Farhansyaddad weblog

Untuk Hari Esok Yang Lebih Baik

Tiga Belas LAraNgan pEnggunaan dAna BOS

Posted by abifasya pada 26 April 2011


dilarang = haram

Sesuatu yang dilarang dalam ajaran Islam jatuhnya bisa “sakit”  ehh bisa sampai kepada derajat haram. Jadi bila ada orang yang melakukan perbuatan yang dilarang maka sesuai dengan kiadah “yutsabu ala taarikihi wa yuaqobu ‘aaa faa’ilihi” maka sudah dipastikan jika bukan karena Rahmat Allah dan belum sempat bertaubat orang tersebut akan berakhir dengan penderitaan abadi berada di dalam neraka Jahanam.

Berkenaan dengan LARANGAN PENGGUNAAN DANA BOS Kalau dalam petunjuk teknis penggunaan dana BOS tahun 2010 hanya ada 10 larangan penggunaan dana BOS, maka dalam petunjuk teknis penggunaan dana BOS tahun 2011 sesuai Lampiran Permendiknas Nomor 37 Tahun 2010 tanggal 22 Desember 2010 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana BOS Tahun anggaran 2011 larangan itu bertambah menjadi 13 larangan, nomor-nomor yang berwarna merah adalah larangan terbaru yang tidak terdapat dalam juknis penggunaan dana BOS tahun agnggaran 2010, berikut ini ketiga belas larangan tersebut :

  1. Disimpan dalam jangka waktu lama dengan maksud dibungakan.
  2. Dipinjamkan kepada pihak lain.
  3. Membiayai kegiatan yang tidak menjadi prioritas sekolah dan memerlukan biaya besar, misalnya studi banding, studi tour (karya wisata) dan sejenisnya.
  4. Membiayai kegiatan yang diselenggarakan oleh UPTD Kecamatan/ Kabupaten/ kota/ Provinsi/Pusat, atau pihak lainnya (KKKS, MKKS, KKMI, KKMTs), walaupun pihak sekolah tidak ikut serta dalam kegiatan tersebut. Sekolah hanya diperbolehkan menanggung biaya untuk siswa/guru yang  ikut serta dalam kegiatan tersebut.
  5. Membayar bonus dan transportasi rutin untuk guru.
  6. Membeli pakaian/seragam bagi guru/siswa untuk kepentingan pribadi (bukan inventaris sekolah).
  7. Digunakan untuk rehabilitasi sedang dan berat.
  8. Membangun gedung/ruangan baru.
  9. Membeli bahan/peralatan yang tidak mendukung proses pembelajaran.
  10. Menanamkan saham.
  11. Membiayai kegiatan yang telah dibiayai dari sumber dana pemerintah pusat atau pemerintah daerah secara penuh/wajar, misalnya guru kontrak/guru bantu.
  12. Kegiatan penunjang yang tidak ada kaitannya dengan operasi sekolah, misalnya iuran dalam rangka perayaan  hari besar nasional dan upacara keagamaan/acara keagamaan.
  13. Membiayai kegiatan dalam rangka mengikuti pelatihan/ sosialisasi/ pendampingan terkait program BOS/ perpajakan program BOS yang diselenggarakan lembaga di luar Dinas Pendidikan Provinsi/ Kabupaten/kota dan kementerian Pendidikan nasional.

Penambahan jenis larangan yang ada akan semakin banyak pelanggaran yang dilakukan oleh para penerima dana BOS walaupun terkedang sekolah-sekolah penerima dana BOS enggan melakukan pelanggaran tersebut, tetapi karena pelanggaran tersebut telah dikondisikan oleh para INOHONG ditingkat Kab/Kota maka pelanggaran itu menjadi sulit dihindarkan. Seperti larangan nomor 4 dirasakan atau tidak di daerah tertentu ada kegiatan yang dikordinir oleh KKKS/MKKS, KKMI/KKMTs seperti penyelenggaraan PORSENI yang biayanya dibebankan secara berjamaah kepada seluruh sekolah dengan ditentukan SEKIAN RUPIAH per SISWA, padahal yang boleh dibiayai dari dana bos untuk kegiatan tersebut hanya menanggung biaya untuk siswa/guru yang ikut serta dalam kegiatanDan yang lebih TERKUTUK lagi jika DANA BOS yang patut kita syukuri keberadaanya ini (walaupun sedikit) harus dibayarkan sejumlah UPETI kepada orang-orang yang TIDAK BERTANGGUNG JAWAB (naudzubillahi min dzalik). Kalau hal ini terus terjadi maka cita-cita mulia untuk memberantas kebodohan dan memerangi kemiskinan akan sulit untuk dicapai, padahal program BOS digulirkan dengan harapan :  menjadi sarana penting untuk meningkatkan akses dan mutu pendidikan dasar 9 tahun yang bermutu, tidak lagi ada siswa miskin yang putus sekolah karena tidak mampu membayar iuran/ pungutan yang dilakukan oleh sekolah, tidak ada lagi siswa tamatan SD yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke  tingkat SMP, dan lain-lain.

Seandainya semua tim pengelola dana BOS membaca dan memperhatikan dengan baik aturan yang ada disertai dengan perasaan takut AZAB ALLAH dan ingin terhindar dari SIKSA NERAKA, Insya Allah Pendidikan di Negeri ini selangkah akan lebih maju.

Wallahu ‘Alam

About these ads

20 Tanggapan to “Tiga Belas LAraNgan pEnggunaan dAna BOS”

  1. antipungli said

    masalahnya manusia2 saat ini gemar melanggar larangan, semakin dilarang. akan semakin menggila sama dengan org2 yg suka nyunat dana BOS.

    Suka

    • abifasya said

      Nah itu dia jalan dakwah yg harus kita tempuh, mampu kah kita bernahyi munkar ?
      tulisan inipun dibuat dalam rangka nahyi munkar, mohon doa restu smoga kuat tetap berada di jalan yang lurus

      Suka

  2. jumialely said

    begitulah adannya, dan mari kita mengambil bagian di dalamnya untuk memberi yang terbaik di negeri ini, di mulai dari diri kita

    Suka

    • abifasya said

      setuju …, menjadi bagian di daslamnya tapi tidak tgenggelam terbawa arus tapi harus tenggelam membawa ikan …. :lol: :mrgreen:

      Suka

  3. supradin said

    MAsih ada yg ke 14 mas : gak boleh dipake hajatan atau naik haji/umrah

    Suka

  4. asepsurasep said

    ikutan ah nambah yang ke 15 : Gak boleh dipake ngalamar nikita willy :lol: :lol: :) ;)

    Suka

  5. info yang bermanfaat pak, khususnya bagi kami warga madrasah. dan memang benar di daerah kami masih ada pelanggaran yang dilakukan oleh KKMI, kadang alasannya tidak masuk akal. Demi sebuah laptop untuk kinerja KKMI, uang BOS yang seyogyanya untuk siswa akhirnya dipotong sekian ribu per/anak. :(

    Suka

  6. Guru/kepala MI itu guru agama sering juga disebut ustadz/kiyai/ajengan dll, kalau masih bermain dengan uang BOS sebaiknya insyaf saja dari guru agamanya. pensiun jadi ustadz/ajengan/kiyai bergabunglah dengan para perampok sungguhan biar jelas statusnya jangan jadi orang munafiq, penampilannya ustadz tapi masih suka makan uang HARAM

    Suka

    • abifasya said

      mungkin karena merka telah mengetahui jurus mencuci dosa, sehingga mereka amat PEDE untuk melakukan semua itu dan mungkin mrk mengira kalau api neraka itu hanya hangat kuku, kita berdoa saja semoga mereka kembali kepada jalan yang benar

      Suka

  7. dumber said

    Semakin di larang semakin menggila, demikian orang sekarang

    Suka

  8. ramos said

    perlu ada audit yang sungguh2, sehingga berbagai penyimpangan bisa dihentikan

    Suka

  9. tambah yang ke 16: dilarang dipakai buat beli ipad, yang ada buat ntn yang begituan :P

    Suka

  10. Rizki said

    mudah2an gak terjadi hal yang merugikan banyak pihak,terutama siswa itu sndiri

    Suka

  11. seli_usel said

    anehnya manusia sekarang pasti larangan yang di terapkan pasti di langgar,
    tapi mudah-mudahan saja tidak terjadi hal-halnya yangtidak diinginkan kan dan merugikan.

    Suka

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 215 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: