<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Farhansyaddad weblog</title>
	<atom:link href="http://farhansyaddad.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://farhansyaddad.wordpress.com</link>
	<description>Untuk Hari Esok Yang Lebih Baik</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 07:25:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='farhansyaddad.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/4cdbcb6375a1daf62171c3134c54bb28?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Farhansyaddad weblog</title>
		<link>http://farhansyaddad.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://farhansyaddad.wordpress.com/osd.xml" title="Farhansyaddad weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://farhansyaddad.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Perbedaan Shalat Isyraq dan Shalat Duha</title>
		<link>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/11/16/perbedaan-shalat-isyraq-dan-shalat-duha/</link>
		<comments>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/11/16/perbedaan-shalat-isyraq-dan-shalat-duha/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Nov 2011 09:28:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abifasya</dc:creator>
				<category><![CDATA[KISS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhansyaddad.wordpress.com/?p=1454</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya. Shalat Isyraq, menurut Syaikh Utsaimin adalah shalat yang dikerjakan setelah matahari meninggi satu tombak, sekitar lima belas menit setelah matahari terbit. Disebut demikian karena dikerjakan sesudah terbitnya matahari. Menurut Syaikh Utsaimin, Syaikh Ibnu Bazz, dan lainnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&amp;blog=5674810&amp;post=1454&amp;subd=farhansyaddad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah<em> Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em>, keluarga dan para sahabatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Shalat Isyraq, menurut Syaikh Utsaimin adalah shalat yang dikerjakan setelah matahari meninggi satu tombak, sekitar lima belas menit setelah matahari terbit. Disebut demikian karena dikerjakan sesudah terbitnya matahari. Menurut Syaikh Utsaimin, Syaikh Ibnu Bazz, dan lainnya adalah Shalat Isyraq termasuk Shalat Dhuha itu sendiri. Karena Shalat Dhuha dikerjakan sesudah matahari terbit dan meninggi satu tombak, -sekitar 15 sampai 20 menit sesudah terbit-  sampai matahari mendekati dipertengahan, -sekitar 10 menit sebelum di pertengahan-.<span id="more-1454"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Keutamaannya yang lebih dengan pahala yang besar, ditunjukkan oleh hadits Nabi <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em>,</p>
<p style="text-align:justify;">مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ  تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Siapa yang shalat Shubuh dengan berjamaah, lalu duduk berdzikir kepada Allah sehingga matahari terbit, kemudian shalat dua rakaat, maka ia mendapatkan pahala haji dan umrah sempurna (diulang tiga kali).</em>&#8221; (HR. Al-Tirmidzi, dihassankan oleh Al-Albani dalam al-Misykah, no. 971)</p>
<p style="text-align:justify;">Keutamaan ini didapatkan karena mampu memanfaatkan waktu istimewa dengan dzikir, tilawah, dan shalat sebagai bentuk syukur kepada Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala.</em> Dan diperolehnya keutamaan tersebut apabila ditegakkan syarat-syarat yang disebutkan di dalamnya: Shalat Shubuh berjama&#8217;ah, berada di tempat ia shalat (tidak berpindah dari tempat shalatnya), waktunya diisi dengan dzikir (bukan membicarakan urusan duniawi atau menyakiti orang), masih dalam keadaan suci, sampai terbit matahari, dan diakhiri dengan shalat dua rakaat di waktu Dhuha.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau syarat-syarat ini ditegakkan, maka shalat tersebut berpahala besar. Namun, jika hanya shalat dua rakaat sesudah masuk waktu dhuha dan tidak diawali dengan syarat-syarat tadi, mengakhirkannya (shalat Dhuha) saat matahari sudah memanas (sekitar jama 10 sampai seperempat jam sebelum matahari dipertengahan) adalah lebih baik. Itulah yang disebut dengan <strong><em>Shalat Awwabin</em></strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Diriwayatkan dari Zaid bin Arqam di atas,&#8221;Rasulullah <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em> pernah pergi ke penduduk Qubba&#8217; pada saat mereka mengerjakan shalat (Dhuha). Lalu beliau bersabda,</p>
<p style="text-align:justify;">صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ إِذَا رَمِضَتْ الْفِصَالُ مِنْ الضُّحَى<strong>  </strong></p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Shalat Awwabin adalah apabila anak onta sudah merasa kepananasa di waktu Dhuha.</em>&#8221; (HR. Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam riwayat Imam Ahmad, dari Zaid bin Arqam,</p>
<p style="text-align:justify;">أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى عَلَى مَسْجِدِ قُبَاءَ أَوْ دَخَلَ مَسْجِدَ قُبَاءَ بَعْدَمَا أَشْرَقَتْ الشَّمْسُ فَإِذَا هُمْ يُصَلُّونَ فَقَالَ إِنَّ صَلاةَ الأَوَّابِينَ كَانُوا يُصَلُّونَهَا إِذَا رَمِضَتْ الْفِصَالُ</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Bahwasanya Nabi Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam datang ke masjid Qubba&#8217; atau masuk ke dalam masjid Qubba&#8217; sesudah matahari terbit yang pada saat itu mereka sedang mengerjakan shalat. Lalu beliau bersabda, &#8220;Sesungguhnya shalatnya  awwaabin (orang yang banyak taan kepada Allah) yang mereka mengerjakannya apabila anak onta sudah kepanasan.</em>&#8220;</p>
<p style="text-align:justify;">Dan dari Al-Qasim al-Syaibani, bahwasannya Zaid bin Arqam melihat suatu kaum yang sedang melaksanakan shalat di waktu Dhuha, maka ia berkata:</p>
<p style="text-align:justify;">أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلَاةَ فِي غَيْرِ هَذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Tidakkah mereka mengetahui bahwasannya shalat di selain waktu ini lebih utama? Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam telah bersabda: “Shalat Awwabiin dilakukan saat anak onta kepanasan.</em>” (HR. Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Maksud <strong>رَمِضَتْ الْفِصَالُ</strong> (anak onta sudah kepanasan) adalah matahari sudah sangat panas sampai memanaskan tanah dan pasir sehingga panasnya itu dirasakan oleh kaki anak-anak onta. Hal itu tidak terjadi kecuali pada saat matahari sudah meninggi dan mendekati pertengahan siang. Hal itu terjadi beberapa menit menjelang tergelincirnya matahari, sekitar seperempat jam menjelang adzan Dzuhur. Dan pada waktu inilah pelaksanaan shalat Dhuha yang paling utama. (Lihat: Shahih Fiqih Sunnah, Abu Malik Kamal: 1/85-86)</p>
<p style="text-align:justify;">Imam Nawawi <em>rahimahullah</em> berkata, &#8220;Dan faidah di dalamnya (hadits tersebut): utamanya shalat (Dhuha) pada waktu ini. Para shahabat kami berkata: Ia merupakan waktu shalat dhuha yang paling utama, walaupun boleh dikerjakan sejak terbitnya matahari hingga waktu zawal (tergelincirnya matahari di tengah hari).&#8221; (Syarah Shahih Muslim li an-Nawawi, hadits no. 1237)</p>
<p style="text-align:justify;">Syaikh Mubarakfuuri mengatakan, &#8220;Dan hadits tersebut memberi faidah untuk mengakhirkan shalat Dhuha sampai menjelang pertengahan siang.&#8221; (Lihat Bulughul maram dg ta&#8217;liqnya Ithaful Kiram: hal. 112)</p>
<p style="text-align:justify;">Pengingkaran Zaid bin Arqam dalam haidts Muslim di atas bukan merupakan pengingkaran terhadap keberadaan shalat Dhuha di awal siang. Akan tetapi pengingkaran Zaid bin Arqam ini adalah agar supaya orang-orang melakukannya ketika matahari telah meninggi sehingga mereka mendapatkan pahala yang lebih besar, karena waktu pelaksanaan shalat Dhuha (Shalat Awwabiin) yang paling utama adalah ketika matahari telah memanas. Wallahu Ta&#8217;ala a&#8217;lam.</p>
<blockquote><p>. . . pengingkaran Zaid bin Arqam ini adalah agar supaya orang-orang melakukannya ketika matahari telah meninggi sehingga mereka mendapatkan pahala yang lebih besar, . .</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Untuk menguatkan kesimpulan bahwa shalat Isyraq adalah shalat Dhuha itu sendiri, kami terjemahkan beberapa fatwa dari para ulama:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Fatwa Syaikh Utsaimin</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pertanyaan:</strong> Shalat Isyraq, apakah itu shalat Dhuha, itu dikerjakan di rumah atau di masjid?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jawaban:</strong> &#8220;Shalat Isyraq&#8221; adalah shalat yang dikerjakan sesudah matahari meninggi satu tombak. Ukuran jam, sekitar seperempat jam (15 menit) setelah terbit matahari. Inilah yang disebut shalat Isyraq, ia itu Shalat Dhuha juga. Karena shalat Dhuha itu sejak matahari meninggi satu tombak sampai menjelang zawal. Shalat Dhuha dikerjakan di akhir waktunya itu lebih utama daripada di awalnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ringkasnya, dua rakaat Dhuha adalah dua rakaat Isyraq, tapi dua rakaat itu dikerjakan di awal waktu, yakni setelah matahari naik satu tombak, maka itu disebut Shalat Isyraq dan Shalat Dhuha. Dan jika diakhirkan sampai akhir waktu, maka disebut Shalat Dhuha, bukan Shalat Isyraq. (Majmu&#8217; Fatawa wa Rasail, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin: Jilid ke 14, Bab: Shalat Thathawwu&#8217;.</p>
<blockquote><p>. . dua rakaat Dhuha adalah dua rakaat Isyraq, tapi dua rakaat itu dikerjakan di awal waktu, yakni setelah matahari naik satu tombak, maka itu disebut Shalat Isyraq dan Shalat Dhuha.</p></blockquote>
<blockquote><p>Dan jika diakhirkan sampai akhir waktu, maka disebut Shalat Dhuha, bukan Shalat Isyraq. . .</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>Fatwa Syaikh Ibnu Bazz</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pertanyaan:</strong> Apakah Shalat Isyraq adalah Shalat Dhuha, dan berapa jumlah rakaat shalat Dhuha yang paling utama?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jawaban:</strong> Ya, Shalat Isyraq adalah shalat Dhuha. Waktu dimulainya adalah shalat Isyraq dan waktu akhirnya menjelang matahari dipertengahan, (shalat) di antara terbitnya matahari yang meninggi satu tombak sampai waktu ini, semuanya disebut Shalat Dhuha. Yang paling utama, shalat Dhuha dikerjakan saat<em> </em>anak onta kepanasan, yakni saat matahari sudah menyengat, inilah yang paling utama. Apabila mengerjakannya di awal waktu, saat matahari meninggi satu tombak di masjid atau di rumah, keduanya adalah baik. Dan jika menambahnya dengan shalat empat rakaat, enam rakaat, delapan rakaat, atau lebih, maka semuanya adalah baik. (Sumber: www.binbaz.org.sa)</p>
<blockquote><p>. . . (shalat) di antara terbitnya matahari yang meninggi satu tombak sampai waktu ini, semuanya disebut Shalat Dhuha. . .</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah al-Rajihi</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pertanyaan:</strong> Apakah mengerjakan shalat Isyraq sudah mencukupi shalat Dhuha?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jawaban:</strong> Shalat Isyraq itu adalah Shalat Dhuha. Penafsirannya dengan isyraq adalah dikerjakan setelah terbitnya matahari. (Waktu) Shalat Dhuha dimulai sejak naiknya matahari setinggi satu tombak, sekitar 15 atau 20 menit setelah terbit matahari sampai menjelang Dzuhur. Semua ini waktu shalat Dhuha. Tetapi paling utamanya, saat anak onta sudah kepanasan (panas matahari sudah menyengat), itulah shalat awwabin sebagaimana yang diterangkan dalam hadits lain,</p>
<p style="text-align:justify;">صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Shalat Awwabiin dilakukan saat anak onta kepanasan.</em>” (HR. Muslim, Ahmad, dan al-Darimi) Tarmidhu, maknanya: (anak onta) berdiri karena kepanasan. Ini terjadi kira-kira pukul 10 dan sekitarnya. Inilah yang paling utama. Saat terasa panasnya siang, maka inilah (waktunya_red) yang paling utama. Ringkasnya, shalat Dhuha dimulai sejak naiknya matahari setinggi satu tombak sampai menjelang Dzuhur. Jika ia duduk di masjid sampai matahari terbit dan meninggi lalu shalat dua rakaat, maka ini adalah shalat Dhuha, itulah shalat Isyraq. Sebagian orang menamakannya shalat Isyraq, ia itu adalah shalat Dhuha, ia adalah shalat dhuha. Ya!. (Sumber: islamway.com).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kesimpulan </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Shalat Isyraq adalah bagian dari shalat Dhuha. Jika dikerjakan sesudah matahari terbit, atau di awal waktu Dhuha, disebut shalat Isyraq. Jika dikerjakan di akhir waktunya, disebut shalat Dhuha, itulah waktu pelaksanaan Shalat Dhuha terbaik, dan disebut sebagai Shalat Awwabin (shalatnya orang-orang yang banyak kembali kepada Allah, banyak taubat, banyak menjalankan ketaatan. Wallaahu Ta&#8217;ala A&#8217;lam.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber :   <a href="http://www.voa-islam.com/islamia/ibadah/2011/11/16/16711/perbedaan-shalat-isyraq-dan-dhuha/">Badrul Tamam</a> dalam VOA-ISLAM.COM</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhansyaddad.wordpress.com/1454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhansyaddad.wordpress.com/1454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhansyaddad.wordpress.com/1454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhansyaddad.wordpress.com/1454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhansyaddad.wordpress.com/1454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhansyaddad.wordpress.com/1454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhansyaddad.wordpress.com/1454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhansyaddad.wordpress.com/1454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhansyaddad.wordpress.com/1454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhansyaddad.wordpress.com/1454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhansyaddad.wordpress.com/1454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhansyaddad.wordpress.com/1454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhansyaddad.wordpress.com/1454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhansyaddad.wordpress.com/1454/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&amp;blog=5674810&amp;post=1454&amp;subd=farhansyaddad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/11/16/perbedaan-shalat-isyraq-dan-shalat-duha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2692ac7b4d587de677f01e367611de5e?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">abifasya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SISWA SMPN 5 BOGOR BERKURBAN</title>
		<link>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/11/08/siswa-smpn-5-bogor-berkurban/</link>
		<comments>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/11/08/siswa-smpn-5-bogor-berkurban/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2011 07:40:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abifasya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Lima]]></category>
		<category><![CDATA[domba]]></category>
		<category><![CDATA[kambing]]></category>
		<category><![CDATA[nikmat]]></category>
		<category><![CDATA[qurban]]></category>
		<category><![CDATA[sapi]]></category>
		<category><![CDATA[syari'ah]]></category>
		<category><![CDATA[ternak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhansyaddad.wordpress.com/?p=1448</guid>
		<description><![CDATA[Nampaknya sangatlah terpuji jika kita selalu berusaha agar hari ini selalu lebih baik dari hari kemarin, demikian halnya yang dilakukan panitia qurban di SMPN 5 sejak tahun 2008 tidak lagi melaksankan qurban dengan cara iuran, karena kami meyakini qurban dengan cara iuran tidak sesuai dengan ketetapan syariat. walaupun niatnya melakukan upaya pembelajaran, tetapi pembelajaran seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&amp;blog=5674810&amp;post=1448&amp;subd=farhansyaddad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1451" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/11/keset4.jpg"><img class="size-medium wp-image-1451" title="keset4" src="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/11/keset4.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">Keur Nyisit Kulit ....</p></div>
<p style="text-align:justify;">Nampaknya sangatlah terpuji jika kita selalu berusaha agar hari ini selalu lebih baik dari hari kemarin, demikian halnya yang dilakukan panitia qurban di SMPN 5 sejak tahun 2008 tidak lagi melaksankan qurban dengan cara iuran, karena kami meyakini qurban dengan cara iuran tidak sesuai dengan ketetapan syariat. walaupun niatnya melakukan upaya <span style="color:#ff0000;">pembelajaran</span>, tetapi pembelajaran seperti itu adalah pembelajaran yang tidak sesuai syariat, ingat !!! Qurban adalah syariat&#8230; maka ajarkanlan syariat dengan syariat jangan dengan kebohongan dan maksiat.<span id="more-1448"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Mengenai pelaksanaan qurban di sekolah ini saya sepakat Syaikh Masyhur bin Hasan Salman yang dimuat dalam<a href="http://almanhaj.or.id/content/2290/slash/0"> almanhaj.or.id</a>     yang mengatakan bahwa :</p>
<p style="text-align:justify;">Mengenai penyembelihan kurban di sekolah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, baik oleh pihak sekolah ataupun pihak wali murid atau orang tua.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><em>Pertama :</em></span> Jika seseoraang melaksanakan ibadah kurban dengan cara yang benar dan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan syari’at, maka ibadah kurbannya tersebut sah dan cukup untuk dirinya dan anggota keluarganya yang lain, baik yang masih hidup atau yang sudah meninggal. Namun tidak disyari’atkan bila dikhususkan untuk orang yang sudah meninggal.</p>
<p style="text-align:justify;">Sehingga, jika seorang siswa sudah melaksanakan ibadah kurban di sekolah atau di tempat lainnya dengan cara yang benar, maka syari’at kurban menjadi gugur atas anggota keluarga lainnya. Dalam hal ini, berarti ia mendapatkan limpahan wewenang dari orang tuanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang harus mendapat perhatian penuh, yaitu pelaksanaan sunnah yang berkaitan dengan ibadah kurban. Diantara sunnah-sunnah itu ialah ; bagi orang yang berkurban dan anggota keluarganya, disunnahkan untuk menyaksikan penyembelihannya, orang yang berkurban disunnahkan untuk mengkonsumsi sebagian daging hewan yang dikurbankan. Sunnah-sunnah ini, kadang kala terabaikan ketika seseorang berkurban di sekolah</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">Kedua:</span></em> Pihak sekolah tidak berhak mengharuskan siswanya untuk berkurban di sekolah. Yang berhak untuk menentukan tempat berkurban atau melimpahkan urusan kurban kepada orang lain adalah pemilik kurban, dalam hal ini wali siswa atau bapaknya. Pihak sekolah hanya berkewajiban untuk mengajarkan, melatih dan memotivasi siswanya untuk melaksanakan amalan-amalan ta’at dengan cara yang benar. Jika pihak sekolah mengharuskan siswanya untuk menyembelih hewan kurbannya di sekolah, berarti pihak sekolah telah melakukan sesuatu yang bukan wewenangnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">Ketiga :</span></em> Adapun masalah iuran untuk kurban, jika memenuhi ketentuan syari’at, maka perbuatan ini sah dan ibadah kurbannya sah. Yaitu satu sapi atau unta untuk tujuh orang. Jika menyalahi ketentuan ini, maka ibadah kurbannya tidak sah.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Khusus mengenai iuran kurban yang dikenakan kepada para siswa sebanyak lima ribu, sepuluh ribu atau beberapa ribu rupiah, kemudian dana yang terkumpul digunakan untuk membeli kambing atau sapi, dan kemudian mereka namakan perbuatan ini sebagai ibadah kurban, maka demikian ini merupakan perbuatan yang keliru. Hal ini, dilihat dari beberap segi :</span></p>
<p style="text-align:justify;">A. Penyembelihan yang mereka namakan ibadah kurban ini menyelisihi yang telah menjadi ketetapan syari’at. Yaitu seekor kambing untuk satu orang dan seekor sapi untuk tujuh orang. Sedangkan ibadah kurban mereka ini, satu sapi atau kambing untuk puluhan orang, bahkan mungkin ratusan orang. Ini jelas menyelisihi ketetapan syari’at. Karena menyelisihi, maka iuran kurban yang seperti ini tidak bisa dinamakan sebagai ibadah kurban. Dengan kata lain, ibadah kurban seperti ini tidak sah.</p>
<p style="text-align:justify;">B. Ibadah kurban hanya dibebankan kepada kaum muslimin yang mampu. Jika mampu, hendaknya ia berkurban. Dan jika tidak mampu, maka kewajiban syari’at tidak akan dibebankan kepada orang yang tidak mampu.</p>
<p style="text-align:justify;">C. Selanjutnya kami [1], memberi saran, bila beralasan untuk melatih para siswa melakukan perbuatan ta’at, ini tujuan yang sangat mulia. Namun tujuan mulia ini, bukan berarti kemudian boleh dicapai dengan cara yang tidak dibenarkan. Mungkin ada cara lain yang bisa ditempuh untuk mencapai tujuan ini, yaitu dengan memotivasi para siswa untuk menabung. Kemudian jika pada tahun depan tabungannya cukup untuk melakukan kurban, maka dimotivasi untuk melakukannya, dan jika tidak cukup, mungkin bisa dilakukan pada tahun yang akan datang. Demikian semoga bermanfaat. Wallahu a’lam.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian tidak ada lagi alasan<span style="color:#ff0000;"> PEMBELAJARAN</span>, untuk melaksankan qurban di sekolah dengan cara iuran, satu kambing untuk satu kelas, satu ekor sapi untuk satu sekolah.</p>
<p style="text-align:justify;">Di sekolah kami SMPN 5 Kota Bogor al hamdulillah sejak tahun 2008 tidak lagi melakukan qurban dengan cara iuran, dan alhamdulillah tahun ini ada 9 ekor hewan qurban yang disembelih satu orang guru dan delapan orang siswa dan pelaksanaannya telah kami lakukan pada hari kemarin, <span style="color:#ff0000;">senin 11 Dzulhijjah 1432 H bertepatan dengan tanggal 07 November 2011</span>. tapi ada saja yang lolos dari pantauan panitia karena hewan qurban yang disembelih ada 11 ekor dan ternyata ada 2 ekor kambing hasil iuran dari anak kelas VII-F dan anak Kelas VIII-B. Astaghfirullah &#8230; ternyata hendak melaksanakan ibadah qurban sesuai syar&#8217;i itu sulit juga ya&#8230;., tahun depan semoga masih ada umur dan bisa melaksanakan qurban sesuai syariat, amiiin.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum tulisan ini saya akhiri, saya mengajak kepada seluruh guru agama dimanapun anda berada mari kita kembalikan pelaksanaan qurban di sekolah sesuai syara, jangan takut tidak ada yang qurban tapi takutlah bila kita berbuat suatu perbuatan yang menyelisihi syari&#8217;at.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Jika di sekolah kami telah berusaha untuk melaksanakan qurban sesuai tuntunan syara, bagaimana dengan sekolah anda ???.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Salam damai penuh cinta slalu dari *abifasya*</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em>wallahu &#8216;alam.</em></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhansyaddad.wordpress.com/1448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhansyaddad.wordpress.com/1448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhansyaddad.wordpress.com/1448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhansyaddad.wordpress.com/1448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhansyaddad.wordpress.com/1448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhansyaddad.wordpress.com/1448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhansyaddad.wordpress.com/1448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhansyaddad.wordpress.com/1448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhansyaddad.wordpress.com/1448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhansyaddad.wordpress.com/1448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhansyaddad.wordpress.com/1448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhansyaddad.wordpress.com/1448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhansyaddad.wordpress.com/1448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhansyaddad.wordpress.com/1448/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&amp;blog=5674810&amp;post=1448&amp;subd=farhansyaddad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/11/08/siswa-smpn-5-bogor-berkurban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2692ac7b4d587de677f01e367611de5e?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">abifasya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/11/keset4.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">keset4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dua Golongan Penghuni Neraka</title>
		<link>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/10/26/dua-golongan-penghuni-neraka/</link>
		<comments>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/10/26/dua-golongan-penghuni-neraka/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Oct 2011 09:05:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abifasya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibrah]]></category>
		<category><![CDATA[goyang]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[porno]]></category>
		<category><![CDATA[sexy]]></category>
		<category><![CDATA[telanjang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhansyaddad.wordpress.com/?p=1442</guid>
		<description><![CDATA[بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيمِ حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ سُهَيْلٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏&#8221;‏ صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&amp;blog=5674810&amp;post=1442&amp;subd=farhansyaddad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p style="font-size:18pt;font-family:’traditional;text-align:center;"><span style="color:#00ff00;">بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيمِ</span></p>
<div>
<p style="font-size:18pt;font-family:’traditional;text-align:right;"><span style="color:#00ff00;">حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ سُهَيْلٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏&#8221;‏ صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا ‏&#8221;‏</span></p>
<p style="text-align:justify;">Artinya: Menuturkan kepadaku Zuhaer bin Harb. Menuturkan juga kepada kami Jarir dari Sahl dari Bapaknya bersumber dari Abu Hurairah beliau berkata: Rasulullah Saw bersabda: ada dua golongan penghuni neraka, saya belum pernah melihat keduanya: <em>1) Suatu golongan yang membawa cemeti seperti ekor sapi, dengan cemeti itu mereka mencambuk orang-orang.</em> <em>2) wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok (genit/menarik orang lain kepada maksiat)</em> Kepala mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak masuk surga dan tidak juga mencium bau surga, padahal harumnya surga itu dapat tercium dari jarak yang sangat jauh( HR Imam Muslim)<span id="more-1442"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam Hadits ini Rasulullah  memberikan dua isyarat:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Pertama</em></strong>, bahwa akan ada pemimpin yang zalim berbuat sewenang-wenang terhadap manusia, kekejaman pemimpin itu digambarkan dengan orang yang mempunyai cambuk untuk memukul, menyiksa rakyatnya yang lemah sampai mengalirkan darah. Seyogyanya pemimpin itu tidaklah berbuat kejam terhadap rakyatnya jika mereka mengingat asal mula sebelum menjadi pemimpin dan menyadari tanggung jawabnya sebagai pemimpin.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai seorang pemimpin hendaklah berbuat adil, meletakkan hukum dan peraturan sebagaimana mestinya, dan jangan sampai berlawanan dengan aspirasi rakyatnya. Dengan demikian rakyat akan merasa senang dan membantu terlaksananya berbagai aturan yang ada dengan baik. Tidak hanya rakyat saja yang akan menyenangi pemimpin seperti itu Allahpun akan mencintai dan membimbingnya ke jalan yang lurus.</p>
<p style="text-align:justify;">Janganlah sekali-kali menghianati dan menodai  kepercayaan yang diberikan rakyat, menjual rakyat dengan berkata bahwa  apapun yang dilakukannya semata-mata demi rakyat padahal rakyat hanya sekedar dijadikan batu loncatan untuk mewujudkan ambisi pribadi dan kelompoknya. Pemimpin seperti ini layal untuk masuk ke dalam neraka.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><em>Kezaliman yang dilakukan oleh seorang pemimpin tidak hanya sebatas melakukan kekerasan fisik saja, tapi mungkin juga dalam bentuk pembunuhan karakter. Cukuplah seorang pemimpin dikatakan sebagai seorang yang zalim bila dia menebar fitnah terhadap rakyat yang menjadi lawan politiknya dengan menuduh sebagai koruptor, teroris, atau perbuatan-perbuatan tidak terpuji lainnya sehingga karakter baik yang dimiliki rakyat yang dizaliminya itu menjadi hilang tergantikan dengan fitnahan keji yang dilakukan sangpemimpin.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Bahkan mungkin saat kita menjadi pemimpin yang berada di tingkat bawah seperti menjadi <em>Ketua RW, Ketua RT, atau mungkin jadi Kepala Kantor di tingkat Kabupaten/kota, atau mungkin menjadi Kepala Sekolah/Madrasah</em>  renungkanlah apa yang pernah kita perbuat kepada rakyat kita, jangan2 perbuatan zalim itu pernah kita lakukan. Sebagai contoh saat kita diberikan amanah untuk menjual RASKIN dengan harga murah atau bahkan mungkin GRATIS kita malah menjualnya dengan harga yang hampir mendekati harga pasar. Atau mungkin saat ada bantuan yang harus disalurkan kepada rakyat lalu malah memotongnya dengan alasan untuk administrasi &#8230; (hehh &#8230; alasan klise yang menyakitkan). Atau mungkin juga kita pernah memotong gaji guru yang mendapat tunjangan fungsional dengan alasan yang sama “ADMINISTRASI” &#8230;.. adminstrasi apa ????.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Isyarat kedua </em></strong>: Rasulullah menyatakan bahwa kelak akan banyak wanita berpakaian tapi tidak menutup aurat, karena yang dipakainya membentuk keindahan tubuhnya atau bahkan memperlihatkan bagian tubuh tertentu yang terlarang untuk diperlihatkan. Memakai pakaian tapi bagian depan dadanya terbuka, memakai rok pendek sejangkal di atas paha, bahkan ada juga memakai pakaian tapi solah-olah tak berpakaian karena pakaiannya tembus pandang sehingga semua itu dapat menggoda setiap lelaki yang memandangnya, padahal Allah telah menurunkan pakaian yang berguna untuk menutupi auratnya. <span style="color:#ff0000;">Yang lebih parah lagi saat ini apa yang diisyaratkan oleh Rasulullah kini telah banyak kita temukan di sekitar kita wanita-wanita yang memakai pakaian yang tidak menutupi aurat sambil berjingkrak-jingkrak menggoyang-goyangkan kepala dan pantatnya sehingga bila kita saksikan dengan seksama apa yang dilakukannya sudah tidak seperti manusia tapi bagaikan kuda binal yang lepas dari kandangnya.</span> Dan kini munculah berbagai julukan dialamatkan kepada mereka,  ada yang mendapat julukan <em>ratu joged, ratu ngebor, ratu goyang, ratu dangdut</em> dan ratu-ratu porno aksi lainnya, kalaulah tidak bertaubat dan tidak mendapatkan ampunan dari Allah mungkin merekapun akan menjadi ratu di neraka nanti <em>(naudzu billahi min dzalik).</em></p>
<p style="text-align:justify;">Mari kita simak ayat berikut :</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Katakanlah kepada wanita yang beriman:&#8221;Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka.Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An Nuur :31)</em></p>
<p style="text-align:justify;">Tidak ada salahnya kalau saat ini kita berdoa kepada Allah, semoga :</p>
<ol>
<li style="text-align:justify;"> Jika sbagai pemimpin pemerintahan baik pusat maupun daerah semoga kita tidak termasuk pemimpin yang menzalimi rakyatanya baik secara fisik maupun pembunuhan karakter.</li>
<li style="text-align:justify;">Jika kita menjadi pemimpin disebuah lembaga/ kantor sebuah departemen atau sejenisnya  semoga kita tidak termasuk pemimpin yang menghalalkan segala cara untuk kepuasan pribadinya dengan berbuat curang kepada anak buahnya. Gaji dibayar tepat waktu, menghindari semua jenis pungli dan potongan yang tidak dibenarkan</li>
<li style="text-align:justify;">Jika kita menjadi pemimpin disebuah lembaga pendidikan semoga kita tidak pernah mendzolimi seluruh warga sekolah, kepada guru selalu menyampaikan hak-haknya, kepada peserta didik berlaku adil dan tidak memanfaatkan keberadaannya. dan jangan sampai terjadi keberadaan peserta didik dijadikan sebagai alat untuk memperkaya diri sehingan DANA BOS yang seharusnya dipergunakan untuk Operasional Sekolah menjadi dana untuk pemuas kebutuhan pribadi.</li>
<li style="text-align:justify;">Dan semoga kita semua bisa benar-benar menutup aurat sesuai syariat, bukan hanya sekedar mengikuti mode sehingga kita termasuk orang-orang yang berpakaian tapi sebenarnya kita TELANJANG.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Wallahu ‘alam bishawab</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhansyaddad.wordpress.com/1442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhansyaddad.wordpress.com/1442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhansyaddad.wordpress.com/1442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhansyaddad.wordpress.com/1442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhansyaddad.wordpress.com/1442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhansyaddad.wordpress.com/1442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhansyaddad.wordpress.com/1442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhansyaddad.wordpress.com/1442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhansyaddad.wordpress.com/1442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhansyaddad.wordpress.com/1442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhansyaddad.wordpress.com/1442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhansyaddad.wordpress.com/1442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhansyaddad.wordpress.com/1442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhansyaddad.wordpress.com/1442/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&amp;blog=5674810&amp;post=1442&amp;subd=farhansyaddad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/10/26/dua-golongan-penghuni-neraka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2692ac7b4d587de677f01e367611de5e?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">abifasya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makhluk Itu Bernama &#8220;Lesson Study&#8221;</title>
		<link>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/10/12/makhluk-itu-bernama-lesson-study/</link>
		<comments>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/10/12/makhluk-itu-bernama-lesson-study/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 16:44:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abifasya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[CTL]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Model]]></category>
		<category><![CDATA[metode]]></category>
		<category><![CDATA[model]]></category>
		<category><![CDATA[PMPTK]]></category>
		<category><![CDATA[strategi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhansyaddad.wordpress.com/?p=1436</guid>
		<description><![CDATA[Walaupun sudah cukup lama mengajar, tapi kalau saat mengajar itu disaksikan oleh puluhan observer perasaan “ngadegdeg” mah pasti aya wae da  teu beunang dipapalerkeun. Walaupun dari awal telah dijelaskan oleh fasilitator bahwa kegiatan lesson study ini yang dijadikan target observasi adalah peserta didik bukan guru tapi keukeuh we nu ngarana degdegan saat akan memulai mengajar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&amp;blog=5674810&amp;post=1436&amp;subd=farhansyaddad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1437" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/10/ld-4-gurmod.jpg"><img class="size-medium wp-image-1437" title="LD 4 GURMOD" src="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/10/ld-4-gurmod.jpg?w=300&#038;h=236" alt="" width="300" height="236" /></a><p class="wp-caption-text">Guru Model</p></div>
<p style="text-align:justify;">Walaupun sudah cukup lama mengajar, tapi kalau saat mengajar itu disaksikan oleh puluhan <em>observer</em> perasaan <em><span style="color:#ff0000;">“ngadegdeg”</span></em> mah pasti aya wae da  <em>teu beunang dipapalerkeun</em>. Walaupun dari awal telah dijelaskan oleh fasilitator bahwa kegiatan <em>lesson study</em> ini yang dijadikan target observasi adalah peserta didik bukan guru tapi keukeuh we nu ngarana degdegan saat akan memulai mengajar mah aya wae. Akan tetapi begitu selesai <strong><em><span style="color:#ff0000;">SATAKA</span></em></strong> (salam tanya kabar) debaran di hati ini terus berkurang dan bahkan tidak ada. Dan kini begitu kegiatan <em>lesson study</em> itu selesai meni asa bucat bisul genah tumakninah we pokokna mah, apalagi setelah selesai refleksi panitia memberikan amplop berisikan beberapa lembar uang seri sukarno-hatta (moal dibejaan sabaraha lambar lobana). Ternyata perasaan deg-degan itu bukan hanya dirasakan oleh saya teman-teman yang lain yang sama-sama menjadi guru model juga merasakan hal yang sama, bagaimana tidak ?, observer dan fasilitator terdiri dari orang-orang yang tidak kami kenal, mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia ada yanjg dari Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Jambi, Jateng dan Jatim.<span id="more-1436"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya pengetahuan saya tentang makhluk yang namanya <em>lesson study</em> sangatlah minim, karena terus terang saja pelatihan atau apapun namanya mengenai hal itu belum saya dapatkan. Tapi terus terang saja ada perasaan senang dalam hati ini begitu selesai menyelesaikan tugas sebagai guru model, banyak ilmu yang saya dapatkan dari para observer terlebih saat refleksi banyak sekali masukan-masukan yang diberikan untuk kesuksesan kegiatan pembelajaran di masa yang akan datang. Dan terus terang hal ini membuat saya tertarik untuk berselancar di dunia maya mencari-cari segala sesuatu terkait lesson study. Berikut ini saya akan mencoba berbagi dengan sahabat maya tentang makhluk yang bernama lesson study.<em></em></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Pengertian</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Lesson study</em> merupakan model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara <em>kolaboratif</em> dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan saling membantu untuk membangun masyarakat belajar.<a title="" href="#_edn1">[1]</a></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Lesson Study</em> bukanlah suatu strategi atau metode dalam pembelajaran, tetapi merupakan salah satu upaya pembinaan untuk meningkatkan proses pembelajaran yang dilakukan oleh sekelompok guru secara kolaboratif dan berkesinambungan, dalam merencanakan, melaksanakan, mengobservasi dan melaporkan hasil pembelajaran.<a title="" href="#_edn2">[2]</a></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Tahapan-tahapan dalam Lesson Study</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Berkenaan dengan tahapan-tahapan dalam <em>Lesson Study</em> ini, dijumpai beberapa pendapat. Menurut Wikipedia (2007) bahwa <em>Lesson Study</em> dilakukan melalui empat tahapan dengan menggunakan konsep <em>Plan-Do-Check-Act</em> (PDCA). Sementara itu, Slamet Mulyana (2007) mengemukakan tiga tahapan dalam <em>Lesson Study</em>, yaitu : (1) Perencanaan (<em>Plan</em>); (2) Pelaksanaan (<em>Do</em>) dan (3) Refleksi (<em>See</em>). Sedangkan Bill Cerbin dan Bryan Kopp dari <em>University of Wisconsin</em> mengetengahkan enam tahapan dalam Lesson Study, yaitu:</p>
<ol style="text-align:justify;" start="1">
<li><em>Form a Team</em>: membentuk tim sebanyak 3-6 orang yang terdiri guru yang bersangkutan dan pihak-pihak lain yang kompeten serta memilki kepentingan dengan Lesson Study.</li>
<li><em>Develop Student Learning Goals</em>: anggota tim memdiskusikan apa yang akan dibelajarkan kepada siswa sebagai hasil dari <em>Lesson Study</em>.</li>
<li><em>Plan the Research Lesson</em>: guru-guru mendesain pembelajaran guna mencapai tujuan belajar dan mengantisipasi bagaimana para siswa akan merespons.</li>
<li><em>Gather Evidence of Student Learning</em>: salah seorang guru tim melaksanakan pembelajaran, sementara yang lainnya melakukan pengamatan, mengumpulkan bukti-bukti dari pembelajaran siswa.</li>
<li><em>Analyze Evidence of Learnin</em>g: tim mendiskusikan hasil dan menilai kemajuan dalam pencapaian tujuan belajar siswa</li>
<li><em>Repeat the Process</em>: kelompok merevisi pembelajaran, mengulang tahapan-tahapan mulai dari tahapan ke-2 sampai dengan tahapan ke-5 sebagaimana dikemukakan di atas, dan tim melakukan <em>sharing</em> atas temuan-temuan yang ada.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Untuk lebih jelasnya, dengan merujuk pada pemikiran Slamet Mulyana (2007) dan konsep <em>Plan-Do-Check-Act</em> (PDCA), di bawah ini akan diuraikan secara ringkas tentang empat tahapan dalam penyelengggaraan <em>Lesson Study</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. Tahapan Perencanaan (<em>Plan</em>)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam tahap perencanaan, para guru yang tergabung dalam <em>Lesson Study</em> berkolaborasi untuk menyusun RPP yang mencerminkan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Perencanaan diawali dengan kegiatan menganalisis kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran, seperti tentang: kompetensi dasar, cara membelajarkan siswa, mensiasati kekurangan fasilitas dan sarana belajar, dan sebagainya, sehingga dapat ketahui berbagai kondisi nyata yang akan digunakan untuk kepentingan pembelajaran. Selanjutnya, secara bersama-sama pula dicarikan solusi untuk memecahkan segala permasalahan ditemukan. Kesimpulan dari hasil analisis kebutuhan dan permasalahan menjadi bagian yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan RPP, sehingga RPP menjadi <em>sebuah perencanaan yang benar-benar sangat matang</em>, yang didalamnya sanggup mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi selama pelaksanaan pembelajaran berlangsung, baik pada tahap awal, tahap inti sampai dengan tahap akhir pembelajaran.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. Tahapan Pelaksanaan (<em>Do</em>)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pada tahapan yang kedua, terdapat dua kegiatan utama yaitu: (1) kegiatan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh salah seorang guru yang disepakati atau atas permintaan sendiri untuk mempraktikkan RPP yang telah disusun bersama, dan (2) kegiatan pengamatan atau observasi yang dilakukan oleh anggota atau komunitas <em>Lesson Study </em>yang lainnya (baca: guru, kepala sekolah, atau pengawas sekolah, atau undangan lainnya yang bertindak sebagai pengamat/observer)</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tahapan pelaksanaan, diantaranya:</span></p>
<ol style="text-align:justify;" start="1">
<li>Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disusun bersama.</li>
<li>Siswa diupayakan dapat menjalani proses pembelajaran dalam setting yang wajar dan natural, tidak dalam keadaan under pressure yang disebabkan adanya program <em>Lesson Study</em>.</li>
<li>Selama kegiatan pembelajaran berlangsung, pengamat tidak diperbolehkan mengganggu jalannya kegiatan pembelajaran dan mengganggu konsentrasi guru maupun siswa.</li>
<li>Pengamat melakukan pengamatan secara teliti terhadap interaksi siswa-siswa, siswa-bahan ajar, siswa-guru, siswa-lingkungan lainnya, dengan menggunakan instrumen pengamatan yang telah disiapkan sebelumnya dan disusun bersama-sama.</li>
<li>Pengamat harus dapat belajar dari pembelajaran yang berlangsung dan bukan untuk mengevalusi guru.</li>
<li>Pengamat dapat melakukan perekaman melalui <em>video camera</em> atau photo digital untuk keperluan dokumentasi dan bahan analisis lebih lanjut dan kegiatan perekaman tidak mengganggu jalannya proses pembelajaran.</li>
<li>Pengamat melakukan pencatatan tentang perilaku belajar siswa selama pembelajaran berlangsung, misalnya tentang komentar atau diskusi siswa dan diusahakan dapat mencantumkan nama siswa yang bersangkutan, terjadinya proses konstruksi pemahaman siswa melalui aktivitas belajar siswa. Catatan dibuat berdasarkan pedoman dan urutan pengalaman belajar siswa yang tercantum dalam RPP.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. Tahapan Refleksi (Check)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tahapan ketiga merupakan tahapan yang sangat penting karena upaya perbaikan proses pembelajaran selanjutnya akan bergantung dari ketajaman analisis para perserta berdasarkan pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Kegiatan refleksi dilakukan dalam bentuk diskusi yang diikuti seluruh peserta <em>Lesson Study </em>yang dipandu oleh kepala sekolah atau peserta lainnya yang ditunjuk. Diskusi dimulai dari penyampaian kesan-kesan guru yang telah mempraktikkan pembelajaran, dengan menyampaikan komentar atau kesan umum maupun kesan khusus atas proses pembelajaran yang dilakukannya, misalnya mengenai kesulitan dan permasalahan yang dirasakan dalam menjalankan RPP yang telah disusun.</p>
<p style="text-align:justify;">Selanjutnya, semua pengamat menyampaikan tanggapan atau saran secara bijak terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan (<em>bukan terhadap guru yang bersangkutan</em>). Dalam menyampaikan saran-saranya, pengamat harus didukung oleh bukti-bukti yang diperoleh dari hasil pengamatan, <em>tidak berdasarkan opininya</em>. Berbagai pembicaraan yang berkembang dalam diskusi dapat dijadikan umpan balik bagi seluruh peserta untuk kepentingan perbaikan atau peningkatan proses pembelajaran. Oleh karena itu, sebaiknya seluruh peserta pun memiliki catatan-catatan pembicaraan yang berlangsung dalam diskusi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. Tahapan Tindak Lanjut (<em>Act</em>)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dari hasil refleksi dapat diperoleh sejumlah pengetahuan baru atau keputusan-keputusan penting guna perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran, baik pada tataran indiividual, maupun menajerial.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tataran individual, berbagai temuan dan masukan berharga yang disampaikan pada saat diskusi dalam tahapan refleksi (<em>check</em>) tentunya menjadi modal bagi para guru, baik yang bertindak sebagai pengajar maupun observer untuk mengembangkan proses pembelajaran ke arah lebih baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tataran manajerial, dengan pelibatan langsung kepala sekolah sebagai peserta <em>Lesson Study,</em> tentunya kepala sekolah akan memperoleh sejumlah masukan yang berharga bagi kepentingan pengembangan manajemen pendidikan di sekolahnya secara keseluruhan. Kalau selama ini kepala sekolah banyak disibukkan dengan hal-hal di luar pendidikan, dengan keterlibatannya secara langsung dalam <em>Lesson Study</em>, maka dia akan lebih dapat memahami apa yang sesungguhnya dialami oleh guru dan siswanya dalam proses pembelajaran, sehingga diharapkan kepala sekolah dapat semakin lebih fokus lagi untuk mewujudkan dirinya sebagai pemimpin pendidikan di sekolah.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>KESALAHAN YANG SERING DITEMUI</strong></span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Dianggap sebagai metoda pembelajaran.</li>
<li>Lebih berfokus pada rencana (model pembelajaran, media/alat)</li>
<li>Observer memposisikan diri sebagai kritikus dan refleksi menjadi ajang mengkritik guru.</li>
<li>Dosen sebagai pihak/sumber yang yang paling tahu, pembuat RPP.</li>
<li>Kurang cermat dalam mengobservasi.</li>
<li>Skenario tidak dikembangkan berdasar hasil identifikasi masalah sebelumnya.</li>
<li>Fasilitator membuat kesimpulan hasil diskusi.</li>
<li>Rekaman vidio kurang fokus pada aktivitas siswa. <a title="" href="#_edn3">[3]</a></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Demikian tulisan tentang lesson study ini semoga bermanfaat.</p>
<p>Sumber Bacaan :</p>
<div>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div>
<p><a title="" href="#_ednref1">[1]</a> <a href="http://unnes.ac.id/berita/lesson-study-bukan-metode-pembelajaran/">http://unnes.ac.id/berita/lesson-study-bukan-metode-pembelajaran/</a></p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ednref2">[2]</a> <a href="http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/02/22/lesson-study-untuk-meningkatkan-pembelajaran/">http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/02/22/lesson-study-untuk-meningkatkan-pembelajaran/</a></p>
<p><a title="" href="#_ednref3">[3]</a> Slide ppt disajikan oleh : Nunung Nurhayati MPd</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhansyaddad.wordpress.com/1436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhansyaddad.wordpress.com/1436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhansyaddad.wordpress.com/1436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhansyaddad.wordpress.com/1436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhansyaddad.wordpress.com/1436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhansyaddad.wordpress.com/1436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhansyaddad.wordpress.com/1436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhansyaddad.wordpress.com/1436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhansyaddad.wordpress.com/1436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhansyaddad.wordpress.com/1436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhansyaddad.wordpress.com/1436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhansyaddad.wordpress.com/1436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhansyaddad.wordpress.com/1436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhansyaddad.wordpress.com/1436/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&amp;blog=5674810&amp;post=1436&amp;subd=farhansyaddad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/10/12/makhluk-itu-bernama-lesson-study/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2692ac7b4d587de677f01e367611de5e?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">abifasya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/10/ld-4-gurmod.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">LD 4 GURMOD</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kemana Blognya Abdesaragih ?</title>
		<link>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/09/27/1431/</link>
		<comments>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/09/27/1431/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Sep 2011 15:46:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abifasya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sisi Lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhansyaddad.wordpress.com/?p=1431</guid>
		<description><![CDATA[Terkadang kita tidak merasa salah kalau sedang berbuat salah, hari ini saya mencoba mau memenuhi undangan abedsaragih pemilik labkomputer.com. sekedar berkunjung dan melihat fisik blognya sih kemarin tanggal 26 sudah saya lakukan, tapi untuk menyimpan namanya di blogroll baru sempat hari ini. Ternyata apa yang terjadi ?, begitu blog beliau aku buka ternyata tampilannya seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&amp;blog=5674810&amp;post=1431&amp;subd=farhansyaddad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1432" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/09/lab-komputerku.jpg"><img class="size-medium wp-image-1432" title="lab komputerku" src="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/09/lab-komputerku.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">abdesaragih</p></div>
<p style="text-align:justify;">Terkadang kita tidak merasa salah kalau sedang berbuat salah, hari ini saya mencoba mau memenuhi undangan abedsaragih <a href="http://labkomputerku.wordpress.com/">pemilik labkomputer.com</a>. sekedar berkunjung dan melihat fisik blognya sih kemarin tanggal 26 sudah saya lakukan, tapi untuk menyimpan namanya di blogroll baru sempat hari ini. Ternyata apa yang terjadi ?, begitu blog beliau aku buka ternyata tampilannya seperti di atas. gambar tersebut menginfokan kalau blognya <a href="http://labkomputerku.wordpress.com/">abdesaragih</a> dalam keadaan disuspend.<span id="more-1431"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Ada perasaan berdosa dalam hati ini, karena disadari atau tidak saya telah berbuat &#8220;TIDAK MENYAPA SAUDARANYA LEBIH DARI TIGA HARI&#8221;, semoga saja Allah mengampuni dosa-dosaku, dan abdesaragih bisa memaklumi kekeliruanku. Dan hal ini mengingatkanku pada sebuah hadits (mudah2an ga salah), bahwa ada tiga golongan manusia yg tidak akan mencium baunya surga, yaitu :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#ff0000;">Orang yang menyakiti kedua orang tunya</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;">Peminum Khamar</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;">Dan orang yang tidak bertegur sapa dengan saudaranya lebih dari tiga hari</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Mudah-mudahan saja melalui tulisan ini saudaraku abdesaragih bisa memakluminya karena saya belum sempat mengunjunginya, tapi walaupun demikian saya akan tetap menautkan blognya <a href="http://labkomputerku.wordpress.com/">abde saragih</a> di daftar sahabat saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang jadi pertanyaan berikutnya, kemana Blognya abdesaragih ?</p>
<p style="text-align:justify;">Wallahu &#8216;alam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhansyaddad.wordpress.com/1431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhansyaddad.wordpress.com/1431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhansyaddad.wordpress.com/1431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhansyaddad.wordpress.com/1431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhansyaddad.wordpress.com/1431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhansyaddad.wordpress.com/1431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhansyaddad.wordpress.com/1431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhansyaddad.wordpress.com/1431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhansyaddad.wordpress.com/1431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhansyaddad.wordpress.com/1431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhansyaddad.wordpress.com/1431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhansyaddad.wordpress.com/1431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhansyaddad.wordpress.com/1431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhansyaddad.wordpress.com/1431/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&amp;blog=5674810&amp;post=1431&amp;subd=farhansyaddad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/09/27/1431/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2692ac7b4d587de677f01e367611de5e?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">abifasya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/09/lab-komputerku.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">lab komputerku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yang Baru Dari WordPress</title>
		<link>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/09/25/yang-baru-dari-wordpress/</link>
		<comments>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/09/25/yang-baru-dari-wordpress/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Sep 2011 05:43:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abifasya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sisi Lain]]></category>
		<category><![CDATA[dasbor]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhansyaddad.wordpress.com/?p=1427</guid>
		<description><![CDATA[Sudah hampir sebulan memang ga buka WP, dan entah sejak kapan dasbor wp ini berubah, yang jelas saat masuk wp cukup bingung dan ga ngerti banget. Mungkin penyhakit super ooot ini ga hilang-hilang,  sekalinya ada tampilan yang beda dari biasanya pada dasbor wordpress, bingung juga. Padahal tadinya mau nulis tentang seputar halal-bil halal di smpn5 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&amp;blog=5674810&amp;post=1427&amp;subd=farhansyaddad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1428" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/09/wordpress-dasbor-new.jpg"><img class="size-medium wp-image-1428" title="wordpress" src="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/09/wordpress-dasbor-new.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Tampilan Baru</p></div>
<p style="text-align:justify;">Sudah hampir sebulan memang ga buka WP, dan entah sejak kapan dasbor wp ini berubah, yang jelas saat masuk wp cukup bingung dan ga ngerti banget. Mungkin penyhakit super ooot ini ga hilang-hilang,  sekalinya ada tampilan yang beda dari biasanya pada dasbor wordpress, bingung juga. Padahal tadinya mau nulis tentang seputar halal-bil halal di <a href="http://smpn5-bogor.sch.id/">smpn5 Bogor</a>, walaupun sudah lama tapi baru kali ini sempat mau nulisnya, niat menulis HBH itu akhirnya diurungkan saja karena ternyata mencari menu new post meni hese kacida, malah kukurilingan kaditu kadiyeu. Akhirnya tengok ke sebelah kanan atas &#8230;.&gt;&gt;&gt;&gt; ternyata ada nama dan poto saya dan dibawahnya ada tanda seperti ini v &#8230;  dicoba di klik &#8230;. weleh ternyata disitu toh pintu masuknya &#8230;. walahhhhh dasar ooottttt.<span id="more-1427"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Pas buka ke dasbor &#8230;. subhanallah &#8230;. ada 149 spam&#8230;., nya kapaksa tah miceunan heula sampah beberesih heula. dan ternyata ada diantara sahabat yang tertangkap satpam diantaranya kang <a href="http://dadangsupriadi.wordpress.com/">dangstar</a> &#8230; yang memberikan komen katanya dah lama ga main ke blog ini. Dan masih banyak lagi spam langganan yang slalu nyangkut di halaman akademika.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga setelah ini banyak yang bisa dituliskan lagi, nya minimal copy paste dari blog atau website yang bermanfaat.</p>
<p style="text-align:justify;">Amiiin</p>
<p style="text-align:justify;">Wassalaaam</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhansyaddad.wordpress.com/1427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhansyaddad.wordpress.com/1427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhansyaddad.wordpress.com/1427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhansyaddad.wordpress.com/1427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhansyaddad.wordpress.com/1427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhansyaddad.wordpress.com/1427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhansyaddad.wordpress.com/1427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhansyaddad.wordpress.com/1427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhansyaddad.wordpress.com/1427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhansyaddad.wordpress.com/1427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhansyaddad.wordpress.com/1427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhansyaddad.wordpress.com/1427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhansyaddad.wordpress.com/1427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhansyaddad.wordpress.com/1427/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&amp;blog=5674810&amp;post=1427&amp;subd=farhansyaddad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/09/25/yang-baru-dari-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2692ac7b4d587de677f01e367611de5e?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">abifasya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/09/wordpress-dasbor-new.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wordpress</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penetapan 1 Syawal Indonesia Ditertawakan Negara-negara Islam</title>
		<link>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/08/31/penetapan-1-syawal-indonesia-ditertawakan-negara-negara-islam/</link>
		<comments>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/08/31/penetapan-1-syawal-indonesia-ditertawakan-negara-negara-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Aug 2011 10:17:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abifasya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Shilaturrahmi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhansyaddad.wordpress.com/?p=1415</guid>
		<description><![CDATA[VOA-ISLAM.COM – Keputusan sidang itsbat Pemerintah RI yang menetapkan 1 Syawal jatuh pada hari Rabu 31 Agustus 2011, ditertawakan dunia karena nyeleneh dan menyelisihi keputusan negara-negara Arab yang berlebaran hari Selasa 30 Agustus 2011. Hal itu diungkapkan oleh H. Djoko Susilo, Dutabesar RI untuk Switzerland dan Liechtenstein. Tanpa bermaksud mempersoalkan hasil sidang itsbat penetepan 1 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&amp;blog=5674810&amp;post=1415&amp;subd=farhansyaddad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong><a href="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/08/mrnag.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1416" title="mrnag" src="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/08/mrnag.jpg?w=300&#038;h=198" alt="" width="300" height="198" /></a>VOA-ISLAM.COM – </strong>Keputusan sidang itsbat Pemerintah RI yang menetapkan 1 Syawal jatuh pada hari Rabu 31 Agustus 2011, ditertawakan dunia karena nyeleneh dan menyelisihi keputusan negara-negara Arab yang berlebaran hari Selasa 30 Agustus 2011.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal itu diungkapkan oleh H. Djoko Susilo, Dutabesar RI untuk Switzerland dan Liechtenstein. Tanpa bermaksud mempersoalkan hasil sidang itsbat penetepan 1 Syawal 1432 H yang dilakukan Kemenag RI, Djoko mengatakan dirinya kesulitan menjawab pertanyaan dari para koleganya, dutabesar negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI).<strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;">“Sekarang kita ditertawaakan dunia. Saya susah sekali menjawab pertanyaan teman-teman sejawat dubes negara-negara OKI. Kita kok nyeleneh sendiri (melaksanakan Idul Fitri pada hari Selasa),” ujar Djoko kepada RMOL<strong>,</strong> Selasa, (30/8/2011).<span id="more-1415"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Berbeda dengan Indonesia, hampir semua negara di kawasan Eropa dan Timur Tengah menggelar shalat Idul Fitri pada hari Selasa. Umumnya mereka menggunakan metode hisab atau perhitungan yang diperkuat dengan metode rukyat atau pengamatan kemunculan hilal. Penggabungan kedua metode ini membuat perhitungan mengenai awal bulan Syawal menjadi lebih akurat.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk memuaskan si penanya, Djoko mengatakan bahwa penentuan tanggal 1 Syawal itu untuk Indonesia. Adapun masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri diminta taat dan patuh pada keputusan Islamic Center setempat. Djoko khawatir banyak pihak di Indonesia yang terjebak pada pendekatan kuno di masa lalu. Sementara di Eropa, masyarakat umumnya percaya pada kemampuan teknologi. Toh, bukankah manusia sudah sampai ke bulan?</p>
<p style="text-align:justify;">Mantan anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengingatkan bahwa Islam terkait erat dengan iman, ilmu dan amal. Islam adalah agama yang mengagungkan ilmu pengetahuan sebagai bagian dari keyakinan akan ketauhidan Tuhan Yang Maha Kuasa.</p>
<p style="text-align:justify;">“Jadi kalau sekarang sudah ada teknologi tinggi mestinya soal mengintip hilal ya pakai teknologi,” ujarnya lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Di masa depan, Djoko berharap agar pemerintah melalui Kementerian Agama bersikap netral dalam penentuan 1 Syawal ini. Posisi pemerintah idealnya, menurut dia, adalah sebagai fasilitator yang tak perlu ikut campur tangan, apalagi memberikan stempel berupa keputusan.</p>
<p style="text-align:justify;">“Sebaiknya hal seperti ini biar diurus MUI dan ormas Islam saja tanpa dicampuri birokrat. Ndak bagus kesannya,” pungkas Djoko.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagaimana diberitakan voa-islam.com sebelumnya, terjadi perbedaan pendapat dalam penetapan 1 Syawal 1432 Hijriyah di tanah air, setelah Pemerintah dalam sidang itsbatnya menganulir hasil rukyat dan memutuskan Idul Fitri 1 Syawal jatuh pada hari Rabu (31/8/2011).</p>
<p style="text-align:justify;">Tim rukyat Kementerian Agama (Kemenag) di Pantai Kartini Jepara dan Cakung Jakrta Timur, dalam kesakaian di bawah sumpah, menyatakan sudah melihat hilal pada Senin sore (29/8/2011), yang berarti Selasa sudah masuk 1 Syawal.</p>
<p style="text-align:justify;">Hasil pantauan Tim Rukyat itu sesuai dengan pantauan Tim Rukyat di negara-negara Arab. Arab Saudi memastikan Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1432 Hijriah jatuh pada hari Selasa, 30 Agustus 2011, karena pada Senin, (29/8/2011), hilal sudah terlihat.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah Arab Saudi mengumumkan jatuhnya 1 Syawal 1432 Hijriah, negara-negara yang lain pun mengikutinya, di antaranya: Mesir, Uni Emirat Arab, dan Qatar. Beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam juga berlebaran Selasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian umat Islam di tanah air belebaran Selasa karena mengikuti hasil rukyat –baik rukyat lokal maupun global– dan hisab. Kaum Muslimin yang berlebaran hari Selasa ini berbarengan dengan Arab Saudi dan dunia Arab lainnya. Beberapa kalangan yang berlebaran Selasa antara lain: Muhammadiyah, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Jama&#8217;ah Anshorut Tauhid (JAT), Front Pembela Islam (FPI), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Jum&#8217;iyat An-Najat, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Pesantren Gontor, dan sebagian warga Nahdlatul Ulama (NU) yang mengakui rukyat.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara kalangan yang berlebaran Rabu 31 Agustus 2011 mengikuti keputusan pemerintah, antara lain Nahdlatul Ulama, PERSIS, Ahmadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), dan lain sebagainya. [ahana/rmo]</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber : <a href="http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/08/31/15978/penetapan-1-syawal-indonesia-ditertawakan-negaranegara-islam/">VOA-Islam.COM</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhansyaddad.wordpress.com/1415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhansyaddad.wordpress.com/1415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhansyaddad.wordpress.com/1415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhansyaddad.wordpress.com/1415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhansyaddad.wordpress.com/1415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhansyaddad.wordpress.com/1415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhansyaddad.wordpress.com/1415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhansyaddad.wordpress.com/1415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhansyaddad.wordpress.com/1415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhansyaddad.wordpress.com/1415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhansyaddad.wordpress.com/1415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhansyaddad.wordpress.com/1415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhansyaddad.wordpress.com/1415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhansyaddad.wordpress.com/1415/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&amp;blog=5674810&amp;post=1415&amp;subd=farhansyaddad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/08/31/penetapan-1-syawal-indonesia-ditertawakan-negara-negara-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2692ac7b4d587de677f01e367611de5e?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">abifasya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/08/mrnag.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">mrnag</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hari Ini Kami Berlebaran</title>
		<link>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/08/30/hari-ini-kami-berlebaran/</link>
		<comments>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/08/30/hari-ini-kami-berlebaran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Aug 2011 03:27:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abifasya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Shilaturrahmi]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[syawal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhansyaddad.wordpress.com/?p=1412</guid>
		<description><![CDATA[Walaupun semalaman dalam sidang isbat kementerian agama telah ditetapkan bahwa hari raya Idul Fitri jatuh pada hari Rabu besok, tapi kami tetap  melaksanakan idul fitri tahun ini pada hari ini. Karena kami lebih yakin kalau &#8220;rukyatul hilal cakung&#8221; bisa kami percaya terlebih mereka telah berani untuk disumpah. Jangan berrita rukyatul hilal itu datang dari orang-orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&amp;blog=5674810&amp;post=1412&amp;subd=farhansyaddad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1420" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/08/idul-fitri-1432.jpg"><img class="size-medium wp-image-1420" title="Idul Fitri 1432" src="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/08/idul-fitri-1432.jpg?w=300&#038;h=228" alt="" width="300" height="228" /></a><p class="wp-caption-text">Lapangan Sempur, 30 Agustus 2011</p></div>
<p style="text-align:justify;">Walaupun semalaman dalam sidang isbat kementerian agama telah ditetapkan bahwa hari raya Idul Fitri jatuh pada hari Rabu besok, tapi kami tetap  melaksanakan idul fitri tahun ini pada hari ini. Karena kami lebih yakin kalau<em> &#8220;rukyatul hilal cakung&#8221;</em> bisa kami percaya terlebih mereka telah berani untuk disumpah. Jangan berrita rukyatul hilal itu datang dari orang-orang terpecaya para ustadz dari FPI (kalau tidak salah), datang dari org fasiqpun insya Allah saya akan percaya kalau mereka mau disumpah.<span id="more-1412"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kabar yang diterima dari media online yang saya baca semalam di Bogor ada dua titik pelaksanaan Idul Fitri yaitu di Mesjid Al Furqon dekat korem dan lapangan sempur. Dan tadi pagi saya putuskan untuk melaksanakan shalat idul fitri di lapangan sempur. Walaupun penyelenggaranya dari ormas Islam Muhammadiyah dan saya tidak termasuk jamaah salah satu ormas manapun, saya mantap saja untuk mengikuti shalat id di sempur pada pagi tadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika menuju lapangan sempur ada keharuan yang mendalam, kebahagiaan dan kesedihan bercampur jadi nano-nano. Bagaimana tidak, kamum muslimin yang menuju lapangan sempur mulai dari jalan jendral sudirman sudah terlihat berbondong-bondong berjalan kaki dan Subhanallah sesampainya di lapangan sempur  lautan jamaah memenuhi lapangan sempur, sampai-sampai sebagian jalanpun terpaksa digunakan untuk melaksanakan shalat idul fitri. merinding bulu kuduk ini menyaksikan jamaah yang begitu banyak terlebih kumandang takbir dilantunkan dengan merdu dan penuh kekhusuan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tak terasa air mata pun berlinang membasahi pipi, bukan hanya karena rindu orang tua yang ada di Garut tetapi karena meraskan keharuan yang mendalam, terlebih ketika Prof. Didin Saefudin Bukhori menyampaikan isi khutbah yang mengingatkan para jamaah untuk tetap membiasakan kebaikan2 yang telah dilatih selama ramadlan untuk tetap dilakukan pada bulan-bulan berikutnya, khotibpun menyatakan bahwa setidaknya ada tiga kenikmatan yang harus senantiasa disyukuri ummat manusia, yaitu nikmat iman, nikmat kehidupan, dan nikmat kemerdekaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Di hari yangf fitri ini dari lubuk hati yang paling dalam saya, ABI FASYA mengucapkan :</p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#00ff00;"><em>SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI</em></span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#00ff00;"><em>MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN</em></span></strong></p>
<p>Salam hangat *abifasya*</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhansyaddad.wordpress.com/1412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhansyaddad.wordpress.com/1412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhansyaddad.wordpress.com/1412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhansyaddad.wordpress.com/1412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhansyaddad.wordpress.com/1412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhansyaddad.wordpress.com/1412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhansyaddad.wordpress.com/1412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhansyaddad.wordpress.com/1412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhansyaddad.wordpress.com/1412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhansyaddad.wordpress.com/1412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhansyaddad.wordpress.com/1412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhansyaddad.wordpress.com/1412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhansyaddad.wordpress.com/1412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhansyaddad.wordpress.com/1412/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&amp;blog=5674810&amp;post=1412&amp;subd=farhansyaddad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/08/30/hari-ini-kami-berlebaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2692ac7b4d587de677f01e367611de5e?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">abifasya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/08/idul-fitri-1432.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Idul Fitri 1432</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Celaka! Mati Berjihad, Rajin Sedekah &amp; Baca Al-Quran, Tapi Masuk Neraka</title>
		<link>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/08/24/celaka-mati-berjihad-rajin-sedekah-baca-al-quran-tapi-masuk-neraka/</link>
		<comments>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/08/24/celaka-mati-berjihad-rajin-sedekah-baca-al-quran-tapi-masuk-neraka/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Aug 2011 12:15:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abifasya</dc:creator>
				<category><![CDATA[KISS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhansyaddad.wordpress.com/?p=1403</guid>
		<description><![CDATA[Kita pasti bertanya, kok bisa, seorang hamba yang mati di medan jihad, berilmu dan membaca al-Qur’an, serta dikenal karena kedermawanannya, tapi pada akhirnya terlempar ke neraka. Apa sebabnya? Abu Hurairah meriwayatkan, ia pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda, ”Manusia pertama yang diadili pada hari Kiamat nanti adalah orang yang mati syahid. Orang yang mati syahid didatangkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&amp;blog=5674810&amp;post=1403&amp;subd=farhansyaddad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong><em><a href="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/08/aaaaa.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1404" title="aaaaa" src="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/08/aaaaa.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a>Kita pasti bertanya, kok bisa, seorang hamba yang mati di medan jihad, berilmu dan membaca al-Qur’an, serta dikenal karena kedermawanannya, tapi pada akhirnya terlempar ke neraka. Apa sebabnya?</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Abu Hurairah meriwayatkan, ia pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda, ”Manusia pertama yang diadili pada hari Kiamat nanti adalah orang yang mati syahid. Orang yang mati syahid didatangkan di hadapan Allah. Kemudian ditunjukkan segala kenikmatan yang telah diberikan kepadanya, dan ia mengakuinya.<span id="more-1403"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Allah bertanya, “Apa yang telah kamu lakukan di dunia?”  Dia menjawab, “Aku berperang demi membela agamamu.” Allah berkata, “Kamu bohong.Kamu berperang supaya orang-orang menyebutmu Sang Pemberani.” Kemudian Allah memerintahkan agar amalnya dihitung di hadapan pengadilan-NYa. Akhirnya ia dilempar ke neraka.</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang penuntut ilmu yang mengamalkan ilmunya dan rajin membaca al-Qur’an didatangkan dihadapan Allah. Lalu ditunjukkan segala kenikmatan yang telah diberikan kepadanya, dan ia mengakuinya.                                                             Allah bertanya, “Apa yang telah kamu lakukan di dunia?”   Dia menjawab, “Aku menuntut ilmu, mengamalkannnya, dan aku membaca al-Qur’an demi mencari ridhamu. Allah berkata, “Kamu bohong. Kamu mencari ilmu supaya orang lain menyebutmu orang alim, dan kamu membaca al-Qur’an supaya orang lain menyebutmu orang yang rajin membaca al-Qur’an.” Kemudian Allah memerintahkan agar amalnya dihitung di hadapan pengadilan-NYa. Akhirnya ia dilempar ke neraka.</p>
<p style="text-align:justify;">Selanjutnya, seorang yang memiliki kekayaan berlimpah dan terkenal karena kedermawanannya, didatang dihadapan Allah. Kemudian ditunjukkan segala kenikmatan yang telah diberikan kepadanya, dan ia mengakuinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah bertanya, “Apa yang telah kamu lakukan di dunia?”  Dia menjawab, “Semua harta kekayaan yang aku punya tidak aku sukai, kecuali aku sedekah karena-Mu.” Allah berkata, “Kamu bohong. Kamu melakukan itu semua agar orang-orang menyebutmu orang dermawan dan murah hati.” Kemudian Allah memerintahkan agar amalnya dihitung di hadapan pengadilan-NYa. Akhirnya ia dilempar ke neraka.</p>
<p style="text-align:justify;">Abu Hurairah berkata, “Kemudian Rasulullah menepuk pahaku seraya berkata, “Wahai Abu Hurairah, mereka adalag manusia pertama yang merasakan panasnya api neraka Jahanam di Hari Kiamat nanti.” <em>(HR. Muslim)</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Berlatih Ikhlas</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dari hadits riwayat Muslim di atas, maka keikhlasan dalam beramal menjadi hal yang sangat penting. Betapa pun seorang hamba mati di medan jihad, berilmu dan membaca al-Qur’an, bahkan dikenal karena kedermawanannya, tapi jika tidak disertai  dengan keikhlasan, maka menjadi sia-sialah amalnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata kata ikhlas, bukan karena bibir ini berucap ikhlas. Atau bahkan tidak berucapkan ikhlas. Boleh jadi, tanpa kita sadari, keikhlasan kita bercampur dengan riya&#8217; dan ingin menunjukkan bahwa kita adalah seorang yang pemberani, yang berilmu, dan dermawan.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang bijak berkata, “Orang yang ikhlas adalah orang  yang menyembunyikan kebaikannya, seperti dia menyembunyikan kejelekannya. Keikhlasan niat dalam amalmu lebih bermakna daripada amal itu sendiri.”</p>
<p style="text-align:justify;">Ma’ruf al-Karkhi sampai memukul dirinya sendiri sambil berkata, “Wahai jiwa, ikhlaslah! Maka kamu akan bahagia.”</p>
<p style="text-align:justify;">Yahya bin Mu’adz berkata, “Ikhlas adalah memisahkan amal dari cacat seperti terpisahnya susu dari kotoran dan darah.”</p>
<p style="text-align:justify;">Yusuf bin Husain berkata, “Sesuatu yang paling mulia di dunia ini adalah ikhlas. Berapa besar kesungguhanku untuk mengeluarkan pamer dari dalam hati, namun sepertinya ia menetap di hati dalam bentuknya yang lain.”</p>
<p style="text-align:justify;">Setiap kali Ayyub as-Sakhtiyani  berbicara, ia mengusap wajahnya sambil berkata, “Aku terserang demam.” Padahal ia takut pamer dan ujub. Dia takut kalau orang-orang berkata tentang dirinya seperti ini. Dia menangis karena takut pada Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang ulama mengatakan, “Jika Allah tidak suka kepada seseorang, maka Allah memberinya tiga hal da menghalanginya dari tiga hal. <em>Pertama</em>, Allah memberi dia teman yang saleh, namun dirinya tidak menjadi orang saleh. <em>Kedua</em>, Allah memberi dia amal saleh, namun dia tidak ikhlas menjalankannya. <em>Ketiga</em>, Allah memberi dia hikmah, namun dia tidak mempercayainya.”</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hakikat Riya</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Riya&#8217; itu berasal dari kata <em>ru’yah</em> (melihat), sedanghkan <em>sum’ah</em>(ketenaran) berasal dari kata Samaa’ (mendengar). Riya’ adalah ingin dilihat orang-orang supaya mendapat kedudukan. Riya’ itu tersamar seperti jalannya semut. Termasuk riya’, yaitu orang yang berpura-pura zuhud, berjalan memaksa diri untuk bersikap tenang dan bersikap lemah-lembut.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam ringkasan Ihya Ulumuddin, Imam al Ghazali menegaskan, riya itu haram dan pelakunya dibenci oleh Allah Swt. Hal itu ditunjukkan dalam QS. Al-Ma’un: 4- 6: <em>“Maka, celakalah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. Orang-orang yang berbuat riya.”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Seorang sahabat Nabi Saw bertanya, “Ya Rasulullah, dengan apa kita selamat?”     Rasulullah menjawab, ”Bila manusia tidak mengamalkan ketaatan kepada Allah swt demi mengharap pujian orang-orang.”</p>
<p style="text-align:justify;">Nabi Saw bersabda, “Sesungguhnya yang paling ditakutkan atas kamu adalah syirik kecil.”     Sahabat bertanya, “Apakah syirik kecil itu, ya Rasulullah?                Beliau menjawab, “Riya.”</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu Allah Swt berkata di Hari Kiamat ketika membalas manusia-manusia atas amal-amal mereka: “Pergilah (kamu) kepada orang-orang dulu kamu berbuat riya terhadap mereka di dunia. Lihatlah apakah kamu mendapat balasan dari mereka?”</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hadits yang lain, Rasulullah bersabda, “Berlindunglah kamu dengan Allah dari <em>jubbul huzun</em> (lembah duka). Sahabat bertanya, “Apa itu ya Rasulullah?’       Nabi Saw menjawab, “Sebuah lembah di neraka Jahanam yang disediakan bagi para pembaca Al-Qur’an yang berbuat riya.”<strong>    (Diolah oleh Desastian)</strong></p>
<div style="text-align:justify;"><strong>SUMBER : <a href="http://www.voa-islam.com/islamia/tsaqofah/2011/08/11/15762/celaka-mati-berjihad-rajin-sedekah-baca-alquran-tapi-masuk-neraka/">VOA-ISLAM</a> </strong></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhansyaddad.wordpress.com/1403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhansyaddad.wordpress.com/1403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhansyaddad.wordpress.com/1403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhansyaddad.wordpress.com/1403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhansyaddad.wordpress.com/1403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhansyaddad.wordpress.com/1403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhansyaddad.wordpress.com/1403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhansyaddad.wordpress.com/1403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhansyaddad.wordpress.com/1403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhansyaddad.wordpress.com/1403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhansyaddad.wordpress.com/1403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhansyaddad.wordpress.com/1403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhansyaddad.wordpress.com/1403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhansyaddad.wordpress.com/1403/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&amp;blog=5674810&amp;post=1403&amp;subd=farhansyaddad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/08/24/celaka-mati-berjihad-rajin-sedekah-baca-al-quran-tapi-masuk-neraka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2692ac7b4d587de677f01e367611de5e?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">abifasya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/08/aaaaa.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">aaaaa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saatnya Mengencangkan Ikat Pinggang</title>
		<link>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/08/22/saatnya-mengencangkan-ikat-pinggang/</link>
		<comments>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/08/22/saatnya-mengencangkan-ikat-pinggang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Aug 2011 14:37:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abifasya</dc:creator>
				<category><![CDATA[KISS]]></category>
		<category><![CDATA[lailatul qadar]]></category>
		<category><![CDATA[seribu bulan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhansyaddad.wordpress.com/?p=1398</guid>
		<description><![CDATA[Diantara kita semua tidak ada yang pernah tahu kapan kita akan meninggalkan dunia ini, apakah hari ini atau besok ?, harapan di awal ramadlan bahkan sejak menapaki bulan Rajab kita semua minta : “Ya Allah Berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami ke Bulan Ramadlan”. Hal itu kita lakukan karena kita ingin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&amp;blog=5674810&amp;post=1398&amp;subd=farhansyaddad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1399" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/08/itikaf.jpg"><img class="size-medium wp-image-1399 " title="itikaf" src="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/08/itikaf.jpg?w=300&#038;h=246" alt="" width="300" height="246" /></a><p class="wp-caption-text">itikaf (doc.pribadi)</p></div>
<p style="text-align:justify;">Diantara kita semua tidak ada yang pernah tahu kapan kita akan meninggalkan dunia ini, apakah hari ini atau besok ?, <a href="http://farhansyaddad.wordpress.com/2010/08/07/harapan-jelang-ramadlan/"><em>harapan di awal ramadlan</em> </a>bahkan sejak menapaki bulan Rajab kita semua minta : “Ya Allah Berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami ke Bulan Ramadlan”. Hal itu kita lakukan karena kita ingin kembali <em>merasakan <a href="http://farhansyaddad.wordpress.com/2009/09/16/nikmatnya-ramadhan/">nikmatnya ramadlan</a></em>. untuk <em><a href="http://farhansyaddad.wordpress.com/2009/08/29/taqwa-kukejar-tapi-apa-yang-kudapat/">mengejar ketaqwaan</a></em> yang menjadi target diperintahkannya shaum ramadlan banyak diantara kita yang melakukan perbuatan-perbuatan terpuji mulai dari <em><a href="http://farhansyaddad.wordpress.com/2009/08/19/muhasabah-jelang-ramadlan/">muhasabah jelang ramadlan</a></em>, menghindarkan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan pahala puasa diantaranya dengan berusaha sekuat tenaga <em><a href="http://farhansyaddad.wordpress.com/2009/08/30/shaumkan-lisan-mu/">shaumkan lisan</a></em>, <em><a href="http://farhansyaddad.wordpress.com/2010/08/31/memburu-malam-ganjil/">memburu malam-malam ganjil,</a> <a href="http://farhansyaddad.wordpress.com/2009/09/12/bercumbu-dengan-allah-menjemput-lailatul-qadar/">bercum bu dengan Allah menjemput lailatul qadar</a>, </em>dan akhirnya kitapun <em><a href="http://farhansyaddad.wordpress.com/2009/09/18/menjadi-pemenang/">menjadi pemenang</a> </em>dan dapat meninggalakan <em><a href="http://farhansyaddad.wordpress.com/2010/09/06/perlu-diketahui-dan-ditinggalkan-delapan-kemungkaran-dalam-merayakan-hari-raya/">kemungkaran-kemungkaran dalam merayakan hari raya </a></em>sehingga tampaklah pada diri kita perilaku yang mencerminkan <a href="http://farhansyaddad.wordpress.com/2010/09/16/sepuluh-tanda-bila-ibadah-bulan-ramadhan-diterima-allah-swt/"><em>tanda-tanda kalau ibadah ramadhan kita diterima Allah swt</em>.<span id="more-1398"></span></a></p>
<p style="text-align:justify;">Tapi &#8230;?, <a href="http://farhansyaddad.wordpress.com/2009/08/21/andaikan-ramadhan-ini-ramadhan-terakhir-ku/"><em>bagaimana andaikan ramadhan ini adalah ramadhan terakhir</em> </a><em><a href="http://farhansyaddad.wordpress.com/2009/08/21/andaikan-ramadhan-ini-ramadhan-terakhir-ku/">kita ?</a>,</em> sudahkah kita memanfaatkannya dengan baik ?, sudahkah kita isi ramadlan ini dengan kegiatan ibadah ?, atau hanya tidur, karena kita masih beranggapan kalau hanya tidur yang bernilai ibadah di bulan Ramadlan ini sementara kegiatan positif lainnya tidak termasuk ibadah ?, padahal jika tidur saja termasuk ibadah apalagi kalau ibadah nilainya tentu lebih tinggi lagi. Menjelang berakhirnya bulan Ramadlan yang kedatangan selalu kita harapkan dan kepergiannya selalu kita rindukan mari kita tingkatkan ibadah kita, tidak ada salahnya kalau mulai malam ini (malam ke 23) jika kita tidak sempat sejak malam 21 mari kita beri’tikap di Mesjid yang ada disekitar kita, karena di dalam i’tikaf itu terkandung berbagai macam kebajikan, diantaranya :</p>
<ol style="text-align:justify;" start="1">
<li><span style="color:#339966;"><strong><em>Re-charge keimanan kita sehingga menjadi full</em></strong></span>, selama 11 bulan 20 hari kita disibukan dengan berbagai macam aktifitas termasuk di dalamnya aktifitas dakwah, kita sering mere-charge orang lain dengan dakwah yang kita sampaikan sementara kita tidak pernah dicharge ulang sehingga lama kelamaan iman kita menjadi lemah. Maka melalui momentum 10 akhir ramadlan ini kita men-charge ulang keimanan kita hingga full melalui i’tikaf di mesjid.</li>
<li><em><strong><span style="color:#339966;">Kesempatan mendapat lailatul qadar lebih dekat</span></strong>.</em> Mengapa demikian ?, karena pemilik kemuliaan itu adalah Allah, tentunya kita akan lebih dekat mendapatkan lailatul qadar jika dilakukan di rumah Allah yaitu mesjid.</li>
<li><em><strong><span style="color:#339966;">Hati akan selalu terikat dengan mesjid</span></strong>.</em> Selama 10 hari kita berlatih untuk selalu berada di dalam mesjid karena kita sedang melakukan i’tikaf, maka dengan izin Allah kalau kita sudah membiasakan diri berada di mesjid hati kita akan selalu mengingat mesjid dan selalu merasa tenang bila berada dimesjid dan jika hati kita telah terikat dengan mesjid, kita akan menjadi salah seorang dari 7 orang yang akan diberikan perlindungan oleh Allah pada hari kiamat nanti.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Kalau kita tidak pernah berusaha sekuat tenaga untuk melakukan i’tikaf, maka i’tikaf itu akan amat sulit untuk dilaksanakan, dan diantara penghalang atau penggoda kelancaran pelaksanaan itikaf diantaranya adalah :</p>
<ol style="text-align:justify;" start="1">
<li><span style="color:#ff0000;"><strong><em>Kecintaan pada dunia</em></strong>,</span> sulit sekali bagi sebagian besar diantara kita untuk meninggalkan pekerjaan karena takut dipecat atasan kita. Bahkan untuk mengambil cuti demi kelancaran itikaf enggan kita lakukan karena mungkin mengambil cuti untuk i’tikaf belum populer untuk dilaksanakan, tetapi kalau mengambil cuti untuk berlibur walaupun dilakukan lebih dari dua pekan tidak sedikitpun kita merasa takut. Padahal kalau kita yakin dengan apa yang kita lakukan sesuai dengan janji Allah dan Rasulnya kita akan mendapatkan kemuliaan jika kita mau menghidupkan malam lailatul qadar.</li>
<li><strong><em><span style="color:#ff0000;">Istri dan anak</span>, </em></strong>dirasakan atau tidak seringkali kita sulit menolak keinginan anak dan istri kita untuk menemani mereka ke mall dalam rangka persiapan lebaran sehingga seharusnya waktu-waktu itu dipergunakan untuk i’tikaf tidak bisa kita lakukan karena harus mengantar istri pergi berbelanja ke <strong><span style="color:#ff0000;">BAITUL MALL</span></strong>, mulai dari mall yang sedikit sekali pengunjungnya karena harganya sangat mahal dan tidak terjangkau oleh semua orang sampai ke mall sejuta umat yang harganya murah meriah dan menawarkan berbagai macam hadiah dan potongan harga hingga puluhan pesen.</li>
<li><strong><em><span style="color:#ff0000;">Akal-akalan</span>, </em></strong>yang ketiga ini sebenarnya sulit sekali buat saya untuk membahasakannya tapi mungkin itu lebih tepat dibanding dengan menggunakan kata yang lain, untuk lebih jelasnya mungkin dengan contoh ringan berikut ini. Ketika kita dihadapkan pada pilihan hukum antara wajib dan sunnah tentunya kita akan memilih wajib, seperti Jika kita dihadapkan pada pilihan untuk memilih antara i’tikaf dan berdakwah ditempat lain mungkin kita akan memilih dakwah karena dakwah hukumnya wajib sementara i’tikaf hukumnya sunnah, padahal bila kita cermati berdakwah adalah kewajiban yang waktunya muwasa’ (sangat luas) bisa dilakukan kapan saja, sementara i’tikaf di bulan ramadlan hanya bisa dilakukan pada bulan ramadlan saja, dan kita belum tentu bisa sampai ke ramadlan tahun depan. Alasan mendahulukan yang wajib atas yang sunnah dalam kasus contoh tersebut adalah akal-akalan saja sebab jika kita tidak berdakwah selama 10 hari untuk kepentingan i’tikaf agar keimanan kita semakin bertambah tidaklah akan berdosa bukankah Rasulullah pun melakukannya ?, beliau mengencangkan ikat pinggang selama 10 hari terakhir dibulan Ramadlan di dalam mesjid. Dan perbuatan ini diteruskan oleh para istri beliau setelah beliau wafat.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Agar ketaqwaan benar-benar bisa kita raih mari kita hidupkan 10 malam terakhir ramadlan ini dengan berbagai macam amal ibadah, karena menurut Thabrani barang siapa yang menghidupkan malam-malam terakhir di bulan ramadlan dia akan mendapatkan lailatul qadar walaupun dia tidak melihat tanda-tandanya, sebaliknya tidaklah akan mendapatkan lailatul qadr orang yang tidak menghidupkan malam terakhir ramadlan walaupun dia melihat tanda-tandanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian semoga bermanfaat,</p>
<p style="text-align:justify;">Salam hangat slalu *abifasaya*</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhansyaddad.wordpress.com/1398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhansyaddad.wordpress.com/1398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhansyaddad.wordpress.com/1398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhansyaddad.wordpress.com/1398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhansyaddad.wordpress.com/1398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhansyaddad.wordpress.com/1398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhansyaddad.wordpress.com/1398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhansyaddad.wordpress.com/1398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhansyaddad.wordpress.com/1398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhansyaddad.wordpress.com/1398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhansyaddad.wordpress.com/1398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhansyaddad.wordpress.com/1398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhansyaddad.wordpress.com/1398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhansyaddad.wordpress.com/1398/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&amp;blog=5674810&amp;post=1398&amp;subd=farhansyaddad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/08/22/saatnya-mengencangkan-ikat-pinggang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2692ac7b4d587de677f01e367611de5e?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">abifasya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/08/itikaf.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">itikaf</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hakekat I’tikaf Sepuluh Hari Akhir Ramadhan</title>
		<link>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/08/20/hakekat-i%e2%80%99tikaf-sepuluh-hari-akhir-ramadhan/</link>
		<comments>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/08/20/hakekat-i%e2%80%99tikaf-sepuluh-hari-akhir-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Aug 2011 09:36:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abifasya</dc:creator>
				<category><![CDATA[KISS]]></category>
		<category><![CDATA[itikaf]]></category>
		<category><![CDATA[lailatul qadar]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadlan]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhansyaddad.wordpress.com/?p=1408</guid>
		<description><![CDATA[Ikhwani fiddien rahimakumullah… Dari ‘Aisyah ra katanya: “Sesungguhnya Nabi saw i’tikaf pada tiap-tiap sepuluh yang akhir bulan Ramadhan hingga beliau wafat. Kemudian istri-istri beliau meneruskan i’tikaf seperti itu sesudah beliau wafat.” (HR Muslim) Dari ‘Aisyah ra, ia berkata: “Apabila telah masuk sepuluh yang akhir pada bulan Ramadhan, Nabi saw lebih giat beribadah pada malam-malamnya. Beliau membangunkan keluarganya dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&amp;blog=5674810&amp;post=1408&amp;subd=farhansyaddad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em>Ikhwani fiddien rahimakumullah…<a href="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/08/itikaf-300x187.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-1409" title="itikaf-300x187" src="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/08/itikaf-300x187.jpg" alt="" width="270" height="168" /></a></em></p>
<p>Dari ‘Aisyah ra katanya: <em>“Sesungguhnya Nabi saw i’tikaf pada tiap-tiap sepuluh yang akhir bulan Ramadhan hingga beliau wafat. Kemudian istri-istri beliau meneruskan i’tikaf seperti itu sesudah beliau wafat.”</em> <strong>(HR Muslim)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dari ‘Aisyah ra, ia berkata: <em>“Apabila telah masuk sepuluh yang akhir pada bulan Ramadhan, Nabi saw lebih giat beribadah pada malam-malamnya. Beliau membangunkan keluarganya dan beliau lebih tekun. Beliau kencangkan ikat sarungnya (menjauhi istrinya untuk lebih mendekati Allah?).”</em> <strong>(HR Muslim)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Banyak yang bertanya: Mengapa ada sunnah Rasulullah saw untuk i’tikaf 10 hari akhir Ramadhan? Kalau semua Muslim meksanakannya apa akan terjadi. Masjid-masjid akan penuh dan roda pemerintahan akan terhenti selama 10 hari, karena semua orang akan memadati masjid dan berhenti bekerja.<span id="more-1408"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Jawabannya sederhana. Ketika ummat Islam melaksanakan shalat lima waktu dengan berjama’ah di masjid atau shalat jum’at, ketika ummat Islam berpuasa, ketika pelaksanaan hajji ke Makkah dan contoh yang lain apakah roda pemerintahan akan terhenti? Realitanya hal itu tidak pernah terjadi. Maka pertanyaan semacam itu jelas pertanyaan yang mengada-ada dan berlindung di balik kalimat ‘kalau’ yang hal ini sangat disukai oleh syaitan.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun hakekat dari i’tikaf itu, ialah sebagaimana yang dikatakan oleh Ibu Abbas RA, bahwa Rasulullah bersabda kepada para mu’takifin (orang orang yang beritikaf): <em>“Orang yang beri’tikaf itu, dia berhenti melaksanakan dosa dosa, dan pahala amal yang biasa dikerjakan sebelum dia beri’tikaf akan mengalir terus kepadanya.”</em> <strong>(HR Ibnu Majah)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hikmah hadis ini ialah :</strong></p>
<p style="text-align:justify;">1. Dengan itikaf seseorang akan terjaga dari perbuatan maksiat. Sedangkan maksiat itu seperti perkataan imam Ibnul Qoyyim ialah racun dalam kehidupan yang bisa mematikan seseorang atau melemahkannya atau mengurangi kekuatan dirinya, sedangkan taubat merupakan obat di dalam kehidupan, tiap tiap kali orang bertaubat maka kesehatan dan kehidupannya akan terus terpelihara dan hal yang seperti ini dapat dilaksanakan dengan selapang lapangnya di saat seseorang mengkhususkan dirinya beritikaf 10 hari di bulan ramadhan. Sehingga apabila seseorang itu telah beritikaf selama 10 hari akhir Ramadhan, diharapkan kesehatan rohani dan jasmaninya akan menjadi normal dan pulih secara keseluruhan yang dapat menjadi bekalannya menghadapi kehidupan 1 tahun mendatang.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Secara lahiriah orang beritikaf kelihatannya rugi karena tidak mengerjakan amalan-amalan lainnya, seperti bekerja mencari penghasilan, menjenguk orang sakit, mengantarkan jenazah, memenuhi hajat orang lain, dan sebagainya. Dengan hadis di atas amal kebaikan yang biasa dia lakukan itu justru ia mendapatkan keseluruhannya karena dia melaksanakan i’tikaf, dan inilah kemuliaan bagi seorang mukmin.</p>
<p style="text-align:justify;">Dua hikmah inilah yang kadang-kadang tidak terlihat oleh mata, kecuali dengan keimanan yang sempurna, itulah hikmah sunnah nabi yang tidak pernah meninggalkan itikaf 10 hari dibulan ramadhan, bahkan pada tahun kematian beliau, beliau beritikaf selama 20 hari dibulan ramadhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan ada lagi satu hikmah yang tidak dapat dirasakan kecuali oleh orang yang beri’tikaf dengan benar mengikuti sunnah rosul yaitu kenikmatan rohani yang tidak bisa diuraikan, yaitu ketika seorang mengingat dosanya menetes air matanya, ketika seorang bersujud lama bagaikan terbenam wajahnya ke dalam tanah sambil dia memanjatkan doa, dan disaat menadahkan tangannya sambil munajat di sana terdapat kebahagiaan yang hakiki yang tidak pernah ditemui oleh orang yang tidak beri’tikaf. Kenikmatan rohani ini jauh lebih baik dari kenikmatan jasmani.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu kepada ikhwani yang dirahmati Allah dan kepada mukminin mukminat, mujahidin dan mujahidah yang belum berpeluang sampai hari ini untuk melaksanakan ibadah yang mulia ini (i’tikaf 10 hari dibulan ramadhan), marilah dan datangilah masjid-masjid yang mengadakan i’tikaf sesuai sunnah Rasulullah saw. InsyaAllah dia akan mendapatkan keberkatan dan rahmat Allah akan meliputinya dalam kegiatan seperti qiyamullail, zikrullah, tadarrus Alquran, thalabul ilmi, dan majelis tazkirah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sumber : <a href="http://abujibriel.com/2009/09/hakekat-itikaf-sepuluh-hari-akhir-ramadhan/">Ustadz Abu Muhammad Jibriel AR.</a></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhansyaddad.wordpress.com/1408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhansyaddad.wordpress.com/1408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhansyaddad.wordpress.com/1408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhansyaddad.wordpress.com/1408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhansyaddad.wordpress.com/1408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhansyaddad.wordpress.com/1408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhansyaddad.wordpress.com/1408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhansyaddad.wordpress.com/1408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhansyaddad.wordpress.com/1408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhansyaddad.wordpress.com/1408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhansyaddad.wordpress.com/1408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhansyaddad.wordpress.com/1408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhansyaddad.wordpress.com/1408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhansyaddad.wordpress.com/1408/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&amp;blog=5674810&amp;post=1408&amp;subd=farhansyaddad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/08/20/hakekat-i%e2%80%99tikaf-sepuluh-hari-akhir-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2692ac7b4d587de677f01e367611de5e?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">abifasya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/08/itikaf-300x187.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">itikaf-300x187</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ta&#8217;mir Ramadlan di SMPN 5 Bogor</title>
		<link>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/08/19/tamir-ramadlan-di-smpn-5-bogor/</link>
		<comments>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/08/19/tamir-ramadlan-di-smpn-5-bogor/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Aug 2011 03:26:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abifasya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Lima]]></category>
		<category><![CDATA[SANLAT]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Islam Intnsif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhansyaddad.wordpress.com/?p=1395</guid>
		<description><![CDATA[Kegiatan Ta&#8217;mir Ramadlan tahun ini di SMPN 5 tempat saya mengabdi berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena penyelenggaraan ta&#8217;mir ramadlan tahun ini ada kegiatan SANLAT yang bekerja sama dengan Pondok Pesantren Khusnul Khotimah Cirebon. Senin 15 Agustus 2011 kegiatan sanlat di buka secara resmi oleh bapak Kepala SMPN 5 Bogor Bapak Setiabudi, M.Pd. Ada raut wajah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&amp;blog=5674810&amp;post=1395&amp;subd=farhansyaddad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1396" class="wp-caption aligncenter" style="width: 361px"><a href="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/08/buka-sanlan-rame-32.jpg"><img class="size-full wp-image-1396   " title="Pembukaan Sanlat" src="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/08/buka-sanlan-rame-32.jpg" alt="" width="351" height="274" /></a><p class="wp-caption-text">Pembukaan Sanlat 1432 H</p></div>
<p style="text-align:justify;">Kegiatan Ta&#8217;mir Ramadlan tahun ini di SMPN 5 tempat saya mengabdi berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena penyelenggaraan ta&#8217;mir ramadlan tahun ini ada kegiatan SANLAT yang bekerja sama dengan Pondok Pesantren Khusnul Khotimah Cirebon.</p>
<p style="text-align:justify;">Senin 15 Agustus 2011 kegiatan sanlat di buka secara resmi oleh bapak Kepala SMPN 5 Bogor Bapak Setiabudi, M.Pd. Ada raut wajah yang amat bangga penuh kekaguman ketika beliau membuka acara tersebut terlebih saat beliau menggunting balon sebagai tanda dimulainya sanlat di SMPN 5 Bogor, tepuk tanganpun membahana dari setiap penjuru lapangan upacara tempat dimana acara ini dibuka.<span id="more-1395"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kekagumanku pun tak henti-hentinya saat salah seorang santri dari pesantren khusnulkhotimah memberikan sambutan atasnama mentor, subhanallah&#8230;luar biasa &#8230; kedua kata itu terus keluar dari mulutku. karena apa yang keluar dari mulut anak yang masih ABG itu semuanya penuh hikmah, walaupun ada kata-kata yang memang sering dikatakan para ABG seusianya tapi semua kata itu berbalutkan hikmah.</p>
<p style="text-align:justify;">Hari ini adalah hari ke lima kegiatan sanlat dilaksanakan, Insya Allah penutupan akan dilaksanakan besok sore, mudah-mudahan semuanya lancar dan senantiasa mendapat ridlo dan perlindungan Allah SWT. amiiin</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhansyaddad.wordpress.com/1395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhansyaddad.wordpress.com/1395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhansyaddad.wordpress.com/1395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhansyaddad.wordpress.com/1395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhansyaddad.wordpress.com/1395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhansyaddad.wordpress.com/1395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhansyaddad.wordpress.com/1395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhansyaddad.wordpress.com/1395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhansyaddad.wordpress.com/1395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhansyaddad.wordpress.com/1395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhansyaddad.wordpress.com/1395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhansyaddad.wordpress.com/1395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhansyaddad.wordpress.com/1395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhansyaddad.wordpress.com/1395/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&amp;blog=5674810&amp;post=1395&amp;subd=farhansyaddad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/08/19/tamir-ramadlan-di-smpn-5-bogor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2692ac7b4d587de677f01e367611de5e?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">abifasya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/08/buka-sanlan-rame-32.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pembukaan Sanlat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LAILATUL QADAR: Kapan Adanya dan Bagaimana Cara Mencarinya?</title>
		<link>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/08/18/lailatul-qadar-kapan-adanya-dan-bagaimana-cara-mencarinya/</link>
		<comments>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/08/18/lailatul-qadar-kapan-adanya-dan-bagaimana-cara-mencarinya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Aug 2011 11:36:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abifasya</dc:creator>
				<category><![CDATA[KISS]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[seribu bulan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhansyaddad.wordpress.com/?p=1392</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Mendapatkan Lailatul Qadar menjadi dambaan insan beriman, karena di dalamnya Allah turunkan rahmat dan keberkahan. Amal-amal ibadah dan shaleh yang dikerjakan di dalamnya, nilainya lebih baik daripada amal-amal tersebut dikerjakan selama seribu bulan yang tidak ada Lailatul Qadar di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&amp;blog=5674810&amp;post=1392&amp;subd=farhansyaddad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/08/aaaaaa.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1393" title="aaaaaa" src="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/08/aaaaaa.jpg" alt="" width="257" height="170" /></a>Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mendapatkan Lailatul Qadar menjadi dambaan insan beriman, karena di dalamnya Allah turunkan rahmat dan keberkahan. Amal-amal ibadah dan shaleh yang dikerjakan di dalamnya, nilainya lebih baik daripada amal-amal tersebut dikerjakan selama seribu bulan yang tidak ada Lailatul Qadar di dalamnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Di Lailatul Qadar tersebut, para malaikat turun ke bumi. Ada yang mengatakan mereka turun dengan membawa rahmat, keberkahan dan ketentraman bagi manusia. Ada yang berpendapat, mereka turun membawa semua urusan yang ditetapkan dan ditakdirkan oleh Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>untuk masa satu tahun. Sebagaimana yang tertera dalam firman-Nya:</p>
<p style="text-align:justify;">إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ أَمْرًا مِنْ عِنْدِنَا إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami.  Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul</em>.&#8221; (QS. Al-Dukhan: 3-5)</p>
<p style="text-align:justify;">Pada malam itu keamaan dan keselamatan menyatu dalam diri orang-orang beriman, dan mereka mendapatkan salam terus menerus dari para Malaikat. Para ahli ibadah merasakan ketentraman hati, lapangnya dada, dan lezatnya beribadah di malam istimewa itu yang tak pernah di dapatkan pada malam-malam selainnya.<span id="more-1392"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Lailatul Qadar adalah malam yang terbebas dari keburukan dan kerusakan. Pada malam itu pula banyak dilaksanakan ketaatan dan perbuatan baik. Pada malam itu penuh dengan keselamatan dari adzab. Sedangkan syetan tidak bisa menggoda sebagaimana keberhasilannya pada selain malam itu, maka malam itu seluruhnya berisi keselamatan dan kesejahteraan. Firman Allah Ta&#8217;ala:</p>
<p style="text-align:justify;">سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.</em>&#8221; (QS. Al-Qadar: 5)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kapankah Lailatul Qadar itu?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tidak diragukan lagi, Lailatul Qadar terdapat pada bulan Ramadhan, berdasarkan firman Allah Ta&#8217;ala:</p>
<p style="text-align:justify;">إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur&#8217;an) pada malam kemuliaan.</em>&#8221; (QS. Al-Qadar: 1)</p>
<p style="text-align:justify;">شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur&#8217;an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).</em>&#8221; (QS. Al-Baqarah: 185)</p>
<p style="text-align:justify;">Al-Hafidh Ibnul Hajar <em>rahimahullah </em>mengatakan tentang penentuan malamnya, &#8220;Para ulama berselisih pendapat dalam menentukan Lailatul Qadar dengan perbedaan yang sangat banyak. Setelah kami himpun, ternyata pendapat mereka mencapai lebih dari empat puluh pendapat.&#8221; Kemudian beliau<em>rahimahullah </em>satu persatu dari pendapat tersebut beserta dalil-dalilnya. (Lihat Fathul Baari: IV/309)</p>
<p style="text-align:justify;">Mayoritas ulama berpendapat, Lailatul Qadar terdapat pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan, berdasarkan hadits &#8216;Asiyah <em>Radhiyallahu &#8216;Anha</em>, Rasulullah <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em> bersabda:</p>
<p style="text-align:justify;">تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir dari Ramadhan.</em>&#8221; (Muttafaq &#8216;alaih)</p>
<p style="text-align:justify;">Dari sepuluh hari terakhir itu, mayoritas ulama mengerucutkan pendapatnya pada malam-malam ganjilnya. Hal ini berdasarkan sabda Nabi <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em>,</p>
<p style="text-align:justify;">تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir dari Ramadhan.</em>&#8221; (HR. Al-Bukhari)</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian juga banyak dari mereka berpendapat, Lailatul Qadar jatuh pada malam ke 27 Ramadhan. Ini adalah pendapat sebagian sahabat, seperti Ubay bin Ka&#8217;ab yang beliau sampai berani memastikan dan bersumpah bahwa Lailatul Qadar ada pada malam ke 27, ia berkata:</p>
<p style="text-align:justify;">وَاللَّهِ إِنِّي لَأَعْلَمُهَا وَأَكْثَرُ عِلْمِي هِيَ اللَّيْلَةُ الَّتِي أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقِيَامِهَا هِيَ لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Demi Allah, sunguh aku mengetahuinya dan kebanyakan pengetahuanku bahwa dia adalah malam yang Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam perintahkan kami untuk bangun (shalat) padanya, yaitu malam ke 27.</em>&#8221; (HR. Muslim, no. 762)</p>
<p style="text-align:justify;">Dan dalam hadits Mu&#8217;awiyah bin Abi Sufyan, dari Nabi<em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em>, bersabda tentang Lailatul Qadar,</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Lailatul Qadar adalah malam ke dua puluh tujuh.</em>&#8221; (HR. Abu Dawud)</p>
<p style="text-align:justify;">Syaikh Abu Malik Kamal dalam Shahih Fiqih Sunnah memberikan catatan terhadap pendapat-pendapat tentang Lailatul Qadar di atas, &#8220;Yang jelas, menurutku, Lailatul Qadar terdapat pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir dan berpindah-pindah di malam-malam tersebut. Ia tidak khusus hanya pada malam ke 27 saja. Adapun yang disebutkan oleh Ubay, Lailatul Qadar jatuh pada malam ke 27, ini terjadi dalam suatu tahun dan bukan berarti terjadi pada semua tahun. Buktinya, Nabi <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em> pernah mendapatinya pada malam ke 21, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Abu Sa&#8217;id <em>Radhiyallahu &#8216;Anhu</em>, Nabi<em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam </em>berkhutbah kepada mereka seraya mengatakan:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>إِنِّي أُرِيتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ وَإِنِّي نَسِيتُهَا أَوْ أُنْسِيتُهَا فَالْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ كُلِّ وِتْرٍ وَإِنِّي أُرِيتُ أَنِّي أَسْجُدُ فِي مَاءٍ وَطِينٍ</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Sungguh aku telah diperlihatkan Lailatul Qadar, kemudian terlupakan olehku. Oleh sebab itu, carilah Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir pada setiap malam ganjilnya. Pada saat itu aku merasa bersujud di air dan lumpur.</em>&#8220;</p>
<p style="text-align:justify;">Abu Sa&#8217;id berkata: &#8220;Hujan turun pada malam ke 21, hingga air mengalir menerpa tempat shalat Rasulullah <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em>. Seusai shalat aku melihat wajah beliau basah terkena lumpur. (HR. Al- Bukhari dan Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian kumpulan hadits yang menyinggung tentang masalah Lailatul Qadar. Wallahu A&#8217;lam.&#8221; (Selesai ulasan dari Shahih Fiqih Sunnah: III/202-203)</p>
<blockquote><p>. . . Lailatul Qadar terdapat pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir dan berpindah-pindah di malam-malam tersebut. . .</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri dalam <em>Ithaf al-Kiram</em>(Ta&#8217;liq atas Bulughul Maram) hal 197, mengatakan, &#8220;Pendapat yang paling rajih dan paling kuat dalilnya adalah ia berada pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir. Ia bisa berpindah-pindah, terkadang di malam ke 21, terkadang pada malam ke 23, terkadang pada malam ke 25, terkadang pada malam ke 27, dan terkadang pada malam ke 29. Adapun penetapan terhadap beberapa malam secara pasti, sebagaimana yang terdapat dalam hadits ini (hadits Mu&#8217;awiyah bin Abi Sufyan), ia di malam ke 27, dan sebagaimana dalam beberapa hadits lain, ia berada di malam 21 dan 23, maka itu pada tahun tertentu, tidak pada setiap tahun. Tetapi perkiraan orang yang meyakininya itu berlaku selamanya, maka itu pendapat mereka sesuai dengan perkiraan mereka. Dan terjadi perbedaan pendapat yang banyak dalam penetapannya.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hikmah Dirahasiakannya Lailatul Qadar     </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Keberadaan Lailatul Qadar dirahasiakan oleh Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> dengan hikmah yang dikehendaki-Nya. Yaitu (boleh jadi) agar para hamba bersungguh-sungguh beribadah di setiap malam, dengan harapan agar mendapatkan Lailatul Qadar. Bagi siapa yang meyakini bahwa Lailatul Qadar ada pada malam tertentu, maka ia akan menghidupkan malam tersebut dengan ibadah. Dan bagi siapa yang ingin memastikan dirinya mendapatkan malam tersebut, hendaknya ia mencurahkan semua waktunya untuk beribadah kepada-Nya sepanjang bulan Ramadhan sebagai bentuk syukur kepada-Nya dan membenarkan janji-Nya. Insya Allah, inilah hikmah utama dirahasiakannya Lailatul Qadar. Dan inilah yang disyaratkan dalam sabda Nabi <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em>,</p>
<p style="text-align:justify;">خَرَجْتُ لِأُخْبِرَكُمْ فَتَلَاحَى فُلَانٌ وَفُلَانٌ وَإِنَّهَا رُفِعَتْ وَعَسَى أَنْ يَكُونَ خَيْرًا لَكُمْ فَالْتَمِسُوهَا فِي التَّاسِعَةِ وَالسَّابِعَةِ وَالْخَامِسَةِ</p>
<p style="text-align:justify;"> &#8221;<em>Sesungguhnya aku telah keluar untuk memberitahu kepada kalian (kapan Lailatul Qadar itu). Tetapi (di tengah jalan) aku bertemu dengan fulan dan fulan yang sedang bertengkar, sehingga aku terlupa kapan malam itu. Semoga ini lebih baik bagi kalian. Oleh karena itu, carilah malam tersebut pada (malam) kesembilan, ketujuh, dan kelima (dari sepuluh hari terakhir).</em>&#8221; (HR. al-Bukhari)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bagaimana Seorang Muslim Mencari Lailatul Qadar?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Lailatul Qadar adalah malam kebaikan, yang kebaikan di dalamnya tak bisa didapatkan pada malam selainnya. Maka siapa yang terhalang dari mendapatkan kebaikan di dalamnya, berarti ia telah terhalang mendapatkan semua kebaikan. Dan tidak terhalang dari mendapatkan kebaikannya, kecuali orang yang diharamkan dirinya dari kebaikan. Oleh karena, itu sudah sewajarnya seorang muslim menghidupkan malam tersebut dengan bersungguh-sungguh melakukan ibadah dan ketaatan kepada Allah dengan maksimal. Dan menghidupkannya harus didasarkan kepada iman dan berharap pahala kepada Allah. Nabi <em>Shallallahu &#8217;Alaihi Wasallam</em> bersabda:</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Barangsiapa yang menunaikan shalat malam di bulan Ramadan imanan wa ihtisaban (dengan keimanan dan mengharap pahala), diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.</em>&#8221; (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Kesungguhan dalam mencari Lailatul Qadar ini telah dimulai sendiri oleh Nabi <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em> yang mengabarkan hadits di atas. Diriwayatkan dari Aisyah<em>Radhiyallahu &#8216;Anha</em> yang berkata, &#8220;Rasulullah <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em> bersungguh-sungguh (pad sepuluh hari terakhir) yang tidak biasa beliau lakukan pada malam-malam sebelumnya.&#8221; (HR. Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Hendaknya seorang muslim memperbanyak shalat, tilawatul Qur&#8217;an, shadaqah, dzikir dan doa di dalamnya. Dianjurkan juga untuk menjauhi istri untuk memaksimalkan ibadah di malam itu, serta membangunkan keluarganya untuk ikut menghidupkan malam kemuliaan tersebut. Dikabarkan oleh Aisyah<em>Radhiyallahu &#8216;Anha</em>,</p>
<p style="text-align:justify;">كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ &#8211; أَيْ الْعَشْرُ الْأَخِيرَةُ مِنْ رَمَضَانَ &#8211; شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Adalah Nabi Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam, apabila sudah masuk sepuluh –maksudnya sepuluh hari terakhir Ramadhan- beliau mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.</em>&#8221; (Muttafaq &#8216;alaih)</p>
<blockquote><p>. . . Hendaknya seorang muslim memperbanyak shalat, tilawatul Qur&#8217;an, shadaqah, dzikir dan doa pada Lailatul Qadar. . .</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>Apa Doa yang Dipanjatkan Pada Malam Itu?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dianjurkan untuk membanyak doa pada malam yang agung ini, Lailatul Qadar. Doa apa saja yang mengandung kebaikan dunia dan akhirat, dianjurkan untuk dimunajatkan kepada Allah di malam itu, karena ia termasuk waktu mustajab. Dan di antara doa khusus yang disyariatkan untuk dibaca di dalamnya adalah apa yang diriwayatkan dari &#8216;Aisyah <em>Radhiyallahu &#8216;Anha</em>, ia berkata: &#8220;Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu jika aku mendapatkan Lailatul Qadar, apa yang harus aku baca?&#8221; Beliau<em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em> menjawab, &#8220;Ucapkanlah:</p>
<p style="text-align:justify;">اللَّهُمَّ إنَّك عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Ya Allah, sesungguhnya Engkau Mahapemaaf dan senang memaafkan, maka maafkanlah kesalahanku.</em>&#8221; (HR. al-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad. Imam al-Tirmidzi dan al-Hakim menshahihkannya)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Penutup</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Insan beriman pasti meyakini setiap kabar berita yang disampaikan Al-Qur&#8217;an dan Sunnah Rasulillah <em>Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam</em>. Keyakinan tersebut tidak hanya pada pembenaran, tapi ia realisasikan dalam bentuk tunduk dan taat kepada petunjuk ekduanya. Begitu juga terhadap kabar berita tentang Lailatul Qadar, sebagai bentuk pembenarannya, ia bersungguh-sungguh menghidupakannya agar mendapatkan janji-janji baik di dalamnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Lailatul Qadar merupakan anugerah dari Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Itu diberikan agar mereka bisa mengejar ketertinggalan dari pahala-pahala dan kebaikan yang luput darinya, dan juga untuk menghapus kesalahan dan dosa-dosa dalam perjalanan hidupnya. Allah sayang kepada kita, hamba-Nya yang beriman, akankah kita juga sayang kepada diri kita sendiri dengan memanfaatkan malam yang mulia itu? Wallahu Ta&#8217;ala A&#8217;lam.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber : <a href="http://www.voa-islam.com/islamia/ibadah/2011/08/18/15803/lailatul-qadar-kapan-adanya-dan-bagaimana-cara-mencarinya/">VOA-Islam</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhansyaddad.wordpress.com/1392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhansyaddad.wordpress.com/1392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhansyaddad.wordpress.com/1392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhansyaddad.wordpress.com/1392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhansyaddad.wordpress.com/1392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhansyaddad.wordpress.com/1392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhansyaddad.wordpress.com/1392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhansyaddad.wordpress.com/1392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhansyaddad.wordpress.com/1392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhansyaddad.wordpress.com/1392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhansyaddad.wordpress.com/1392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhansyaddad.wordpress.com/1392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhansyaddad.wordpress.com/1392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhansyaddad.wordpress.com/1392/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&amp;blog=5674810&amp;post=1392&amp;subd=farhansyaddad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/08/18/lailatul-qadar-kapan-adanya-dan-bagaimana-cara-mencarinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2692ac7b4d587de677f01e367611de5e?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">abifasya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/08/aaaaaa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aaaaaa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dua Bulan Ga nge-Blog</title>
		<link>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/08/15/dua-bulan-ga-nge-blog/</link>
		<comments>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/08/15/dua-bulan-ga-nge-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Aug 2011 16:52:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abifasya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Shilaturrahmi]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[malas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhansyaddad.wordpress.com/?p=1385</guid>
		<description><![CDATA[Entah apa yang harus saya persalahkan, karena akhir-akhir ini malas sekali untuk menulis di blog ini, baik menulis yang memang tulisan sendiri ataupun sekedar copy paste dari tulisan orang lain untuk terus disebarkan di blog ini, yang jelas setelah saya gonta-ganti templet ternyata templet yang awal seperti yang saya pakai saat ini (andreas09) jauh lebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&amp;blog=5674810&amp;post=1385&amp;subd=farhansyaddad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/08/gambar-bog-ani.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1386" title="gambar b;og ani" src="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/08/gambar-bog-ani.jpg" alt="" width="402" height="302" /></a>Entah apa yang harus saya persalahkan, karena akhir-akhir ini malas sekali untuk menulis di blog ini, baik menulis yang memang tulisan sendiri ataupun sekedar copy paste dari tulisan orang lain untuk terus disebarkan di blog ini, yang jelas setelah saya gonta-ganti templet ternyata templet yang awal seperti yang saya pakai saat ini (andreas09) jauh lebih membawa saya bersemangat untuk menulis.</p>
<p style="text-align:justify;">Setidak setiap bulan ada satu tulisan yang saya tampilkan di blog ini, tapi sudah dua bulan ini tak satupun saya tampilkan, bahkan saat ini bulan ramadlan biasanya lebih dari dua tulisan yang saya sajikan, mudah-mudahan saja setelah kembali ke temlet awal saya bisa lebih rajin lagi menulis dan bisa mengunjungi sahabat2 saya di dunia maya para blogger setia yang selalu saya nantikan kunjungan2nya dan komen-komenya.</p>
<p style="text-align:justify;">Templet seperti yang ada pada gambar di atas adalah templet yang paling membuat saya malas menulis tulisan terakhir dibuat dua bulan yang lalu pada tgl 19 Mei 2011 dengan judul <a href="http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/05/19/salah-kaprah-dalam-pelaksanaan-uts-uas-dan-ukk/">Salah Kaprah dalam Pelaksanaan UTS,UAS, dan UKK</a>, mohon doa restu dari semua semoga setelahnya saya kembali ke templet awal, kemalasan itu tidak ada lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Penempatan widget mungkin masih acak-acakan, Insya Allah dalam waktu beberapa hari sudah bisa dirapikan seperti dulu. semangat &#8230; semangat &#8230; semangat.</p>
<p style="text-align:justify;">Salam hangat selalu</p>
<p style="text-align:justify;">*ABIFASYA*</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhansyaddad.wordpress.com/1385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhansyaddad.wordpress.com/1385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhansyaddad.wordpress.com/1385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhansyaddad.wordpress.com/1385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhansyaddad.wordpress.com/1385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhansyaddad.wordpress.com/1385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhansyaddad.wordpress.com/1385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhansyaddad.wordpress.com/1385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhansyaddad.wordpress.com/1385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhansyaddad.wordpress.com/1385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhansyaddad.wordpress.com/1385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhansyaddad.wordpress.com/1385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhansyaddad.wordpress.com/1385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhansyaddad.wordpress.com/1385/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&amp;blog=5674810&amp;post=1385&amp;subd=farhansyaddad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/08/15/dua-bulan-ga-nge-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2692ac7b4d587de677f01e367611de5e?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">abifasya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/08/gambar-bog-ani.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gambar b;og ani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Salah Kaprah Dalam Pelaksanaan UTS, UAS, dan UKK</title>
		<link>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/05/19/salah-kaprah-dalam-pelaksanaan-uts-uas-dan-ukk/</link>
		<comments>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/05/19/salah-kaprah-dalam-pelaksanaan-uts-uas-dan-ukk/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 May 2011 08:35:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abifasya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Mendiknas]]></category>
		<category><![CDATA[penilaian]]></category>
		<category><![CDATA[UU sisdiknas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://farhansyaddad.wordpress.com/?p=1380</guid>
		<description><![CDATA[Sesuai permendiknas nomor 20 tahun 2007 tentang penilaian, bahwa yang disebut ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan, melakukan perbaikan pembelajaran, dan penentuan keberhasilan belajar peserta didik. Pelaksanaan penilaian/ ulangan ada yang menjadi kewenangan pendidik, ada yang menjadi kewenangan pendidik dibawah koordinasi satuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&amp;blog=5674810&amp;post=1380&amp;subd=farhansyaddad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1382" class="wp-caption aligncenter" style="width: 464px"><a href="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/05/uts.jpg"><img class="size-full wp-image-1382  " title="uts" src="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/05/uts.jpg" alt="" width="454" height="353" /></a><p class="wp-caption-text">ilustrasi ulangan tengah semester (UTS)</p></div>
<p style="text-align:justify;">Sesuai permendiknas nomor 20 tahun 2007 tentang penilaian, bahwa yang disebut ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan, melakukan perbaikan pembelajaran, dan penentuan keberhasilan belajar peserta didik.<span id="more-1380"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Pelaksanaan penilaian/ ulangan ada yang menjadi kewenangan pendidik, ada yang menjadi kewenangan pendidik dibawah koordinasi satuan pendidikan, dan ada penilaian yang dilakukan oleh pemerintah. Penilaian yang menjadi kewenangan pendidik adalah ulangan harian yaitu kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu KD atau lebih. Sedangkan penilaian yang dilakukan pendidik di bawah koordinasi satuan pendidikan adalah ulangan tengah semester (UTS), Ulangan  Akhir Semester (UAS), dan Ulangan Kenaikan Kelas (UKK).</p>
<p style="text-align:justify;">Ulangan tengah semester (UTS) adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 &#8211; 9 minggu kegiatan pembelajaran. cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang mempresentasikan seluruh KD pada periode tersebut. Sedangkan UAS adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang mempresentasikan KD pada semester tersebut Sementara yang disebut UKK adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang mempresentasikan KD pada semester tersebut.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Setelahnya kita mengetahui makna UTS, UAS, dan UKK sesuai permndiknas NO. 20 tahun 2007 dan pelaksanaanya menjadi kewenangan pendidik dibawah koordinasi satuan pendidikan, adalah aneh bin ajaib jika masih ada yang melaksanakan UTS, UAS, dan UKK dikoordinir oleh dinas pendidikan, oleh kementerian agama, atau oleh organisasi seperti<span style="color:#ff0000;"> K3S, MKKS, KKMI, KKKMI (MK2MI)</span>. Penyelenggaraan UTS, UAS, dan UKK yang dikoordinir dengan alasan ulangan bersama dan sebagainya bila diperhatikan dengan seksama adalah bagian dari bentuk pelanggaran terhadap peraturan yang ada. Atau mereka menganggap bahwa aturan itu dibuat memang untuk dilanggar ?, Jadi mungkin tidak ada salahnya jika ada sebuah ungkapan bahwa : <span style="color:#ff0000;">&#8220;aturan itu hanya indah dan bagaikan dewa di atas kertas, sementara pada tataran realita tidak ada bedanya bak sampah busuk yang tidak perlu diperhatikan bahkan oleh sipembuatnya&#8221;.</span></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Alangkah baiknya jika permen 20 th 2007 yang telah berumur 4 tahun ini dilaksanakn sebaik-baiknya, tidak ada lagi sekolah/madrasah yang penyelenggaraan UTS, UAS, dan UKK nya dilaksanakan secara bersama-sama. Kalau hal itu masih tetap terjadi &#8230; “SUNGGUH TERLALLUUU &#8230;.”</p>
<p style="text-align:justify;">Salah kaprah dalam pelaksanaan UTS, UAS, dan UKK ini semoga saja tidak berkelanjutan, hal itu yakin akan terwujud jika kita semua sadar diri akan kekeliruan yang pernah kita lakukan dan mulai saat ini mari kita semua beritikad baik untuk bener-bener memajukan madrasah, jangan hanya besar mulut ingin memajukan madrasah tetapi segala kegiatan yang benar-benar akan berdampak pada kemajuan madrasah masih diikat oleh pihak tertentu. Penyelanggaraan UTS,UAS, dan UKK yang mandiri diselenggarakan madrasah masing-masing adalah bagaian dari upaya untuk memajukan madrasah. Biarkan semua pendidik membuat soal sendiri, merakitnya, memeriksanya dan melaporkannya kepada orang tua peserta didik, dan dengan demikian para pendidikpun akan semakin pintar dengan berpengalaman dalam pembuatan soal, semoga !!!!!</p>
<p style="text-align:justify;">Wallahu &#8216;alam</p>
<p style="text-align:justify;">ditulis juga di <a href="http://islamiyah-mi.blogspot.com/2011/05/mencermati-makna-uts-uas-dan-ukk.html">sini</a> dengan judul mencermati makna uts, uas, dan ukk</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/farhansyaddad.wordpress.com/1380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/farhansyaddad.wordpress.com/1380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/farhansyaddad.wordpress.com/1380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/farhansyaddad.wordpress.com/1380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/farhansyaddad.wordpress.com/1380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/farhansyaddad.wordpress.com/1380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/farhansyaddad.wordpress.com/1380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/farhansyaddad.wordpress.com/1380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/farhansyaddad.wordpress.com/1380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/farhansyaddad.wordpress.com/1380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/farhansyaddad.wordpress.com/1380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/farhansyaddad.wordpress.com/1380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/farhansyaddad.wordpress.com/1380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/farhansyaddad.wordpress.com/1380/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=farhansyaddad.wordpress.com&amp;blog=5674810&amp;post=1380&amp;subd=farhansyaddad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://farhansyaddad.wordpress.com/2011/05/19/salah-kaprah-dalam-pelaksanaan-uts-uas-dan-ukk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2692ac7b4d587de677f01e367611de5e?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">abifasya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farhansyaddad.files.wordpress.com/2011/05/uts.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">uts</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
