Farhansyaddad weblog

Untuk Hari Esok Yang Lebih Baik

Al Qaradhawi, Peringatan Maulid Tidak Bid’ah

Posted by abifasya pada 9 Maret 2009


Oleh: Tim dakwatuna.com

dakwatuna.com – Syaikh Dr. Yusuf Al Qaradhawi, Ketua Persatuan Ulama yusuf-al-qaradhawiInternasional menyatakan  bahwa anggapan merayakan maulid Nabi saw.  adalah bid’ah, dan setiap bid’ah pasti sesat, dan setiap yang sesat pasti masuk neraka, tidak semuanya benar.

Beliau meluruskan, yang kita ingkari dalam hal perayaan maulid adalah ketika ada pencampur adukan dengan kemungkaran-kemungkaran, ketika perayaan maulid itu bercampur aduk dengan hal-hal yang menyalahi syari’at, ketika perayaan maulid itu tidak sesuai dengan apa yang Allah swt. turunkan dalam firman-Nya, sebagaimana praktek-praktek ini masih ada di sebagian negara Islam.

Contohnya, Praktek syirik, dengan mengadakan sesajian, berkurban untuk alam, laut misalkan, pemubadziran makanan atau harta, ikhtilath atau campur baur laki-laki dan perempuan, praktek yang mengancam jiwa dengan berdesak-desakan atau rebutan makanan, dan lainnya yang bertentangan dengan syari’at.

Namun jika, peringatan maulid itu dalam rangka mengingat kembali sejarah kehidupan Rasulullah saw., mengingat kepribadian beliau yang agung, mengingat misinya yang universal dan abadi, misi yang Allah swt. tegaskan sebagai rahmatan lil’alamin.

Ketika acara maulid seperti demikian, alasan apa masih disebut dengan bid’ah?

Pernyataan beliau yang dimuat dalam media online pribadi beliau itu juga ditambahkan:

“Ketika kita berbicara tentang peristiwa maulid ini, kita sedang mengingatkan umat akan nikmat pemberian yang sangat besar, nikmat keberlangsungan risalah, nikmat kelanjutan kenabian. Dan berbicara atau membicarakan nikmat sangatlah dianjurkan oleh syariat dan sangat dibutuhkan.”

Allah swt. memerintahkan demikian kepada kita dalam banyak firman-Nya. Misalnya:

(يا أيها الذين آمنوا اذكروا نعمة الله عليكم إذ جاءتكم جنود فأرسلنا عليهم ريحاً وجنوداً لم تروها وكان الله بما تعملون بصيرًا، إذ جاءوكم من فوقكم ومن أسفل منكم وإذ زاغت الأبصار وبلغت القلوب الحناجر وتظنون بالله الظنونا)

“Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikuruniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha melihat akan apa yang kamu kerjakan. (Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka.” Al Ahzab:9-10

Allah swt. memerintahkan kita mengingat suatu peperangan, misalnya perang Khandaq atau perang Ahzab, di mana kafir Quraisy dan Suku Ghathfan mengepung Rasulullah saw. Dalam kondisi serba sulit ini, Allah swt. menurunkan bala bantuannya berupa angin kencang dan bantuan Malaikat.

Ingatlah peristiwa itu, ingatlah, jangan kalian lupakan itu semua.

Ini jelas menunjukkan bahwa kita diperintahkan untuk mengingat nikmat dan tidak melupakannya.

Dalam ayat lain, Allah swt. berfirman:

(يا أيها الذين آمنوا اذكروا نعمة الله عليكم إذ هم قوم أن يبسطوا إليكم أيديهم

فكف أيدهم عنكم واتقوا الله وعلى الله فليتوكل المؤمنون)

“Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.” Al Anfal:30

Ayat ini mengingatkan kita bahwa orang-orang Yahudi Bani Qainuqa’ telah besepakat untuk mengkhianati Rasulullah saw. di Madinah, mereka membuat makar, mereka membuat tipu daya, namun makar dan tipu daya Allah swt. lebih kuat dan lebih cepat dari mereka.

ويمكرون ويمكر الله والله خير الماكرين

“Mereka membuat makar, dan Allah membuat makar (juga), Dan Allah sebaik-baik pembuat makar.”

Perayaan yang demikian tidaklah bid’ah, bahkan dianjurkan. Allahu a’lam.

Sumber : http://www.dakwatuna.com/

Iklan

7 Tanggapan to “Al Qaradhawi, Peringatan Maulid Tidak Bid’ah”

  1. syaiful said

    terima kasih informasi tentang maulid. bagus. terima kasih sudah berkunjung

    Suka

  2. syaiful said


    SYAIFUL64.WORDPRESS.COM ganti dengan alamat blog anda
    salam ukhuwah ti Pekanbaru

    Suka

  3. mamas86 said

    Maulid nabi kan memang bertujuan untuk memperingati kelahiran Nabi kita. Bukan kematian Nabi kita. Tujuannya adalah ucapan syukur dan selamat datang atas di lahirkannya Nabi Muhammad saw sebagai pencerah alam semesta.

    @mamas 86
    and yang lebih penting lagi untuk mensyukuri datangnya haq dan hancurnya kebathilan…dan jangan lupa mari kita teladani Rasulullah saw

    Suka

  4. riwan said

    Bahasan yang menarik dari sudut pandang yang logis

    Suka

  5. ass said

    “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam” (QS 21 : 107)
    Dalam peringatan maulid nabi, kita galakkan dengan selalu menceritakan Sirah Nabi SAW, agar kita selalu dapat mengambil teladan dari manusia paling agung di jagad raya ini.

    Suka

  6. abifasya said

    @ Riwan
    Terimakasih atas komentnya
    @ Ass
    Ya… jangan sampai kulit mengalahkan isi, makasih atas kunjungannya

    Suka

  7. mala said

    Subhanallah…
    salam ukhuwah…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: