebelumnya.

Keberadaan generasi saat ini sebenarnya tidak terlepas dari eksistensi generasi sebelumnyaa, maka sudah sewajarnya jika generasi saat ini menghormati generasi sebelumnya. Dalam politikpun sebaiknya saling hormati antara generasi baru dengan generasi sebelumnya seperti presiden saat ini menghormati presiden sebelumnya, gubernur saat ini menghormati gubernur sebelumnya, walikota saat ini menghormati walikota sebelumnya, dan seterusnya.

Menghormati generasi sebelumnya bukan berarti bila generasi sebelumnya itu berbuat salah lantas generasi membiarkannya tanpa melakukan proses hukum sebab hukum tetap harus ditegakan tanpa pandang bulu.

Dari lima belas perbuatan yang menyebabkan malapetaka di atas, adakah satu diantaranya pernah kita lakukan ?, atau mungkin keseluruhannya ?

Dan pernahkah kita menyadari kalau malapetaka yang terjadi menimpa kita sebenarnya akibat kita telah melakukan salah satu dari 15 hal di atas ?

Wallahu ‘alam

Iklan

16 Tanggapan to “LIMA BELAS PERBUATAN PENYEBAB TERJADINYA MALAPETAKA”

  1. Astagrifu;;ah..

    Semoga saya bukan salah satu yang melakukan tindakan di atas amiinnn…..

    Salam hangat Bocahbancar…..

    Suka

  2. terima kasih diingatkan kembali

    Suka

  3. yasin said

    masya allah kang, hatur nuhun nasehatna, sebanrnya masih banyak lagi tanda2 malapetaka,dan sedihnya, skrg sudah menjadi kebiasaan yang dianggap biasa saja…

    Suka

  4. Rachmani said

    Asslmkum. Wr.wb. Abi,artikelnya bagus banget! Sayang,banyak orang yang belum tahu dan belum sadar akan hal itu . Sehingga mereka termasuk saya sendiri masih suka lalai. ‘demi masa, sesunguhnya manusia kerugian, Kecuali yg bertaqwa dan yang beramal soleh’

    Suka

  5. frans deba said

    ke-15 perkara itu semuanya telah terjadi bahkan no 5 dan 6 nampaknya paling banyak yang saya lihat termasuk di dalam keluarga saya sendiri dimana seorang istri telah lebih banyak nyuruh-nyuruh suami daripada memberikan pelayanan yg terbaik kpd suaminya. maka sampai saat ini saya belum mau menikah padahal usia saya sudah lanjut (lahir 68). Saya takut kalo sy menikah malah sy berbuat jahat kepada ortu saya… naudzubillah

    Suka

  6. Roni said

    Maaf boss …. nomor 4 dan 5 kaya yang curhat aja, penagalaman pribadi yah ? salam kenal dari jombang

    Suka

  7. Farhan said

    Sedikit sekali ilmu saya …..

    Suka

  8. Subhanallah
    Mantab’s @Kang 😉

    Suka

  9. Salam kenal, saya hanya ingin menambahkan saja;

    16. Apabila manusia tidak mempunyai rasa malu atas perbuatan maksiat yg dilakukannya. Contoh; menampilkan aurat didepan publik, seperti pemain sinetron, artis dangdut dll. Pendek kata para selebritis yg justru diberi penghargaan dan imbalan yg melimpah. Padahal di Indonesia 90% mayoritas beragama Islam.

    17. Agama Islam telah dipisahkan dengan sosial dan politik.

    Wassalam…

    Suka

  10. dedekusn said

    Semakin Ok kang, Nuhun.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: